<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lifestyle &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Sep 2026 06:35:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>Lifestyle &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/207030/inemuri-tradisi-tidur-di-kantor-jepang-yang-tak-selalu-dianggap-malas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 06:35:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207030</guid>

					<description><![CDATA[Tidur saat jam kerja umumnya identik dengan anggapan malas atau tidak profesional. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Jepang. Di Negeri]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" dir="auto" data-start="74" data-end="419">Tidur saat jam kerja umumnya identik dengan anggapan malas atau tidak profesional. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Jepang. Di Negeri Sakura, terdapat fenomena budaya yang dikenal sebagai <strong data-start="297" data-end="308">inemuri</strong>, yakni kebiasaan tertidur sejenak ketika seseorang tetap berada dalam sebuah aktivitas atau lingkungan sosial.</p>
<p dir="auto" data-start="421" data-end="717">Inemuri secara sederhana dapat dipahami sebagai “tidur sambil tetap hadir”. Praktik ini dapat ditemukan dalam berbagai situasi, mulai dari perjalanan menggunakan transportasi umum hingga lingkungan kerja, rapat, ruang belajar, dan tempat-tempat umum lainnya.</p>
<p dir="auto" data-start="719" data-end="979">Fenomena tersebut menjadi menarik karena orang yang tertidur tidak selalu dianggap sedang menghindari pekerjaan. Dalam konteks tertentu, tidur sejenak justru dapat dipandang sebagai tanda bahwa seseorang sedang kelelahan setelah menjalani aktivitas yang padat.</p>
<p dir="auto" data-start="981" data-end="1311">Peneliti budaya Jepang dari University of Cambridge, Brigitte Steger, merupakan salah satu akademisi yang banyak meneliti fenomena inemuri. Dalam kajiannya, tidur di ruang publik di Jepang tidak semata-mata dipahami sebagai perilaku individual, tetapi juga memiliki konteks sosial dan budaya.</p>
<p dir="auto" data-start="1313" data-end="1596">Yang membedakan inemuri dengan tidur biasa adalah konsep “tetap hadir”. Seseorang memang memejamkan mata dan tertidur untuk sementara waktu, tetapi secara sosial ia masih dianggap berada dalam aktivitas tersebut. Karena itu, konteks menjadi bagian penting dalam memahami praktik ini.</p>
<p dir="auto" data-start="1598" data-end="1960">Di lingkungan kantor, misalnya, seorang pekerja bisa saja tertidur sejenak ketika rapat berlangsung. Namun, penerimaan terhadap perilaku tersebut tidak otomatis berlaku bagi semua orang. Status, usia, posisi dalam organisasi, serta konteks kegiatan dapat memengaruhi apakah seseorang dianggap wajar ketika melakukan inemuri.</p>
<p dir="auto" data-start="1962" data-end="2278">Karyawan yang masih baru atau berada di posisi junior umumnya memiliki tuntutan berbeda dibandingkan pekerja yang lebih senior. Dalam sejumlah kajian mengenai inemuri, semakin tinggi posisi sosial atau jabatan seseorang, semakin besar pula toleransi terhadap kebiasaan tersebut.</p>
<p dir="auto" data-start="2280" data-end="2655">Budaya kerja juga menjadi salah satu latar belakang penting munculnya fenomena ini. Tidur di tempat kerja dapat dibaca sebagai konsekuensi dari rasa lelah setelah menjalani aktivitas dan pekerjaan yang panjang. Dengan kata lain, seseorang yang tertidur tidak selalu dianggap sedang mengabaikan tugas, tetapi dapat dipandang sebagai orang yang telah mengerahkan banyak tenaga.</p>
<p dir="auto" data-start="2657" data-end="3021">Fenomena tersebut juga tidak hanya berlangsung di kantor. Orang Jepang dapat ditemukan tertidur di kereta, taman, kafe, perpustakaan, hingga berbagai ruang publik. Penelitian mengenai inemuri menunjukkan bahwa tidur singkat di ruang publik telah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang memiliki konteks tersendiri di Jepang.</p>
<p dir="auto" data-start="3023" data-end="3429">Meski demikian, inemuri tidak seharusnya dipahami sebagai pembenaran untuk bekerja sampai kelelahan. Di balik kebiasaan tersebut terdapat persoalan mengenai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Karena itu, fenomena inemuri justru memperlihatkan bagaimana masyarakat Jepang memiliki cara tersendiri dalam mempertemukan tuntutan produktivitas dengan kebutuhan tidur.</p>
<p dir="auto" data-start="3431" data-end="3804">Menariknya, tidur singkat pada siang hari juga telah menjadi perhatian dalam penelitian mengenai fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur siang dapat memberikan manfaat terhadap aspek tertentu seperti kewaspadaan dan memori. Namun, manfaat tersebut tidak mengubah fakta bahwa kebutuhan tidur malam yang cukup tetap penting bagi kesehatan dan fungsi tubuh.</p>
<p dir="auto" data-start="3806" data-end="4209">Pada akhirnya, inemuri bukan sekadar kebiasaan tidur di tengah aktivitas. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebuah tindakan yang di banyak tempat dapat dianggap sebagai tanda kemalasan justru memperoleh makna sosial yang berbeda di Jepang. Di balik mata yang terpejam, terdapat konteks budaya, posisi sosial, serta cara masyarakat memandang kerja dan kelelahan.</p>
<p dir="auto" data-start="4211" data-end="4516" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan demikian, ketika melihat seseorang tertidur di kantor Jepang, konteksnya tidak bisa langsung disamakan dengan tidur saat bekerja di tempat lain. Bisa jadi, orang tersebut bukan sedang meninggalkan pekerjaannya, melainkan tengah menjalani salah satu fenomena budaya yang dikenal sebagai <strong data-start="4504" data-end="4515">inemuri</strong>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206786/pilihan-4-sepatu-lari-new-balance-terbaik-empuk-dan-nyaman-dipakai-berlari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 03:34:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206780</guid>

					<description><![CDATA[Sepatu running dari New Balance menjadi salah satu pilihan favorit di kalangan pelari. Terkenal karena teknologi bantalannya yang sangat empuk dan kenyamanan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sepatu running dari New Balance menjadi salah satu pilihan favorit di kalangan pelari.</p>
<p>Terkenal karena teknologi bantalannya yang sangat empuk dan kenyamanan yang tinggi untuk berbagai jenis kaki.</p>
<p>Merek New Balance menawarkan beberapa lini produk unggulan untuk memenuhi kebutuhan lari sehari-hari, lari jarak jauh, hingga lari cepat.</p>
<p>Selain berfokus pada inovasi, New Balance juga mempertahankan proses produksi di Amerika Serikat dan Inggris untuk beberapa lini premium mereka.</p>
<p>Berikut adalah beberapa rekomendasi sepatu running New Balance yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan:</p>
<p><strong>1. New Balance 880v15</strong></p>
<p>New Balance 880 sering kali dianggap kurang menonjol dari seri 1080.</p>
<p>Namun, dari segi desain dan kenyamanan, kualitasnya tetap dapat diandalkan.</p>
<p>Pada versi 880v15, terdapat peningkatan yang membuatnya lebih menonjol daripada generasi sebelumnya.</p>
<p>Melansir dari laman <a href="https://www.newbalance.com/pd/fresh-foam-x-880v15/M880V15-48603.html">New Balance</a>,  Midsole Fresh Foam X  kini lebih tebal di bagian tumit dan forefoot memberi pengalaman lari lebih stabil dan responsif.</p>
<p>Kombinasi antara bantalan dan performanya terasa seimbang, menjadikannya layak oleh para pelari.</p>
<p>Kendati pilihan warnanya cenderung sederhana, performanya sangat mengejutkan.</p>
<p>Saat dipakai, sepatu ini terasa ringan dan gesit, dengan sensasi yang lebih padat dan kokoh dari model lainnya.</p>
<p>Tentu sangat ideal untuk pelari pemula  maupun pelari berpengalaman yang ingin menambah variasi dalam rutinitas latihan mingguan.</p>
<p>Harga sepatu New Balance 880v15 sekitar Rp2,2 juta.</p>
<p><strong>2. New Balance 1080v14</strong></p>
<p>Jika kamu menyukai sepatu dengan bantalan maksimal, seri 1080 dari New Balance akan langsung cocok untukmu.</p>
<p>Sepatu ini selalu menawarkan energi besar dari bantalan empuk sebagai Big Cushion Energy (BCE). New Balance memang konsisten dalam memberikan kenyamanan ekstra</p>
<p>Namun, hasilnya jelas, karena sepatu ini tetap tangguh mulai dari lari pemulihan hingga jarak jauh dengan ritme yang stabil. Versi ke-14 ini memang sedikit lebih berat</p>
<p>Namun, terdapat peningkatan pada bagian midfoot yang kini lebih stabil dan snug.</p>
<p>Bagian atas sepatu juga mendapatkan pembaruan dengan mesh baru lebih breathable.</p>
<p>Meskipun beratnya sedikit bertambah, kenyamanan dan fit-nya juga meningkat.</p>
<p>Jadi, meskipun sedikit lebih berat, manfaatnya tetap terasa. Harga untuk Sepatu New Balance 1080v14 adalah sekitar Rp2,6 juta.</p>
<p><strong>3. New Balance SC Trainer v3</strong></p>
<p>New Balance akhirnya berhasil menyempurnakan sepatu super mereka dengan SC Trainer v3.</p>
<p>Versi terbaru ini terasa lebih ramping dan ringan dari pendahulunya sebagai sepatu astronot karena ukurannya besar.</p>
<p>Tinggi solnya kini sedikit berkurang, sehingga transisi langkah terasa lebih mulus dan fleksibel saat lari.</p>
<p>Perubahan ini membuat sepatu tidak lagi terasa kaku, melainkan memberikan kesan lebih halus dan responsif pada kaki.</p>
<p>Teknologi carbon plate Energy Arc tetap ada, namun kini dengan bentuk geometri sol untuk mendukung pergerakan kaki lebih alami.</p>
<p>Foam FuelCell juga merupakan versi baru, terasa lebih ringan dengan pantulan yang lebih responsif.</p>
<p>Harga untuk Sepatu New Balance SC Trainer v3 adalah sekitar Rp2,9 juta.</p>
<p><strong>4. New Balance Fresh Foam Balos</strong></p>
<p>Meskipun Balos tidak menggunakan carbon plate, sepatu ini tetap tampil sebagai pilihan lari harian  stabil, ringan, dan nyaman.</p>
<p>Midsole-nya terasa empuk dan halus, cocok untuk pemakaian rutin tanpa membuat kaki cepat lelah.</p>
<p>Bantalan Fresh Foam X bagian bawah memberikan sensasi lari lembut sekaligus stabil, mirip dengan saat menggunakan 1080v13.</p>
<p>Bagian atas sepatu terbuat dari engineered mesh yang breathable dan pas membungkus kaki, memberi kenyamanan tanpa tekanan berlebih.</p>
<p>Area midfoot terasa aman, sedangkan bagian tumit tidak mengalami selip atau gangguan, sehingga bisa berlari tanpa perlu menyesuaikan posisi kaki.</p>
<p>Outsole-nya juga dengan grip yang baik tanpa membuat sepatu terasa berat.</p>
<p>Ini adalah pilihan yang ideal bagi kamu yang mencari sensasi lembut dan bouncy, namun tidak ingin menggunakan sepatu dengan sol yang terlalu tinggi.</p>
<p>Sepatu New Balance Fresh Foam Balos  dengan harga sekitar Rp3,3 juta.</p>
<p>Kini kamu telah memahami berbagai pilihan sepatu lari terbaik dari New Balance beserta karakteristik masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206734/jangan-disepelekan-ini-9-tanda-tubuh-terlalu-banyak-mengonsumsi-gula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 03:54:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206734</guid>

					<description><![CDATA[Makanan dan minuman manis memang sulit ditolak. Mulai dari kopi susu, minuman kemasan, kue, cokelat hingga makanan ringan, gula dapat ditemukan dalam]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makanan dan minuman manis memang sulit ditolak. Mulai dari kopi susu, minuman kemasan, kue, cokelat hingga makanan ringan, gula dapat ditemukan dalam berbagai produk yang dikonsumsi sehari-hari.</p>
<p>Gula sendiri merupakan sumber energi bagi tubuh. Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat membawa sejumlah dampak bagi kesehatan. Tubuh bahkan dapat memberikan sinyal ketika asupan gula mulai terlalu banyak.</p>
<p>Masalahnya, tanda-tanda tersebut sering dianggap sebagai kondisi biasa. Padahal, perubahan seperti cepat lapar, mudah lelah, hingga terus menginginkan makanan manis patut menjadi perhatian.</p>
<p>Berikut sembilan tanda yang bisa muncul ketika tubuh terlalu banyak mendapatkan asupan gula.</p>
<p><strong>1. Sering Merasa Lapar</strong></p>
<p>Rasa lapar yang muncul terus-menerus bisa menjadi salah satu tanda pola makan terlalu tinggi gula.</p>
<p>Makanan tinggi gula umumnya tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Akibatnya, seseorang dapat kembali merasa lapar dalam waktu relatif singkat dan terdorong untuk ngemil.</p>
<p><strong>2. Mudah Lelah</strong></p>
<p>Gula memang dapat memberikan energi dengan cepat. Namun, efek tersebut tidak selalu bertahan lama.</p>
<p>Setelah terjadi peningkatan energi, tubuh dapat mengalami penurunan energi sehingga muncul rasa lemas atau mengantuk. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa membutuhkan makanan atau minuman manis lagi untuk mendapatkan energi.</p>
<p><strong>3. Mudah Marah atau Suasana Hati Berubah</strong></p>
<p>Perubahan energi setelah mengonsumsi makanan tinggi gula juga dapat berpengaruh terhadap suasana hati.</p>
<p>Seseorang mungkin menjadi lebih mudah tersinggung, gelisah, atau mengalami perubahan mood. Jika kondisi tersebut sering terjadi bersamaan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan manis, pola makan sehari-hari perlu diperhatikan.</p>
<p><strong>4. Selalu Ingin Makanan Manis</strong></p>
<p>Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya keinginan kuat untuk kembali mengonsumsi makanan atau minuman manis.</p>
<p>Gula dapat mengaktifkan sistem penghargaan di otak yang berkaitan dengan rasa senang. Hal ini dapat membuat seseorang terus mencari makanan manis dan semakin sulit mengurangi konsumsinya.</p>
<p><strong>5. Makanan Terasa Kurang Manis</strong></p>
<p>Jika makanan yang sebelumnya sudah terasa manis kini dianggap kurang manis, bisa jadi lidah telah terbiasa dengan tingkat kemanisan yang lebih tinggi.</p>
<p>Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang menambahkan gula atau memilih produk dengan kandungan gula lebih tinggi agar mendapatkan rasa yang dianggap sesuai.</p>
<p><strong>6. Berat Badan Bertambah</strong></p>
<p>Kelebihan kalori dari makanan dan minuman tinggi gula dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.</p>
<p>Risikonya semakin besar apabila makanan manis dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.</p>
<p><strong>7. Muncul Jerawat</strong></p>
<p>Pola makan tinggi gula juga dikaitkan dengan kondisi kulit pada sebagian orang.</p>
<p>Konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi dapat memengaruhi proses metabolisme dan peradangan yang berpotensi memperburuk masalah kulit, termasuk jerawat. Karena itu, perubahan kondisi kulit juga dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi pola makan.</p>
<p><strong>8. Mengalami Gangguan Pencernaan</strong></p>
<p>Terlalu banyak gula dapat memicu keluhan pada sistem pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap jenis makanan tertentu.</p>
<p>Keluhannya dapat berupa perut kembung, kram, atau diare. Kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain sehingga tidak tepat langsung menyimpulkannya sebagai akibat gula.</p>
<p>Jika gangguan pencernaan terus berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.</p>
<p><strong>9. Nyeri atau Pegal pada Persendian</strong></p>
<p>Asupan gula berlebihan dapat berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat disertai keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada persendian.</p>
<p>Namun, nyeri sendi memiliki banyak kemungkinan penyebab. Karena itu, gejala tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator bahwa seseorang mengalami kelebihan konsumsi gula.</p>
<p><strong>Bedakan Kecanduan Gula dan Gula Darah Tinggi</strong></p>
<p>Istilah &#8220;kecanduan gula&#8221; sering digunakan untuk menggambarkan keinginan kuat mengonsumsi makanan manis. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan gula darah tinggi atau diabetes.</p>
<p>Gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, kelelahan berat, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, atau perubahan berat badan tanpa sebab jelas perlu mendapat perhatian medis karena dapat berkaitan dengan gangguan kadar gula darah.</p>
<p>Karena itu, jangan menjadikan satu atau dua gejala sebagai dasar untuk melakukan diagnosis sendiri.</p>
<p>Batasi Gula Tambahan</p>
<p>Langkah paling sederhana adalah mulai memperhatikan sumber gula dalam makanan dan minuman sehari-hari.</p>
<p>Minuman manis, makanan ringan, kue, saus, serta berbagai produk olahan dapat menyumbang gula tambahan tanpa disadari. Mengurangi konsumsi secara bertahap dan menggantinya dengan makanan yang lebih kaya serat, protein, serta nutrisi lain dapat membantu membangun pola makan yang lebih seimbang.</p>
<p>Jika muncul keluhan yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, penyebab sebenarnya dapat diketahui dan penanganan bisa dilakukan sesuai kondisi tubuh.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206723/pemilik-kucing-wajib-tahu-5-hal-sepele-ini-bisa-memicu-stres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 02:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206723</guid>

					<description><![CDATA[Kucing dikenal sebagai hewan yang mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Namun, bukan berarti kucing terbebas dari stres. Berbeda dengan manusia, kucing]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Kucing dikenal sebagai hewan yang mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Namun, bukan berarti kucing terbebas dari stres.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berbeda dengan manusia, kucing tidak dapat secara langsung menunjukkan apa yang membuatnya merasa tertekan. Akibatnya, perubahan perilaku yang sebenarnya merupakan tanda stres sering dianggap sebagai kebiasaan biasa oleh pemilik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Padahal, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi kesehatan kucing.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berikut sejumlah hal yang dapat menjadi pemicu stres pada kucing dan kerap luput dari perhatian.</p>
<p><strong>1. Perubahan Lingkungan</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing merupakan hewan yang cukup menyukai rutinitas. Perubahan lingkungan secara tiba-tiba dapat membuatnya merasa tidak aman.</p>
<p class="isSelectedEnd">Memindahkan tempat tinggal, mengubah posisi perabotan, atau membawa kucing ke lingkungan baru bisa menjadi pengalaman yang membuatnya tertekan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bahkan perubahan kecil di dalam rumah terkadang membutuhkan waktu bagi kucing untuk beradaptasi.</p>
<p><strong>2. Kedatangan Orang atau Hewan Baru</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kehadiran anggota keluarga baru, tamu yang sering datang, maupun hewan peliharaan lain dapat memengaruhi kondisi emosional kucing.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing yang terbiasa hidup sendiri mungkin membutuhkan waktu untuk menerima kehadiran makhluk baru di wilayahnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika proses perkenalan dilakukan secara terburu-buru, kucing dapat merasa wilayah dan sumber dayanya terancam.</p>
<p><strong>3. Suara Keras dan Aktivitas Berlebihan</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing memiliki pendengaran yang sensitif. Suara keras yang muncul secara tiba-tiba, seperti suara mesin, musik dengan volume tinggi, atau keributan di rumah, dapat membuatnya merasa terancam.</p>
<p class="isSelectedEnd">Lingkungan yang terlalu ramai juga bisa membuat kucing kesulitan mendapatkan tempat untuk beristirahat dengan tenang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, menyediakan area yang relatif tenang dapat membantu kucing merasa lebih aman.</p>
<p><strong>4. Kurang Stimulasi dan Aktivitas</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Stres pada kucing tidak selalu disebabkan oleh lingkungan yang terlalu ramai. Kondisi sebaliknya juga dapat menjadi masalah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing yang terlalu lama berada di lingkungan monoton tanpa aktivitas atau stimulasi yang cukup bisa mengalami kebosanan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Permainan, tempat memanjat, area untuk bersembunyi, serta kesempatan mengeksplorasi lingkungan secara aman dapat membantu memenuhi kebutuhan alaminya.</p>
<p><strong>5. Perubahan Rutinitas Pemilik</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing dapat terbiasa dengan jadwal tertentu, termasuk waktu makan, bermain, dan interaksi dengan pemilik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ketika rutinitas tersebut berubah drastis, kucing dapat mengalami kebingungan atau stres.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perubahan jam kerja pemilik, misalnya, dapat membuat waktu interaksi dengan kucing berkurang secara tiba-tiba.</p>
<p><strong>Kenali Perubahan Perilakunya</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Pemilik sebaiknya memperhatikan perubahan perilaku yang muncul setelah terjadi perubahan dalam lingkungan atau rutinitas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kucing yang mengalami stres dapat menunjukkan perilaku berbeda dari biasanya, seperti lebih sering bersembunyi, menjadi lebih agresif, mengeong secara berlebihan, atau mengalami perubahan pola makan dan penggunaan litter box.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, perubahan perilaku tidak selalu berarti kucing sedang stres. Masalah kesehatan juga dapat menimbulkan gejala serupa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, apabila perubahan perilaku berlangsung terus-menerus atau disertai gejala fisik, pemeriksaan oleh dokter hewan menjadi langkah yang tepat.</p>
<p>Memahami pemicu stres sejak dini dapat membantu pemilik menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi kucing. Dengan begitu, kucing tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung kebutuhan fisik dan perilakunya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206679/jangan-salah-pilih-ini-cara-menentukan-matras-yoga-yang-tepat-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 17:02:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205912</guid>

					<description><![CDATA[Matras yoga bukan sekadar alas latihan. Bagi praktisi yoga, matras berperan penting dalam kenyamanan, keamanan, dan kualitas gerakan. Matras yang tepat dapat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Matras yoga bukan sekadar alas latihan. Bagi praktisi yoga, matras berperan penting dalam kenyamanan, keamanan, dan kualitas gerakan. Matras yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan, mengurangi risiko cedera, sekaligus membuat sesi yoga terasa lebih fokus dan menyenangkan.</p>
<p>Namun, dengan banyaknya pilihan matras yoga di pasaran—mulai dari ketebalan, bahan, hingga tekstur—memilih yang paling sesuai bisa menjadi tantangan. Berikut panduan lengkap dan praktis yang bisa dijadikan acuan sebelum membeli matras yoga.</p>
<p><strong>1. Sesuaikan Ketebalan Matras dengan Jenis Latihan</strong></p>
<p>Ketebalan matras memengaruhi stabilitas dan kenyamanan tubuh.</p>
<ul data-start="779" data-end="1164">
<li data-start="779" data-end="933">Tipis (3–4 mm)Cocok untuk <em data-start="816" data-end="825">vinyasa</em>, <em data-start="827" data-end="837">ashtanga</em>, atau yoga dinamis yang membutuhkan keseimbangan tinggi. Lebih stabil, tetapi bantalan minimal.</li>
<li data-start="934" data-end="1045">Sedang (5–6 mm)Pilihan paling aman untuk pemula. Memberi bantalan cukup tanpa mengurangi kestabilan.</li>
<li data-start="1046" data-end="1164">Tebal (8–10 mm)Ideal untuk <em data-start="1084" data-end="1094">yin yoga</em>, <em data-start="1096" data-end="1114">restorative yoga</em>, atau bagi yang memiliki masalah lutut dan sendi.</li>
</ul>
<p>Tips: Jika sering berlatih di lantai keras, pilih matras yang sedikit lebih tebal.</p>
<p><strong>2. Perhatikan Bahan Matras</strong></p>
<p>Bahan menentukan daya cengkeram, daya tahan, dan keamanan kulit.</p>
<ul data-start="1356" data-end="1666">
<li data-start="1356" data-end="1427">PVC: Tahan lama dan terjangkau, tetapi kurang ramah lingkungan.</li>
<li data-start="1428" data-end="1498">TPE: Lebih ringan, tidak berbau, dan relatif ramah lingkungan.</li>
<li data-start="1499" data-end="1596">Karet alami (natural rubber): Anti-slip sangat baik dan eco-friendly, tetapi lebih berat.</li>
<li data-start="1597" data-end="1666">Kain microfiber: Cocok untuk hot yoga karena menyerap keringat.</li>
</ul>
<p>Tips: Jika kulit sensitif, hindari matras dengan bau kimia menyengat.</p>
<p><strong>3. Pastikan Permukaan Tidak Licin (Anti-Slip)</strong></p>
<p>Matras yang licin bisa berbahaya, terutama saat melakukan pose berdiri atau menahan beban tubuh.</p>
<ul data-start="1896" data-end="2037">
<li data-start="1896" data-end="1953">Pilih matras dengan tekstur berpori atau berpola.</li>
<li data-start="1954" data-end="2037">Untuk yoga dengan banyak keringat, cari matras dengan grip tinggi saat basah.</li>
</ul>
<p>Tips tambahan: Jika matras mulai licin, bersihkan secara rutin dengan lap basah atau cairan pembersih khusus yoga mat.</p>
<p><strong>4. Ukuran Matras Harus Sesuai Tinggi Badan</strong></p>
<p>Ukuran standar matras yoga umumnya sekitar 173–183 cm.</p>
<ul data-start="2275" data-end="2417">
<li data-start="2275" data-end="2348">Jika tinggi badan di atas rata-rata, pilih matras ekstra panjang.</li>
<li data-start="2349" data-end="2417">Lebar matras juga penting bagi yang membutuhkan ruang gerak lebih.</li>
</ul>
<p>Aturan sederhana: Panjang matras idealnya minimal 10–15 cm lebih panjang dari tinggi badan.</p>
<p><strong>5. Perhatikan Berat dan Kemudahan Dibawa</strong></p>
<p>Bagi yang sering berlatih di studio atau luar rumah, bobot matras menjadi faktor penting.</p>
<ul data-start="2661" data-end="2813">
<li data-start="2661" data-end="2722">Matras ringan (1–1,5 kg): praktis untuk dibawa bepergian.</li>
<li data-start="2723" data-end="2813">Matras berat (2–3 kg): biasanya lebih kokoh dan anti-slip, cocok untuk latihan di rumah.</li>
</ul>
<p data-start="2820" data-end="2869"><strong>6. Pilih Warna dan Desain yang Membuat Nyaman</strong></p>
<p>Meski terlihat sepele, warna dan desain matras bisa memengaruhi mood latihan.</p>
<ul data-start="2949" data-end="3035">
<li data-start="2949" data-end="2991">Warna lembut memberi efek menenangkan.</li>
<li data-start="2992" data-end="3035">Warna cerah bisa meningkatkan semangat.</li>
</ul>
<p>Yang terpenting, pilih desain yang membuat Anda betah dan konsisten berlatih.</p>
<p><strong>7. Sesuaikan dengan Anggaran, Jangan Asal Murah</strong></p>
<p>Harga matras yoga bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.</p>
<ul data-start="3248" data-end="3370">
<li data-start="3248" data-end="3301">Pemula tidak perlu langsung membeli matras mahal.</li>
<li data-start="3302" data-end="3370">Fokus pada kenyamanan, grip, dan keamanan, bukan merek semata.</li>
</ul>
<p>Matras berkualitas baik biasanya lebih awet dan ekonomis dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205912/jangan-salah-pilih-ini-cara-menentukan-matras-yoga-yang-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:02:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205912</guid>

					<description><![CDATA[Matras yoga bukan sekadar alas latihan. Bagi praktisi yoga, matras berperan penting dalam kenyamanan, keamanan, dan kualitas gerakan. Matras yang tepat dapat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Matras yoga bukan sekadar alas latihan. Bagi praktisi yoga, matras berperan penting dalam kenyamanan, keamanan, dan kualitas gerakan. Matras yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan, mengurangi risiko cedera, sekaligus membuat sesi yoga terasa lebih fokus dan menyenangkan.</p>
<p>Namun, dengan banyaknya pilihan matras yoga di pasaran—mulai dari ketebalan, bahan, hingga tekstur—memilih yang paling sesuai bisa menjadi tantangan. Berikut panduan lengkap dan praktis yang bisa dijadikan acuan sebelum membeli matras yoga.</p>
<p><strong>1. Sesuaikan Ketebalan Matras dengan Jenis Latihan</strong></p>
<p>Ketebalan matras memengaruhi stabilitas dan kenyamanan tubuh.</p>
<ul data-start="779" data-end="1164">
<li data-start="779" data-end="933">Tipis (3–4 mm)Cocok untuk <em data-start="816" data-end="825">vinyasa</em>, <em data-start="827" data-end="837">ashtanga</em>, atau yoga dinamis yang membutuhkan keseimbangan tinggi. Lebih stabil, tetapi bantalan minimal.</li>
<li data-start="934" data-end="1045">Sedang (5–6 mm)Pilihan paling aman untuk pemula. Memberi bantalan cukup tanpa mengurangi kestabilan.</li>
<li data-start="1046" data-end="1164">Tebal (8–10 mm)Ideal untuk <em data-start="1084" data-end="1094">yin yoga</em>, <em data-start="1096" data-end="1114">restorative yoga</em>, atau bagi yang memiliki masalah lutut dan sendi.</li>
</ul>
<p>Tips: Jika sering berlatih di lantai keras, pilih matras yang sedikit lebih tebal.</p>
<p><strong>2. Perhatikan Bahan Matras</strong></p>
<p>Bahan menentukan daya cengkeram, daya tahan, dan keamanan kulit.</p>
<ul data-start="1356" data-end="1666">
<li data-start="1356" data-end="1427">PVC: Tahan lama dan terjangkau, tetapi kurang ramah lingkungan.</li>
<li data-start="1428" data-end="1498">TPE: Lebih ringan, tidak berbau, dan relatif ramah lingkungan.</li>
<li data-start="1499" data-end="1596">Karet alami (natural rubber): Anti-slip sangat baik dan eco-friendly, tetapi lebih berat.</li>
<li data-start="1597" data-end="1666">Kain microfiber: Cocok untuk hot yoga karena menyerap keringat.</li>
</ul>
<p>Tips: Jika kulit sensitif, hindari matras dengan bau kimia menyengat.</p>
<p><strong>3. Pastikan Permukaan Tidak Licin (Anti-Slip)</strong></p>
<p>Matras yang licin bisa berbahaya, terutama saat melakukan pose berdiri atau menahan beban tubuh.</p>
<ul data-start="1896" data-end="2037">
<li data-start="1896" data-end="1953">Pilih matras dengan tekstur berpori atau berpola.</li>
<li data-start="1954" data-end="2037">Untuk yoga dengan banyak keringat, cari matras dengan grip tinggi saat basah.</li>
</ul>
<p>Tips tambahan: Jika matras mulai licin, bersihkan secara rutin dengan lap basah atau cairan pembersih khusus yoga mat.</p>
<p><strong>4. Ukuran Matras Harus Sesuai Tinggi Badan</strong></p>
<p>Ukuran standar matras yoga umumnya sekitar 173–183 cm.</p>
<ul data-start="2275" data-end="2417">
<li data-start="2275" data-end="2348">Jika tinggi badan di atas rata-rata, pilih matras ekstra panjang.</li>
<li data-start="2349" data-end="2417">Lebar matras juga penting bagi yang membutuhkan ruang gerak lebih.</li>
</ul>
<p>Aturan sederhana: Panjang matras idealnya minimal 10–15 cm lebih panjang dari tinggi badan.</p>
<p><strong>5. Perhatikan Berat dan Kemudahan Dibawa</strong></p>
<p>Bagi yang sering berlatih di studio atau luar rumah, bobot matras menjadi faktor penting.</p>
<ul data-start="2661" data-end="2813">
<li data-start="2661" data-end="2722">Matras ringan (1–1,5 kg): praktis untuk dibawa bepergian.</li>
<li data-start="2723" data-end="2813">Matras berat (2–3 kg): biasanya lebih kokoh dan anti-slip, cocok untuk latihan di rumah.</li>
</ul>
<p data-start="2820" data-end="2869"><strong>6. Pilih Warna dan Desain yang Membuat Nyaman</strong></p>
<p>Meski terlihat sepele, warna dan desain matras bisa memengaruhi mood latihan.</p>
<ul data-start="2949" data-end="3035">
<li data-start="2949" data-end="2991">Warna lembut memberi efek menenangkan.</li>
<li data-start="2992" data-end="3035">Warna cerah bisa meningkatkan semangat.</li>
</ul>
<p>Yang terpenting, pilih desain yang membuat Anda betah dan konsisten berlatih.</p>
<p><strong>7. Sesuaikan dengan Anggaran, Jangan Asal Murah</strong></p>
<p>Harga matras yoga bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.</p>
<ul data-start="3248" data-end="3370">
<li data-start="3248" data-end="3301">Pemula tidak perlu langsung membeli matras mahal.</li>
<li data-start="3302" data-end="3370">Fokus pada kenyamanan, grip, dan keamanan, bukan merek semata.</li>
</ul>
<p>Matras berkualitas baik biasanya lebih awet dan ekonomis dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206526/membaca-al-quran-diyakini-bantu-redakan-stres-dan-tenangkan-pikiran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 20:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206526</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah meningkatnya tekanan hidup modern, banyak orang mencari cara untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Salah satu kebiasaan yang kembali mendapat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="183" data-end="496">Di tengah meningkatnya tekanan hidup modern, banyak orang mencari cara untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Salah satu kebiasaan yang kembali mendapat perhatian adalah membaca kitab suci <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Al-Qur&#8217;an</span></span> yang diyakini mampu memberikan ketenangan batin bagi pembacanya.</p>
<p data-start="498" data-end="806">Sejumlah kajian keagamaan dan pengalaman masyarakat menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya bagian dari ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana relaksasi mental. Bacaan ayat-ayat suci yang dilantunkan secara tartil sering kali menciptakan suasana tenang dan membantu menurunkan ketegangan emosional.</p>
<h4 data-section-id="1hhsdsc" data-start="808" data-end="850"><span role="text"><strong data-start="812" data-end="850">Efek Menenangkan dari Irama Bacaan</strong></span></h4>
<p data-start="851" data-end="1109">Banyak orang merasakan ketenangan ketika mendengarkan atau membaca Al-Qur’an secara perlahan dan teratur. Irama bacaan yang konsisten diduga dapat membantu otak memasuki kondisi lebih rileks, mirip dengan efek meditasi atau teknik pernapasan dalam relaksasi.</p>
<p data-start="1111" data-end="1230">Kondisi ini membuat pikiran lebih fokus dan tidak mudah terjebak dalam kecemasan atau pikiran berulang yang melelahkan.</p>
<h4 data-section-id="12nhdft" data-start="1232" data-end="1277"><span role="text"><strong data-start="1236" data-end="1277">Mengalihkan Pikiran dari Stres Harian</strong></span></h4>
<p data-start="1278" data-end="1531">Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan, membaca Al-Qur’an juga berfungsi sebagai pengalih perhatian dari berbagai beban pikiran. Fokus pada ayat-ayat yang dibaca membantu seseorang menjauh dari pikiran negatif yang dapat memicu stres berlebihan.</p>
<p data-start="1533" data-end="1702">Selain itu, pemaknaan ayat-ayat yang dibaca sering kali memberikan sudut pandang baru dalam menghadapi masalah hidup, sehingga seseorang merasa lebih tenang dan optimis.</p>
<h4 data-section-id="rwu5hd" data-start="1704" data-end="1758"><span role="text"><strong data-start="1708" data-end="1758">Memberi Ketenangan Emosional dan Spiritualitas</strong></span></h4>
<p data-start="1759" data-end="2025">Bagi sebagian besar umat Muslim, membaca Al-Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga bentuk komunikasi spiritual yang memberikan rasa dekat dengan Tuhan. Rasa ini sering kali menghadirkan ketenangan emosional yang sulit diperoleh dari aktivitas lain.</p>
<p data-start="2027" data-end="2176">Ketenangan tersebut kemudian berdampak pada keseimbangan emosi, membuat seseorang lebih sabar dan lebih mampu mengendalikan diri dalam situasi sulit.</p>
<h4 data-section-id="u7h4qa" data-start="2178" data-end="2216"><span role="text"><strong data-start="2182" data-end="2216">Dianjurkan Dibaca Secara Rutin</strong></span></h4>
<p data-start="2217" data-end="2454">Para tokoh agama menganjurkan agar membaca Al-Qur’an dilakukan secara rutin, meskipun hanya beberapa ayat setiap hari. Konsistensi ini dianggap lebih penting dibandingkan jumlah bacaan, karena yang utama adalah pemahaman dan penghayatan.</p>
<p data-start="2456" data-end="2616">Dengan kebiasaan tersebut, banyak orang merasakan manfaat jangka panjang berupa ketenangan batin, pikiran yang lebih jernih, dan kualitas hidup yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206483/kenapa-jendela-pesawat-tidak-kotak-ternyata-ini-alasan-teknis-di-baliknya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 17:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206483</guid>

					<description><![CDATA[Bentuk jendela pesawat yang melengkung dan tidak bersudut ternyata bukan hasil pertimbangan desain semata. Di balik tampilannya yang sederhana, terdapat alasan teknis]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="98" data-end="373">Bentuk jendela pesawat yang melengkung dan tidak bersudut ternyata bukan hasil pertimbangan desain semata. Di balik tampilannya yang sederhana, terdapat alasan teknis dan keselamatan penerbangan yang sangat penting untuk melindungi struktur pesawat saat berada di ketinggian.</p>
<p data-start="375" data-end="591">Banyak penumpang mungkin mengira bentuk bulat atau oval pada jendela pesawat hanya untuk estetika. Namun, desain tersebut merupakan hasil dari pembelajaran panjang industri penerbangan terkait keselamatan struktural.</p>
<h3 data-section-id="1j7u7jw" data-start="598" data-end="635">Menghindari Tekanan Udara Ekstrem</h3>
<p data-start="636" data-end="850">Pada ketinggian jelajah, pesawat menghadapi perbedaan tekanan udara yang sangat besar antara bagian dalam kabin dan lingkungan luar. Perbedaan ini menciptakan tekanan kuat pada badan pesawat, termasuk area jendela.</p>
<p data-start="852" data-end="1047">Jika jendela dibuat dengan sudut tajam, tekanan udara cenderung menumpuk di titik sudut tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan retakan yang berpotensi menyebar dan membahayakan struktur pesawat.</p>
<p data-start="1049" data-end="1181">Sebaliknya, bentuk melengkung membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata sehingga mengurangi risiko kerusakan struktural.</p>
<h3 data-section-id="1mq14k1" data-start="1188" data-end="1230">Pelajaran dari Kecelakaan di Masa Lalu</h3>
<p data-start="1231" data-end="1448">Desain jendela pesawat modern tidak lepas dari evaluasi sejarah industri penerbangan. Pada masa awal penerbangan jet komersial, beberapa kecelakaan terjadi akibat kegagalan struktur di sekitar jendela berbentuk kotak.</p>
<p data-start="1450" data-end="1685">Dari kejadian tersebut, para insinyur kemudian menyimpulkan bahwa sudut tajam menjadi titik lemah yang rentan terhadap tekanan berulang (<em data-start="1587" data-end="1602">metal fatigue</em>). Sejak saat itu, desain jendela pesawat diubah menjadi berbentuk bulat atau oval.</p>
<h3 data-section-id="1sij2z" data-start="1692" data-end="1738">Mencegah Retakan dan Meningkatkan Keamanan</h3>
<p data-start="1739" data-end="1976">Selain faktor tekanan udara, bentuk melengkung juga berfungsi mengurangi risiko retakan mikro pada material badan pesawat. Dalam jangka panjang, hal ini membantu meningkatkan umur struktur pesawat sekaligus menjaga keselamatan penumpang.</p>
<p data-start="1978" data-end="2111">Material yang digunakan pada jendela pesawat pun dirancang berlapis dan sangat kuat untuk menahan tekanan ekstrem selama penerbangan.</p>
<p data-start="1978" data-end="2111">Desain yang Mengutamakan Keselamatan</p>
<p data-start="2159" data-end="2417">Meskipun terlihat sederhana, setiap detail pada pesawat dirancang berdasarkan standar keselamatan yang sangat ketat. Bentuk jendela yang membulat menjadi salah satu contoh bagaimana aspek teknis lebih diutamakan dibandingkan estetika dalam dunia penerbangan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;In This Economy&#8221;: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206438/in-this-economy-ketika-keluhan-ekonomi-menjadi-tren-bagaimana-islam-memandangnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 05:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206438</guid>

					<description><![CDATA[Ungkapan &#8220;In This Economy?&#8221; semakin sering muncul di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Frasa yang berasal dari bahasa Inggris itu digunakan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Ungkapan &#8220;In This Economy?&#8221; semakin sering muncul di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Frasa yang berasal dari bahasa Inggris itu digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang dianggap semakin berat, mulai dari harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya hidup yang terus naik, hingga sulitnya masyarakat mencapai berbagai target finansial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Awalnya, kalimat tersebut banyak digunakan sebagai bentuk sindiran atau humor ketika seseorang membicarakan pengeluaran yang dianggap mahal. Namun, seiring waktu, &#8220;In This Economy?&#8221; berkembang menjadi simbol keresahan ekonomi yang dirasakan banyak orang, khususnya generasi muda yang menghadapi tekanan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan tingginya harga aset seperti rumah maupun pendidikan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah fenomena tersebut, Islam menawarkan perspektif yang berbeda dalam memandang tantangan ekonomi. Agama ini tidak hanya berbicara soal cara mencari rezeki, tetapi juga mengatur bagaimana seseorang menyikapi kekayaan, kesulitan ekonomi, dan ketimpangan sosial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam pandangan Islam, rezeki memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar pendapatan atau jumlah uang yang dimiliki seseorang. Rezeki mencakup kesehatan, keluarga, waktu, kesempatan, ilmu pengetahuan, hingga ketenangan hidup.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, ukuran kesejahteraan tidak selalu identik dengan tingginya penghasilan. Seseorang bisa saja memiliki pendapatan besar, tetapi hidup dalam tekanan dan ketidaktenangan. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun merasa cukup dan bahagia.</p>
<p class="isSelectedEnd">Konsep ini dikenal sebagai <em>qana&#8217;ah</em>, yaitu sikap merasa cukup terhadap apa yang dimiliki tanpa kehilangan semangat untuk terus berusaha dan berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Islam tidak menutup mata terhadap realitas ekonomi yang sulit. Al-Qur&#8217;an mengakui bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk persoalan ekonomi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, keluhan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup atau sulitnya mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Namun Islam mendorong agar keresahan tersebut tidak berubah menjadi keputusasaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam ajaran Islam, kesulitan ekonomi dipandang sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan ikhtiar, kesabaran, dan solidaritas sosial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fenomena &#8220;In This Economy?&#8221; juga memunculkan perdebatan mengenai pola konsumsi masyarakat modern. Banyak orang mengeluhkan kondisi ekonomi, tetapi pada saat yang sama terjebak dalam budaya konsumtif yang dipengaruhi media sosial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tekanan untuk mengikuti tren, membeli barang terbaru, hingga mempertahankan citra tertentu sering kali membuat pengeluaran meningkat melebihi kemampuan finansial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Islam mengajarkan prinsip keseimbangan dalam penggunaan harta. Sikap boros maupun terlalu kikir sama-sama tidak dianjurkan. Umat didorong untuk mengelola keuangan secara bijak, memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan, serta menghindari utang konsumtif yang tidak produktif.</p>
<p class="isSelectedEnd">Yang menarik, Islam tidak hanya menawarkan solusi pada level individu. Dalam konsep ekonomi Islam, kesejahteraan masyarakat juga menjadi tanggung jawab bersama.</p>
<p class="isSelectedEnd">Instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf dirancang untuk membantu distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan tertentu. Sistem tersebut bertujuan mengurangi kesenjangan sosial sekaligus memperkuat daya tahan kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah meningkatnya biaya hidup, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang diajarkan Islam dinilai semakin relevan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi modern.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fenomena &#8220;In This Economy?&#8221; menunjukkan bahwa persoalan ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga, persaingan kerja yang ketat, dan ketidakpastian ekonomi global menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi bersama.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam perspektif Islam, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, kesulitan ekonomi harus dihadapi dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang bijak, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga keyakinan bahwa setiap kesulitan akan disertai jalan keluar.</p>
<p>Di saat banyak orang mempertanyakan masa depan dengan ungkapan &#8220;In This Economy?&#8221;, Islam mengajarkan bahwa harapan, usaha, dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206468/lima-superfood-alami-yang-ternyata-sudah-dikenal-sejak-zaman-nabi-mudah-ditemukan-dan-kaya-manfaat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 06:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206468</guid>

					<description><![CDATA[Gaya hidup sehat berbasis makanan alami semakin diminati masyarakat modern. Namun, jauh sebelum istilah “superfood” populer, sejumlah bahan pangan bergizi tinggi ternyata]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="121" data-end="380">Gaya hidup sehat berbasis makanan alami semakin diminati masyarakat modern. Namun, jauh sebelum istilah “superfood” populer, sejumlah bahan pangan bergizi tinggi ternyata sudah dikenal dan dikonsumsi sejak berabad-abad lalu, termasuk pada masa Rasulullah SAW.</p>
<p data-start="382" data-end="621">Makanan-makanan ini tidak hanya mudah ditemukan, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut lima superfood yang dikenal luas dalam tradisi konsumsi pada masa tersebut dan masih relevan hingga kini.</p>
<hr data-start="623" data-end="626" />
<h3 data-section-id="tpj3f9" data-start="628" data-end="679">1. Kurma: Sumber Energi Alami yang Kaya Serat</h3>
<p data-start="680" data-end="941"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kurma</span></span><br data-start="717" data-end="720" />Kurma dikenal sebagai buah yang kaya energi alami karena mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Selain itu, kurma juga mengandung serat, kalium, dan magnesium yang baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung.</p>
<p data-start="943" data-end="1091">Dalam banyak tradisi, kurma menjadi makanan yang sangat dianjurkan karena kemudahannya dicerna serta kemampuannya mengembalikan energi dengan cepat.</p>
<hr data-start="1093" data-end="1096" />
<h3 data-section-id="e4xtdm" data-start="1098" data-end="1150">2. Madu: Pemanis Alami dengan Segudang Khasiat</h3>
<p data-start="1151" data-end="1480"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Madu</span></span><br data-start="1188" data-end="1191" />Madu telah lama dikenal sebagai pemanis alami yang juga berfungsi sebagai bahan pengobatan tradisional. Kandungan antioksidan, antibakteri, dan antiradang di dalamnya membuat madu sering digunakan untuk membantu meredakan batuk, menjaga daya tahan tubuh, hingga mempercepat pemulihan luka.</p>
<hr data-start="1482" data-end="1485" />
<h3 data-section-id="10gc5o6" data-start="1487" data-end="1527">3. Zaitun: Lemak Sehat untuk Tubuh</h3>
<p data-start="1528" data-end="1766"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Zaitun</span></span><br data-start="1565" data-end="1568" />Buah zaitun dan minyaknya dikenal kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, zaitun juga mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.</p>
<p data-start="1768" data-end="1886">Konsumsi zaitun secara rutin dipercaya dapat mendukung kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko penyakit kronis.</p>
<hr data-start="1888" data-end="1891" />
<h3 data-section-id="1i2jc5p" data-start="1893" data-end="1945">4. Susu: Nutrisi Lengkap untuk Tulang dan Otot</h3>
<p data-start="1946" data-end="2237"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Susu</span></span><br data-start="1983" data-end="1986" />Susu merupakan salah satu sumber nutrisi lengkap yang mengandung protein, kalsium, vitamin D, dan berbagai mineral penting lainnya. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kekuatan tulang, mendukung pertumbuhan, serta memperbaiki jaringan tubuh.</p>
<hr data-start="2239" data-end="2242" />
<h3 data-section-id="61ryp0" data-start="2244" data-end="2285">5. Barley: Sumber Karbohidrat Sehat</h3>
<p data-start="2286" data-end="2551"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Barley</span></span><br data-start="2323" data-end="2326" />Barley atau gandum jelai dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat. Konsumsi barley dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung kesehatan pencernaan, serta membantu mengontrol kadar gula darah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
