<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>btn &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/tag/btn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2026 03:14:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>btn &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/207093/btn-housingpreneur-dorong-desain-hunian-estetik-yang-bernilai-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 03:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207088</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA — Desain hunian kini tidak cukup hanya mengutamakan aspek estetika. Pelaku industri properti juga perlu mempertimbangkan nilai bisnis, efisiensi proyek, kebutuhan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA —</strong> Desain hunian kini tidak cukup hanya mengutamakan aspek estetika. Pelaku industri properti juga perlu mempertimbangkan nilai bisnis, efisiensi proyek, kebutuhan pasar, hingga keberlanjutan material dalam mengembangkan produk perumahan.</p>
<p>Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Inspiration Talk Established Business Intimate Dinner Session <a href="https://www.btn.co.id/id">BTN</a> Housingpreneur Batch 3 yang digelar di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Forum ini membahas strategi pengembangan industri perumahan di tengah perubahan perilaku konsumen, fluktuasi harga material, dan persaingan pasar yang semakin ketat.</p>
<p>Corporate Secretary BTN Ramon Armando, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi, CEO Pinhome Dayu Dara Permata, Direktur Commercial Banking BTN Hermita, Founder &amp; CEO PT Kreasi Karya Dus Duk Duk Group Muhammad Arif Susanto, serta Vice Chancellor MarkPlus Institute Jacky Mussry turut hadir dalam sesi tersebut.</p>
<p>Pembahasan dalam forum mencakup sejumlah aspek penting dalam pengembangan bisnis properti. Di antaranya analisis data pasar, inovasi material berkelanjutan, pembiayaan dan penguatan ekosistem, serta strategi pemasaran berbasis kewirausahaan.</p>
<p>Pendekatan tersebut mendorong pelaku industri perumahan untuk merancang produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.</p>
<p>Penggunaan material berkelanjutan juga menjadi perhatian. Material perlu dipilih dengan mempertimbangkan aspek estetika, efisiensi, serta potensi nilai bisnis agar dapat mendukung daya saing produk hunian di pasar.</p>
<p>Selain desain dan material, pelaku usaha properti juga perlu meningkatkan efisiensi proyek dan mempercepat konversi penjualan. Kolaborasi antaraktor dalam ekosistem properti dinilai dapat membuka peluang baru sekaligus memperkuat daya saing industri.</p>
<p>Sementara itu, BTN Housingpreneur Batch 3 membuka pendaftaran mulai 28 September hingga 30 November 2026. Program tersebut dapat diikuti secara gratis oleh peserta yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Informasi mengenai persyaratan, kategori, serta mekanisme pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diakses melalui situs resmi <a href="http://www.btnhousingpreneur.com">www.btnhousingpreneur.com</a>.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/207088/perluas-peran-di-ekosistem-pangan-id-food-btn-siap-gelontorkan-pembiayaan-rp3-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207080</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap menyiapkan pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk memperkuat ekosistem pangan BUMN Holding Pangan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211;</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) siap menyiapkan pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk memperkuat ekosistem pangan BUMN Holding Pangan ID FOOD. Tak hanya menjadi financing partner, BTN juga memperluas perannya sebagai transactional banking partner yang terhubung dengan aktivitas bisnis ID FOOD, mulai transaksi, pembayaran, hingga kebutuhan finansial mitra usaha.</p>
<p>Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BTN dan ID FOOD terkait pemanfaatan jasa dan layanan perbankan serta pengembangan ekosistem pangan di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (1/10). Melalui kerja sama ini, dukungan BTN diperluas dari pembiayaan ke layanan transaksi yang menjangkau rantai ekosistem pangan ID FOOD.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ID FOOD memiliki posisi strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Perannya tidak hanya mencakup produksi. Tetapi juga sebagai offtaker hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Termasuk mendukung proses pengolahan, perdagangan, hingga distribusi pangan.</p>
<p>&#8220;ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi. Mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen,&#8221; kata Nixon.</p>
<p>Peran tersebut semakin penting karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi 13,10% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam struktur perekonomian nasional.</p>
<p>Pangan juga berkaitan erat dengan daya beli dan stabilitas harga masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Agustus 2026 inflasi nasional tercatat 0,21% secara month-to-month (mtm). Sementara itu, komponen volatile food mengalami inflasi 0,88% mtm.</p>
<p>Angka tersebut menunjukkan tekanan harga pangan jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum. Kondisi itu sekaligus menggambarkan besarnya pengaruh pangan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas harga.</p>
<p>&#8220;Food security is economic security,&#8221; ujar Nixon.</p>
<p>Karena itu, ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi pangan bukan hanya berkaitan dengan sektor pangan. Ketiganya juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Nixon memastikan, BTN ingin ikut memperkuat ekosistem strategis tersebut agar semakin efficient, connected, dan scalable. Kerja sama dengan ID FOOD pun tidak lagi diarahkan hanya pada penyediaan kredit.</p>
<p>&#8220;Financing is only the beginning. BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis ID FOOD. Peran tersebut mencakup layanan collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction. Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID FOOD,&#8221; terang Nixon.</p>
<p>Salah satu potensi yang tengah dilirik adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.</p>
<p>&#8220;BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Keterhubungan tersebut bukan hanya menyangkut nilai transaksi. Namun juga upaya membangun rantai distribusi pangan yang semakin terintegrasi. Sehingga, semakin efisien, inklusif, dan terhubung.</p>
<p>Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, perluasan kerja sama dengan BTN menjadi landasan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan transaksi di lingkungan ID FOOD Group.</p>
<p>&#8220;Langkah ini menandai kelanjutan kolaborasi ID FOOD dan BTN, sekaligus memperluas ruang kerja sama yang sebelumnya telah berjalan pada sejumlah aktivitas bisnis pangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Melalui kerja sama terbaru tersebut, BTN menyiapkan total plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis pangan ID FOOD Group, termasuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan pelaksanaan offtake komoditas pangan strategis.</p>
<p>&#8220;Dukungan pembiayaan ini penting bagi kami untuk memperkuat kemampuan offtake terhadap komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng serta komoditas pangan lainnya. Melalui penguatan kemampuan serap tersebut, ID FOOD dapat berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga pangan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kerja sama ID FOOD dan BTN sebenarnya telah dimulai sejak 2024. Awalnya, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan untuk mendukung Program Bantuan Pangan Stunting yang dijalankan Perseroan atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).</p>
<p>Kolaborasi tersebut kemudian berkembang pada 2025. Pembiayaan BTN turut digunakan untuk pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta berbagai aktivitas bisnis pangan. Mulai beras, gula, garam, benih padi, hingga susu.</p>
<p>Sejak kerja sama dimulai pada 2024, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun. Ghimoyo menyebut capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi. Tidak hanya untuk Perseroan dan anak perusahaan, tetapi juga supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, mitra usaha, hingga karyawan dalam ekosistem ID FOOD Group.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan kerja sama yang berjalan baik sejak 2024 menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi ke area yang lebih luas. Kami ingin memastikan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan dapat semakin menjangkau kebutuhan bisnis di seluruh ekosistem ID FOOD Group,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak hanya pembiayaan, layanan perbankan juga mulai masuk ke aktivitas internal perusahaan. Sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Transformasi digital turut diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD dan penggunaan pembayaran QRIS dalam ekosistem balé by BTN.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/207076/siap-impact-forum-2026-btn-dorong-kemandirian-dan-kesiapan-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:32:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207076</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tahapan kehidupan melalui]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk atau BTN memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tahapan kehidupan melalui SIAP Impact Forum 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026).</p>
<p>SIAP Impact Forum 2026 merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang didukung United Nations Population Fund (UNFPA). Forum ini mendorong generasi muda agar memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.</p>
<p>Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji hadir dalam forum tersebut bersama Direktur Commercial Banking BTN Hermita dan Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ukik Kusuma Kurniawan.</p>
<p>Program SIAP mengusung pendekatan life readiness yang mencakup berbagai aspek kehidupan generasi muda. Pendekatan tersebut meliputi kesiapan dalam pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun kemandirian, hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga.</p>
<p>Sebagai mitra strategis, BTN berkomitmen mendukung program tersebut melalui kolaborasi yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda.</p>
<p>Dukungan BTN juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu generasi muda mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan tantangan dalam berbagai tahapan kehidupan.</p>
<p>Kesiapan generasi muda menjadi semakin penting seiring peluang Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Peningkatan kapasitas dan kemandirian generasi muda diharapkan dapat mendukung produktivitas sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.</p>
<p>Melalui keterlibatan dalam SIAP Impact Forum 2026, BTN menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dalam mendukung generasi muda yang siap menghadapi pendidikan, dunia kerja, kemandirian, dan kehidupan berkeluarga.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/207080/btn-housingpreneur-batch-3-dorong-gen-z-hadirkan-inovasi-untuk-masa-depan-sektor-perumahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 15:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207064</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dalam kegiatan kick-off di Universitas Indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK &#8211;</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dalam kegiatan kick-off di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (28/9). Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, kompetisi ini menargetkan 1.500 submission dari mahasiswa, masyarakat umum, pengusaha, serta pengembang untuk menjawab berbagai tantangan di sektor perumahan.</p>
<p>Direktur Network &amp; Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan BTN Housingpreneur menjadi ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk mengembangkan solusi perumahan dari sudut pandang yang lebih luas.</p>
<p>“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya? BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep,” ujar Rully.</p>
<p>Menurut Rully, perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah, tetapi juga mencakup desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, hingga berbagai layanan di dalamnya. Hal tersebut sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage dan peran perseroan dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.</p>
<p>“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” kata Rully.</p>
<p>Mengusung tema “Elevate Beyond Your Limit”, BTN Housingpreneur Batch 3 berfokus pada tiga pilar, yaitu Sustainability, Technology, dan Access. Peserta dibagi dalam dua kelompok utama, yakni Business Ideation bagi mahasiswa dan masyarakat umum serta Established Business bagi pengusaha dan pengembang.</p>
<p>Kelompok Business Ideation mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, Established Business meliputi Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.</p>
<p>Rully menegaskan BTN Housingpreneur tidak berhenti pada penentuan pemenang. Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dalam pengembangan model bisnis dan kemampuan presentasi, sebelum dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, dan mitra dalam proses business matching.</p>
<p>“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar,” ujar Rully.</p>
<p>Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan BTN Housingpreneur untuk ketiga kalinya. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat UI sebagai entrepreneurial university yang mendorong hasil pendidikan, riset, dan inovasi menjadi solusi bagi masyarakat.</p>
<p>“UI menyambut gembira dan mengapresiasi BTN atas penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3. Persoalan perumahan merupakan isu penting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin. Melalui program ini, kami berharap ide dan inovasi generasi muda dapat dikembangkan untuk membantu memecahkan persoalan nyata di masyarakat,” ujar Budi.</p>
<p>Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ar. Firman S. Herwanto menilai BTN Housingpreneur dapat mendorong gagasan desain berkembang menuju implementasi dan model bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi perumahan tidak cukup hanya menawarkan aspek visual, tetapi harus menjawab kebutuhan masyarakat serta mempertimbangkan kualitas dan keberlanjutan bangunan.</p>
<p>“Kami berharap semakin banyak praktisi muda yang berbagi gagasan segar, tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan. Inovasi juga perlu mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan, efektivitas desain, dan siklus hidup bangunan yang lebih panjang,” ujar Firman.</p>
<p>Pembukaan BTN Housingpreneur Batch 3 di UI turut menghadirkan gelar wicara bertema “Rumah Ala Gen Z: Dari Sudut Healing sampai Peluang Cuan”. Rangkaian program selanjutnya akan diisi dengan roadshow di Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.</p>
<p>Pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026 dan tidak dipungut biaya. Informasi mengenai persyaratan, kategori, dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui <a href="http://www.btnhousingpreneur.com">www.btnhousingpreneur.com</a>.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPR Naik Kelas: BTN Dorong Tokenisasi Aset dan Ekosistem Digital</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/207058/kpr-naik-kelas-btn-dorong-tokenisasi-aset-dan-ekosistem-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 01:36:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207058</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) merupakan pelopor sekuritisasi aset KPR di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211;</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) merupakan pelopor sekuritisasi aset KPR di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) dan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF). Instrumen tersebut lahir untuk menjawab persoalan klasik maturity mismatch, yaitu penggunaan pendanaan berjangka relatif pendek untuk membiayai kredit dengan tenor panjang, sekitar 15 hingga 20 tahun.</p>
<p>Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan, pengalaman dalam sekuritisasi memberikan pelajaran bahwa instrumen seperti KIK-EBA dan EBA-SP bukan hanya berfungsi untuk mengelola maturity mismatch, tetapi juga dapat memperluas sumber pendanaan dan menciptakan ruang bagi bank untuk kembali menyalurkan pembiayaan perumahan.</p>
<p>Prinsip yang sama tetap relevan ketika berbicara mengenai tokenisasi. Teknologinya memang berubah, tetapi fundamentalnya tidak berubah. Underlying asset harus berkualitas, struktur transaksi harus transparan, tata kelola dan perlindungan investor harus kuat, serta seluruh proses harus berada dalam koridor regulasi.</p>
<p>&#8220;Kami melihat tokenisasi berpotensi membuka akses terhadap sumber pendanaan yang lebih luas melalui representasi aset secara digital,&#8221; kata Rully dalam Casual Talk Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit &amp; Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) yang digelar 24-26 September 2026.</p>
<p>Hanya saja, tidak boleh berhenti pada digitalisasi aset. Rully menekankan bahwa nilai akhirnya harus kembali kepada sektor riil. Dalam konteks BTN, inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan dan mendukung pembiayaan perumahan yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Ke depan, use case-nya juga dapat berkembang, misalnya untuk membantu monetisasi aset tertentu, termasuk aset bermasalah, sepanjang struktur legal, valuasi, perlindungan investor, dan aspek regulasinya telah memadai,&#8221; ucap Rully.</p>
<p>Agar manfaat tokenisasi benar-benar kembali kepada pembiayaan perumahan, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Pertama, infrastruktur dan ekosistem digital yang mampu menjamin keamanan data, pencatatan, serta pengelolaan aset. Kedua, struktur transaksi yang memberikan kepastian mengenai kepemilikan aset, hak investor, dan mekanisme pembayaran.</p>
<p>Yang ketiga, lanjut Rully, kualitas underlying asset itu sendiri, termasuk kualitas dan standardisasi data KPR. Tidak kalah penting juga adalah membangun basis investor secara bertahap melalui transparansi dan edukasi.</p>
<p>Dari sisi risiko, setidaknya ada empat hal yang perlu dicermati. Pertama, risiko operasional dan siber. Kedua, risiko yang melekat pada underlying KPR. Ketiga, risiko likuiditas, karena tokenisasi tidak secara otomatis menciptakan pasar sekunder yang likuid. Keempat, risiko perlindungan investor.</p>
<p>Menurut Rully, prinsipnya sederhana: semakin mudah suatu aset diakses dan diperdagangkan secara digital, semakin tinggi pula tuntutan terhadap transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor. Jangan sampai tokennya menjadi sangat likuid, tetapi underlying asset dan struktur hukumnya justru tidak jelas.</p>
<p>&#8220;Karena itu, bagi BTN, keberhasilan tokenisasi bukan diukur dari berapa banyak aset yang berhasil ditokenisasi, melainkan dari seberapa jauh inovasi tersebut mampu memperluas akses investor, menciptakan pendanaan yang lebih efisien, dan pada akhirnya meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan,&#8221; jelasnya.</p>
<h4>Beyond Mortgage dan Transformasi Digital BTN</h4>
<p>Bagi BTN, Beyond Mortgage bukan berarti meninggalkan DNA sebagai bank perumahan, melainkan memperluas hubungan dengan nasabah di luar kebutuhan KPR. Saat ini, BTN semakin hadir dalam keseharian nasabah, termasuk melalui berbagai aktivitas lifestyle dan kegiatan seperti Jakarta International Marathon, Indonesia Fashion Week, Wonderful Indonesia Gastronomy, hingga hiburan seperti Gun N’ Roses.</p>
<p>&#8220;Artinya, hubungan BTN dengan nasabah tidak lagi hanya terjadi ketika mereka membeli atau mencicil rumah, tetapi juga dalam berbagai aktivitas dan kebutuhan sehari-hari,&#8221; ungkap Rully.</p>
<p>Ke depan, BTN ingin membawa hubungan tersebut ke dalam ekosistem digital. Melalui balé by BTN, BTN ingin menjadi mitra keuangan nasabah, bukan hanya untuk KPR, melainkan juga untuk transaksi, tabungan, payroll, pembayaran, merchant, investasi, hingga berbagai solusi keuangan lainnya.</p>
<p>Dengan demikian, digitalisasi menjadi enabler untuk membuat layanan BTN lebih dekat, lebih mudah, lebih personal, dan tersedia dalam keseharian nasabah. Pada akhirnya, BTN tidak hanya menjadi bank yang digunakan ketika nasabah membutuhkan rumah, tetapi juga menjadi bank yang relevan dalam setiap fase kehidupan nasabah.</p>
<p>&#8220;Karena itu, digitalisasi bagi kami bukan sekadar memindahkan layanan ke aplikasi. Lebih dari itu, digitalisasi adalah bagaimana BTN dapat hadir lebih dekat, lebih relevan, dan memberikan nilai dalam keseharian masyarakat,&#8221; terang Rully.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206994/masalah-hunian-makin-kompleks-btn-tantang-1-500-inovator-bikin-gebrakan-lewat-btn-housingpreneur-batch-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206969</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 yang pendaftarannya resmi dibuka mulai 28]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211; </strong><a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 yang pendaftarannya resmi dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung wirausaha di sektor perumahan dengan melibatkan mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, hingga pelaku usaha dalam ekosistem perumahan.</p>
<p>Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan bahwa semangat utama BTN Housingpreneur berangkat dari semakin beragamnya tantangan pemenuhan kebutuhan hunian yang membutuhkan inovasi di seluruh mata rantai industri.</p>
<p>“Persoalan di ekosistem perumahan saat ini semakin beragam dan dinamis. Karena itu, BTN ingin menjadikan BTN Housingpreneur sebagai ruang lahirnya ide, inovasi, dan model bisnis baru yang mampu memberikan solusi nyata. Kami mengajak para inovator melihat setiap tantangan perumahan sebagai peluang besar untuk dieksplorasi dan dikembangkan,” ujar Ramon.</p>
<p>Dalam penyelenggaraan tahun ini, peserta dapat berkompetisi melalui dua kategori utama, yakni Design &amp; Architecture serta Housing Related Innovation. Rangkaian pendaftaran ini diawali dengan kegiatan Kick-Off di Universitas Indonesia yang dimeriahkan oleh musisi Sal Priadi, dan dilanjutkan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, hingga Universitas Udayana di Bali.</p>
<p>Ramon menjelaskan, penyelenggaraan roadshow di sejumlah perguruan tinggi bertujuan memperluas jangkauan program sekaligus menggali potensi inovasi dari berbagai daerah.</p>
<p>“BTN ingin menjangkau sebanyak mungkin talenta dan inovator dari berbagai latar belakang. Melalui rangkaian roadshow ini, kami berharap dapat menemukan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam ekosistem perumahan,” kata Ramon.</p>
<p>Setelah masa pendaftaran ditutup, kompetisi akan memasuki tahap penjurian hingga puncaknya pada kegiatan BTN Expo pada awal 2027. Selain total hadiah miliaran rupiah, BTN Housingpreneur Batch 3 juga membuka akses inkubasi bisnis dan business matching bagi peserta agar gagasan yang lahir dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi ekosistem perumahan nasional.</p>
<p>“BTN Housingpreneur bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi para inovator dari kalangan akademisi maupun profesional untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan membawa gagasannya naik ke level berikutnya. Kami ingin ide-ide terbaik yang lahir dari program ini memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekosistem perumahan Indonesia,” pungkas Ramon. Informasi selengkapnya mengenai pendaftaran, persyaratan peserta, dan panduan kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diakses melalui laman resmi <a href="https://btnhousingpreneur.com">https://btnhousingpreneur.com</a>.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206966/ekspansi-bisnis-perbankan-digital-btn-perkuat-kemitraan-strategis-dengan-universitas-lampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 07:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206966</guid>

					<description><![CDATA[Bandar Lampung – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat ekspansi bisnis perbankan digital melalui perluasan sinergi di sektor pendidikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandar Lampung –</strong><a href="https://www.btn.co.id/id"> PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat ekspansi bisnis perbankan digital melalui perluasan sinergi di sektor pendidikan. Langkah strategis ini diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta pelaksanaan program BTN Goes to Campus 2026 yang dihelat di Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, pada Kamis (17/9).</p>
<p>Kemitraan ini dirancang sebagai landasan bisnis yang kokoh untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan digitalisasi ekosistem di lingkungan kampus. Melalui kerja sama tersebut, BTN membidik penguatan captive market serta memperluas penetrasi produk dan layanan perbankan digital kepada ribuan civitas akademika Unila.</p>
<p>Rangkaian kegiatan bisnis dan sosial ini turut diisi dengan penyerahan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN berupa bantuan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Unila. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, dan disambut oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan tinggi Unila.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi edukasi dan pengenalan solusi finansial, Hermita juga membawakan Kuliah Umum bertajuk &#8220;Transformational Leadership to Drive Innovation in the Banking Industry&#8221;. Di hadapan para mahasiswa, Hermita memaparkan bagaimana transformasi korporasi menjadi kunci sukses BTN dalam mengalihkan model bisnis konvensional menuju era perbankan digital yang berorientasi pada pengalaman nasabah (customer-centric).</p>
<p>&#8220;Perjalanan BTN sejak menjadi pelopor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga kini menghadirkan super app Balé by BTN dan akselerasi BTN Digital Store adalah bukti nyata ekspansi bisnis yang didorong oleh transformasi visi dan budaya kerja. Kami ingin membawa nilai-nilai inovasi ini kepada generasi muda Unila sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem digital jangka panjang,&#8221; ujar Hermita.</p>
<p>Lebih lanjut, Hermita menegaskan bahwa akselerasi layanan digital—seperti efisiensi transaksi melalui super app dan optimalisasi Digital Store—harus dikawal oleh kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Kepemimpinan transformatif dipandang sebagai motor penggerak utama untuk menciptakan pola pikir inovatif di dalam organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis di tengah ketatnya kompetisi industri modern.</p>
<p>Melalui sinergi ini, BTN optimis dapat terus memperkuat penetrasi pasar segmen muda dan institusi pendidikan, sekaligus menghadirkan solusi perbankan terintegrasi yang memberikan nilai tambah nyata bagi pertumbuhan bisnis perseroan kedepan.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206968/peminat-membludak-obligasi-sosial-btn-oversubscribed-29-kali-mencapai-rp29-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 06:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206963</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali mendapat respon positif dari investor melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk atau BTN kembali mendapat respon positif dari investor melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026. Selama periode bookbuilding pada 1–14 September 2026, mencatatkan total pemesanan mencapai Rp2,9 triliun atau oversubscribe 2,9 kali dari target awal penerbitan sebesar Rp1 triliun. Tingginya indikasi permintaan tersebut menunjukkan kuatnya minat investor terhadap obligasi yang diterbitkan BTN.</p>
<p>Respon positif tersebut mendorong <a href="https://www.btn.co.id/id">BTN</a> menetapkan final size penerbitan menjadi Rp 2 triliun. Obligasi diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan tenor 3 tahun. Obligasi tersebut menawarkan kupon 7,05% untuk tenor 370 hari dan tenor 3 tahun dengan kupon 7,25%.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan tingginya minat investor menunjukkan adanya kepercayaan terhadap BTN sekaligus meningkatnya perhatian investor terhadap instrumen pembiayaan yang memberikan manfaat sosial.</p>
<p>“Minat yang masuk mencapai Rp2,9 triliun dari target awal Rp1 triliun, sehingga kami menetapkan final size penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun. Bagi kami, respon positif ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” ujar Nixon, Jumat (18/9).</p>
<p>Penerbitan Social Bond tersebut, lanjut Nixon, sejalan dengan visi keberlanjutan BTN yang telah dituangkan dalam roadmap jangka panjang perseroan. Melalui penerbitan ini, BTN terus mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environment, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan usaha perseroan.</p>
<p>Dana yang diperoleh dari penerbitan Social Bond akan diarahkan untuk membiayai berbagai proyek yang memiliki dampak sosial signifikan antara lain berupa penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang perumahan rakyat, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program lain yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Social Bond ini menjadi bagian dari perjalanan BTN dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui dana yang dihimpun, kami ingin memastikan bahwa pembiayaan yang kami salurkan dapat berkontribusi terhadap akses perumahan, inklusi ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Nixon.</p>
<p>Adapun setelah melalui proses bookbuilding, BTN menargetkan tanggal penerbitan dan penerimaan dana hasil penerbitan pada 6 Oktober 2026. Penerbitan ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat sumber pendanaan sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat dan pembangunan nasional.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laba Bersih BTN  Konsolidasi Tumbuh 35,89%,  Kredit dan Pembiayaan yang Tembus Rp431 Triliun</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206959/laba-bersih-btn-konsolidasi-tumbuh-3589-kredit-dan-pembiayaan-yang-tembus-rp431-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206959</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026, meningkat 35,89% secara]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026, meningkat 35,89% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasian yang mencapai Rp431,60 triliun atau tumbuh 14,98% yoy dari Rp375,38 triliun pada Agustus 2025. Total aset konsolidasian juga tumbuh 16,60% yoy menjadi Rp561,84 triliun dari Rp481,85 triliun.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut memperbesar kapasitas BTN untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.</p>
<p>“Pertumbuhan ini memberikan ruang bagi BTN untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan, tidak hanya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan. Kami ingin pertumbuhan bisnis BTN memberikan dampak yang semakin luas terhadap sektor perumahan dan perekonomian,” ujar Nixon.</p>
<p>Penguatan peran BTN dalam ekosistem perumahan antara lain dilakukan melalui pembiayaan dari sisi supply maupun demand. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP), sejak diluncurkan BTN telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2,0 triliun KPP Demand.</p>
<p>Dari sisi kepemilikan rumah, BTN juga terus mendorong skema pembiayaan yang meningkatkan keterjangkauan. Pada Agustus 2026, BTN antara lain mendukung pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Manggarai yang direncanakan menghadirkan 3.784 unit hunian dalam delapan tower dan terintegrasi dengan transportasi publik.</p>
<p>Upaya mempertemukan pasokan hunian dengan kebutuhan masyarakat juga dilakukan melalui Danantara Housing Expo 2026. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta, sekaligus akses terhadap berbagai skema pembiayaan perumahan.</p>
<h4>Pendanaan Tumbuh Double Digit</h4>
<p>Ekspansi kredit dan pembiayaan ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, DPK konsolidasian BTN termasuk BSN mencapai Rp446,06 triliun, tumbuh 11,11% yoy dibandingkan Rp401,45 triliun pada Agustus 2025. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun, dan deposito Rp225,05 triliun.</p>
<p>Pada saat yang sama, BTN mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Beban bunga konsolidasian hingga Agustus 2026 turun 8,21% yoy menjadi Rp11,28 triliun, dibandingkan sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga di tengah ekspansi intermediasi turut menopang pertumbuhan laba BTN.</p>
<p>“Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta terus memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN. Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar,” kata Nixon.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206875/kuasa-hukum-btn-siap-layangkan-somasi-terkait-klaim-dana-nasabah-ungkap-fakta-di-balik-isu-rp17-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206872</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Kuasa Hukumnya, Widodo Sigit Pudjianto, memberikan tanggapan tegas atas konten unggahan di]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA —</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) melalui Kuasa Hukumnya, Widodo Sigit Pudjianto, memberikan tanggapan tegas atas konten unggahan di media sosial Instagram oleh selebgram Shabrina Adfi mengenai klaim dana nasabah. Perseroan menilai narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan fakta, mengandung informasi menyesatkan, serta telah merugikan reputasi BTN.</p>
<p>&#8220;Kami melihat ada upaya menggiring opini publik yang tidak berimbang melalui media sosial. Konten yang disebarkan saudari Shabrina Adfi jelas-jelas menyesatkan, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, dan merugikan nama baik institusi kami. Atas dasar itu, kami bersiap melayangkan somasi terbuka serta menempuh langkah-langkah hukum yang diperlukan demi melindungi kepentingan dan reputasi Perseroan,&#8221; ujar Widodo di Jakarta, Minggu (13/9).</p>
<p>Terkait substansi permasalahan, Widodo Sigit Pudjianto menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari permasalahan saudari Linawati yang merupakan ibu mertua dari Shabrina. Dalam perkembangannya, BTN menegaskan komitmen penuh terhadap penegakan hukum dan tidak menoleransi fraud dalam bentuk apa pun. Ketika menemukan adanya pelanggaran, Perseroan telah mengambil langkah hukum tegas dengan melaporkan mantan pegawainya sendiri ke Polda Metro Jaya pada 4 Mei 2023. Laporan tersebut berujung pada vonis hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 13 Maret 2024.</p>
<p>Kendati demikian, Widodo Sigit Pudjianto menyoroti adanya perbedaan material terkait angka klaim yang disebarkan di ruang publik. Berdasarkan data, klaim Rp17 miliar yang digaungkan di media sosial tidak sesuai dengan dokumen resmi yang ada. Dalam gugatan terbaru yang diajukan oleh pihak penggugat sendiri di pengadilan, nilai pokok dana yang dituntut tercantum sekitar Rp7,26 miliar, ditambah tuntutan bunga sekitar Rp1,68 miliar. Nilai tersebut pun merupakan dalil pihak penggugat dan bukan pengakuan BTN mengenai nilai kerugian atau kewajiban pembayaran Perseroan.</p>
<p>Saat ini, proses hukum perdata terkait perkara tersebut masih berjalan dan berlangsung di pengadilan. Pada perkara pertama, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Februari 2025 telah menyatakan gugatan tidak dapat diterima dan putusan tersebut tidak memuat amar yang memerintahkan BTN melakukan pembayaran. Karena gugatan kembali dilayangkan dan proses persidangan masih berlangsung, Widodo meminta seluruh pihak untuk menghormati jalannya peradilan yang sah serta tidak membangun opini sepihak.</p>
<p>&#8220;Proses perdata terkait klien kami dengan saudari Linawati saat ini masih berjalan di pengadilan. Kami mengimbau semua pihak agar bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, bukan justru membangun asumsi sepihak di ruang digital,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebagai institusi perbankan yang taat hukum, BTN memastikan senantiasa kooperatif dan menjunjung tinggi prinsip kepatuhan serta perlindungan hak nasabah. Widodo menegaskan bahwa jika nantinya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) memerintahkan Perseroan untuk melakukan pembayaran, maka pihaknya akan dengan patuh dan bertanggung jawab memenuhinya sesuai dengan amar putusan hakim.</p>
<p>Melalui pernyataan ini, BTN berharap publik dan media dapat melihat permasalahan secara objektif berdasarkan koridor hukum, serta menegaskan bahwa Perseroan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan terhadap penyampaian informasi atau tuduhan yang tidak didukung fakta demi melindungi reputasi institusi.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
