<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>olahraga &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/tag/olahraga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jan 2026 08:24:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>olahraga &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205871/tren-lari-di-kalangan-gen-z-kian-populer-dari-olahraga-jadi-gaya-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 08:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205871</guid>

					<description><![CDATA[Olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Di kalangan Generasi Z, lari berkembang menjadi tren gaya hidup yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Di kalangan Generasi Z, lari berkembang menjadi tren gaya hidup yang memadukan kesehatan, ekspresi diri, hingga ruang sosial baru. Dari taman kota hingga event fun run, semakin banyak anak muda memilih lari sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.</p>
<p>Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah komunitas lari Gen Z di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Malang. Komunitas tersebut bukan hanya tempat berlatih, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, motivasi, serta memperluas pertemanan.</p>
<p>Media sosial menjadi salah satu pendorong utama tren ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Strava digunakan untuk membagikan aktivitas lari, jarak tempuh, hingga gaya berpakaian saat berlari. Konten seputar olahraga lari kini tampil lebih estetik dan menarik bagi anak muda.</p>
<p>“Olahraga lari itu sudah bukan cuma olahraga, tapi lifestyle. Banyak event seperti fun run, night run, sampai marathon yang bikin anak muda tertarik ikut. Posting foto after run di media sosial juga jadi kepuasan tersendiri,” ujar Tika, warga Malang yang aktif membagikan aktivitas larinya di Instagram, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Tagar seperti #MorningRun, #StravaAddict, dan #RunnerStyle ikut meramaikan tren ini. Dalam banyak kasus, unggahan tersebut mendorong orang lain untuk mencoba lari meski sebelumnya tidak tertarik olahraga.</p>
<p>Motivasi Gen Z untuk berlari pun tidak hanya soal kesehatan fisik. Banyak yang menjadikan lari sebagai sarana healing, mengurangi stres pekerjaan atau kuliah, sekaligus menjaga kesehatan mental.</p>
<p>“Motivasi saya sederhana, pengin hidup sehat dan menjadikan lari sebagai pelarian yang positif. Setelah lari, stres berkurang dan tidur lebih nyenyak,” lanjut Tika.</p>
<p>Daya tarik lain datang dari perkembangan fashion olahraga. Berbagai merek merilis sportwear dan sepatu lari yang nyaman sekaligus stylish. Sneakers lari bahkan kini menjadi bagian dari tren fesyen anak muda.</p>
<p>Lonjakan minat juga terlihat dari ramainya event lari seperti fun run, night run, charity run, hingga marathon amatir. Namun bagi Gen Z, kebersamaan dan pengalaman menjadi fokus utama, bukan sekadar kompetisi.</p>
<p>“Sekarang lari sudah seperti me time versi aktif. Bisa refleksi diri, jaga mental, dan ketemu orang-orang positif. Jadi bukan cuma olahraga, tapi cara menjaga mood tetap stabil,” jelasnya.</p>
<p>Tren ini menunjukkan bahwa olahraga lari telah bertransformasi menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda. Dukungan komunitas, media sosial, serta meningkatnya kesadaran akan kesehatan fisik dan mental membuat tren lari diperkirakan terus berkembang.</p>
<p>“Lari itu simpel, tidak perlu alat ribet atau tempat khusus. Cukup pakai sepatu dan mulai. Hasilnya terasa, badan lebih fit dan pikiran lebih segar, apalagi kalau pagi,” tutup Tika.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brenx Kembali Gelar Pertandingan Tinju, Baharkam Polri Diapresiasi atas Pembinaan Atlet Muda</title>
		<link>https://samarindanews.com/olahraga/205536/brenx-kembali-gelar-pertandingan-tinju-baharkam-polri-diapresiasi-atas-pembinaan-atlet-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 08:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205536</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Komunitas olahraga Brenx Street Fighter kembali menggelar Pertandingan Tinju Pembinaan sebagai upaya membina generasi muda melalui jalur olahraga. Kegiatan ini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;"><strong>DEPOK &#8211; </strong>Komunitas olahraga </span><a href="https://www.instagram.com/brenxstreetfighter/?hl=en"><span style="font-weight: 400;">Brenx Street Fighter</span></a><span style="font-weight: 400;"> kembali menggelar </span><span style="font-weight: 400;">Pertandingan Tinju</span><span style="font-weight: 400;"> Pembinaan sebagai upaya membina generasi muda melalui jalur olahraga. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Brigjen Pol (Purn) Drs Erwin Chahara Rusmana MHum, serta dukungan penuh dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apresiasi tersebut disampaikan dalam ajang pertandingan tinju yang digelar Brenx Street Fighter bersama Direktorat Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri. Kegiatan ini juga didukung oleh organisasi kemasyarakatan Setya Kita Pancasila (SKP) yang aktif mendorong pembinaan karakter generasi muda di wilayah metropolitan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Tory Kristianto, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan langkah strategis untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pembinaan seperti ini membuka ruang pengayoman bagi anak-anak muda sebagai penerus bangsa. Polri berkomitmen melakukan langkah pencegahan agar generasi muda terhindar dari narkoba, radikalisme, serta pergaulan negatif,” ujar Brigjen Pol. Tory Kristianto, Sabtu, 13 Desember 2025.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan ini turut dihadiri Monica Fany, Ketua Umum Pemerhati Polisi Satwa, serta sejumlah perwakilan komunitas dan relawan yang aktif mendukung pembinaan atlet tinju muda.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketua Umum Setya Kita Pancasila, Andreas Sumual, mengatakan SKP merupakan organisasi kemasyarakatan sekaligus relawan Prabowo 2024 yang konsisten membumikan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pembinaan generasi muda lewat olahraga adalah bagian dari ikhtiar kami membangun karakter bangsa dan menjaga Pancasila tetap hidup serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Andreas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurutnya, keterlibatan Baharkam Polri di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Karyoto menunjukkan sinergi positif antara institusi negara dan elemen masyarakat dalam mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, Ketua Brenx Street Fighter, Marthin, menegaskan bahwa pertandingan tinju ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan mental dan masa depan anak muda.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami ingin mengarahkan generasi muda ke jalur positif, menjauhi narkoba dan tindakan kriminal, serta membekali mereka dengan keterampilan bela diri yang bermanfaat,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setya Kita Pancasila berharap kolaborasi antara komunitas olahraga, organisasi masyarakat, dan institusi negara seperti Polri dapat terus diperkuat sebagai model pembinaan sumber daya manusia unggul berbasis nilai-nilai Pancasila.***</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa</title>
		<link>https://samarindanews.com/olahraga/588/prof-dr-reda-manthovani-kedua-kakinya-diamputasi-namun-ia-menjadi-atlet-luar-biasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 08:38:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[paralimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[Paralympic]]></category>
		<category><![CDATA[redamanthovani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=588</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDANEWS.COM &#8211; Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024, Prof. Dr. Reda Manthovani, menyatakan optimisme tinggi, bahwa para atlet]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMARINDANEWS.COM &#8211; </strong>Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024, <a href="https://www.instagram.com/reda.manthovani/?hl=en"><b>Prof. Dr. Reda Manthovani</b></a>, menyatakan optimisme tinggi, bahwa para atlet Indonesia akan berhasil membawa pulang <a href="https://bertuahpos.com/olahraga"><b>medali emas </b></a>dalam ajang bergengsi tersebut.</p>
<p>Menurut Jaksa Agung Muda Intelijen ini, semangat juang para atlet disabilitas Indonesia semakin kokoh meskipun dihadapkan pada berbagai situasi menantang.</p>
<p>Kendati atlet disabilitas memiliki beban mental yang lebih rentan dan memerlukan perhatian ekstra.</p>
<p>Namun para atlet paralimpiade Indonesia semakin sadar bahwa mereka memiliki kemampuan potensial untuk berprestasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, dia mendorong semua pihak agar menciptakan lingkungan yang bersahabat, mengingat secara mental, para atlet ini masih cenderung labil.</p>
<p>“Emosi yang labil bisa mempengaruhi prestasi mereka. Jika sedang dalam keadaan tidak stabil, mereka sulit dibujuk, yang tentunya merugikan baik bagi atlet itu sendiri maupun negara,” jelasnya.</p>
<p>Reda juga menekankan bahwa semangat juang para atlet disabilitas luar biasa tinggi. Ia mencontohkan seorang atlet yang dulunya gemar balap motor namun harus mengalami amputasi kedua kakinya akibat kecelakaan.</p>
<p>“Kalau orang biasa mungkin sudah putus asa, tapi dia tetap berjuang menjadi atlet balap kursi roda. Mengejar dia saja saya tidak kuat,” ungkapnya.</p>
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe title="OPTIMISME MERAH PUTIH DI PARALYMPIC PARIS 2024 - Prof Dr Reda Manthovani" src="https://www.youtube.com/embed/Q0z8ARyDtnI?feature=oembed" width="500" height="281" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-mce-fragment="1"></iframe></div>
<p>Emosi para atlet yang cenderung kurang stabil adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu, mereka memerlukan pemahaman dan perhatian lebih dari para pembimbing, terutama dari lingkungan keluarganya.</p>
<p>“Kita harus memperhatikan hal-hal kecil. Kita bisa sebarkan prestasi mereka lewat media sosial, dan tim kami serta pejabat pemerintah secara rutin mengunjungi mereka untuk memberikan semangat. Hal ini sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Reda menekankan peran penting keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga semangat dan stabilitas emosi para atlet disabilitas.</p>
<p>“Orang tua harus terus memotivasi mereka. Kepedulian lebih dari keluarga sangat diperlukan agar semangat juang mereka tetap tinggi,” katanya.</p>
<p>Mengenai target di Paralympic Paris 2024, Prof. Reda menyebutkan bahwa Indonesia menargetkan untuk meraih dua medali emas, khususnya dari cabang bulu tangkis dan panahan.</p>
<p>“Pemerintah juga sudah memberikan perhatian lebih dengan hadiah yang setara dengan atlet olimpiade. Saya yakin dengan semangat juang mereka, target ini bisa tercapai,” ujarnya optimis.</p>
<p>Reda merasa sangat terhormat karena telah diberi amanah oleh pemerintah sebagai CdM Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024.</p>
<p>“Saya bersyukur dan berharap bisa mengabdikan diri untuk mencapai target tersebut serta memotivasi para atlet disabilitas,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, dengan segala persiapan dan dukungan yang ada, Indonesia siap memberikan yang terbaik di Paralympic Paris 2024.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
