<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>paralimpiade - SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/tag/paralimpiade/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jun 2024 13:10:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa</title>
		<link>https://samarindanews.com/olahraga/588/prof-dr-reda-manthovani-kedua-kakinya-diamputasi-namun-ia-menjadi-atlet-luar-biasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 08:38:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[paralimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[Paralympic]]></category>
		<category><![CDATA[redamanthovani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=588</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDANEWS.COM &#8211; Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024, Prof. Dr. Reda Manthovani, menyatakan optimisme tinggi, bahwa para atlet</p>
<p>The post <a href="https://samarindanews.com/olahraga/588/prof-dr-reda-manthovani-kedua-kakinya-diamputasi-namun-ia-menjadi-atlet-luar-biasa/">Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMARINDANEWS.COM &#8211; </strong>Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024, <a href="https://www.instagram.com/reda.manthovani/?hl=en"><b>Prof. Dr. Reda Manthovani</b></a>, menyatakan optimisme tinggi, bahwa para atlet Indonesia akan berhasil membawa pulang <a href="https://bertuahpos.com/olahraga"><b>medali emas </b></a>dalam ajang bergengsi tersebut.</p>
<p>Menurut Jaksa Agung Muda Intelijen ini, semangat juang para atlet disabilitas Indonesia semakin kokoh meskipun dihadapkan pada berbagai situasi menantang.</p>
<p>Kendati atlet disabilitas memiliki beban mental yang lebih rentan dan memerlukan perhatian ekstra.</p>
<p>Namun para atlet paralimpiade Indonesia semakin sadar bahwa mereka memiliki kemampuan potensial untuk berprestasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, dia mendorong semua pihak agar menciptakan lingkungan yang bersahabat, mengingat secara mental, para atlet ini masih cenderung labil.</p>
<p>“Emosi yang labil bisa mempengaruhi prestasi mereka. Jika sedang dalam keadaan tidak stabil, mereka sulit dibujuk, yang tentunya merugikan baik bagi atlet itu sendiri maupun negara,” jelasnya.</p>
<p>Reda juga menekankan bahwa semangat juang para atlet disabilitas luar biasa tinggi. Ia mencontohkan seorang atlet yang dulunya gemar balap motor namun harus mengalami amputasi kedua kakinya akibat kecelakaan.</p>
<p>“Kalau orang biasa mungkin sudah putus asa, tapi dia tetap berjuang menjadi atlet balap kursi roda. Mengejar dia saja saya tidak kuat,” ungkapnya.</p>
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe title="OPTIMISME MERAH PUTIH DI PARALYMPIC PARIS 2024 - Prof Dr Reda Manthovani" src="https://www.youtube.com/embed/Q0z8ARyDtnI?feature=oembed" width="500" height="281" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-mce-fragment="1"></iframe></div>
<p>Emosi para atlet yang cenderung kurang stabil adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu, mereka memerlukan pemahaman dan perhatian lebih dari para pembimbing, terutama dari lingkungan keluarganya.</p>
<p>“Kita harus memperhatikan hal-hal kecil. Kita bisa sebarkan prestasi mereka lewat media sosial, dan tim kami serta pejabat pemerintah secara rutin mengunjungi mereka untuk memberikan semangat. Hal ini sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Reda menekankan peran penting keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga semangat dan stabilitas emosi para atlet disabilitas.</p>
<p>“Orang tua harus terus memotivasi mereka. Kepedulian lebih dari keluarga sangat diperlukan agar semangat juang mereka tetap tinggi,” katanya.</p>
<p>Mengenai target di Paralympic Paris 2024, Prof. Reda menyebutkan bahwa Indonesia menargetkan untuk meraih dua medali emas, khususnya dari cabang bulu tangkis dan panahan.</p>
<p>“Pemerintah juga sudah memberikan perhatian lebih dengan hadiah yang setara dengan atlet olimpiade. Saya yakin dengan semangat juang mereka, target ini bisa tercapai,” ujarnya optimis.</p>
<p>Reda merasa sangat terhormat karena telah diberi amanah oleh pemerintah sebagai CdM Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024.</p>
<p>“Saya bersyukur dan berharap bisa mengabdikan diri untuk mencapai target tersebut serta memotivasi para atlet disabilitas,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, dengan segala persiapan dan dukungan yang ada, Indonesia siap memberikan yang terbaik di Paralympic Paris 2024.***</p><p>The post <a href="https://samarindanews.com/olahraga/588/prof-dr-reda-manthovani-kedua-kakinya-diamputasi-namun-ia-menjadi-atlet-luar-biasa/">Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
