<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 04:08:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Kematian Akibat DBD Didominasi Anak Usia 5-14 Tahun</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan/1156/kasus-kematian-akibat-dbd-didominasi-anak-usia-5-14-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 04:08:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1156</guid>

					<description><![CDATA[Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam kurun waktu tujuh tahun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus kematian akibat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Demam_berdarah_dengue">demam berdarah dengue </a>(DBD) di Indonesia masih menjadi perhatian serius.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, sekitar 53% kasus kematian akibat DBD terjadi pada anak-anak berusia 5-14 tahun.</p>
<p>Sementara itu, kasus DBD terbanyak dalam tiga tahun terakhir tercatat pada kelompok usia remaja produktif 15-44 tahun, yakni sebesar 43%.</p>
<p>“Namun, jika dilihat dari angka kematiannya, justru anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak meninggal dunia akibat DBD. Tren ini hampir sama setiap tahunnya,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini.</p>
<p>Menurut Ina, tingginya angka kasus dan kematian pada anak-anak disebabkan oleh daya tahan tubuh mereka yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Selain itu, anak-anak termasuk kelompok paling rentan terpapar DBD.</p>
<p>“Kami menemukan ada beberapa kasus yang terlambat dideteksi dan didiagnosis. Gejala awal sering dianggap sebagai demam biasa, sehingga pasien terlambat mendapatkan pertolongan medis,” jelasnya.</p>
<p>Ina menekankan pentingnya sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, terutama di wilayah endemis DBD.</p>
<p>Kawasan endemis adalah daerah yang secara konsisten melaporkan kasus DBD setiap tahunnya selama tiga tahun terakhir.</p>
<p>Pada tahun 2023, tercatat ada 461 kota endemis yang masuk dalam zona merah rawan kasus DBD, meliputi wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Pulau Jawa.</p>
<p>“Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di 461 kota endemis ini, demam tidak boleh dianggap remeh, terutama jika terjadi pada anak-anak. Penting untuk segera memantau perkembangan gejala dan mencari pertolongan medis,” tegas Ina.</p>
<p>Ina mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam yang mencurigakan.</p>
<p>Fasilitas kesehatan biasanya akan melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test untuk memastikan apakah pasien terinfeksi DBD atau tidak.</p>
<p>“Kalau hasil tes menunjukkan negatif dan pasien dipulangkan, tetap harus dipantau kondisinya. Jika dalam tiga hari tidak ada perbaikan atau gejala semakin parah, segera kembali ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPOM Cabut Izin Edar 16 Produk Kosmetik, Ini Daftarnya</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan/1126/bpom-cabut-izin-edar-16-produk-kosmetik-ini-daftarnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 02:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1126</guid>

					<description><![CDATA[Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertindak tegas terhadap temuan 16 produk yang menyalahgunakan izin edar. Produk-produk tersebut awalnya didaftarkan sebagai kosmetik,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertindak tegas terhadap temuan 16 produk yang menyalahgunakan izin edar.</p>
<p>Produk-produk tersebut awalnya didaftarkan sebagai kosmetik, namun belakangan terungkap digunakan selayaknya obat karena diaplikasikan dengan jarum atau microneedle.</p>
<p>“Tren penggunaan produk yang didaftarkan sebagai kosmetik namun diaplikasikan dengan menggunakan jarum kini marak beredar. BPOM berhasil mengungkap dan menertibkan praktik ini,” ungkap Kepala BPOM, Taruna Ikrar, Selasa 12 Novmber 2024.</p>
<p>Menurut BPOM, penggunaan produk kosmetik dengan metode injeksi tidak sesuai ketentuan dan bisa membahayakan kesehatan pengguna.</p>
<p>Produk yang diaplikasikan menggunakan jarum atau microneedle seharusnya terdaftar sebagai obat, bukan kosmetik, karena melibatkan prosedur injeksi yang wajib dilakukan secara steril dan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.</p>
<p>“Produk kosmetik tidak termasuk kategori produk steril dan biasanya dapat digunakan oleh siapa pun tanpa bantuan tenaga medis. Sementara itu, produk injeksi melibatkan penetrasi di bawah lapisan kulit epidermis, sehingga berisiko tinggi jika tidak dilakukan sesuai prosedur medis,” jelas Taruna Ikrar.</p>
<p>Taruna menegaskan bahwa meskipun produk-produk ini telah terdaftar sebagai kosmetik, penggunaannya dengan cara disuntikkan melanggar regulasi dan berpotensi membahayakan kesehatan.</p>
<p>Sebagai langkah tegas, BPOM mencabut izin edar 16 produk kosmetik yang terbukti menyimpang dari aturan. Berikut adalah daftar produk yang izin edarnya dicabut:</p>
<ol>
<li><strong>PDRN.S by Bellavita</strong> (PT Haju Medical Indonesia)</li>
<li><strong>Sappire PDRN</strong> (Dermakor)</li>
<li><strong>Ribeskin Superficial Pink Aging</strong> (JMBIOTECH Corporation Limited, Korea Selatan)</li>
<li><strong>Goddesskin DNA Salmon di Rumah Aja</strong> (Athena)</li>
<li><strong>Mesologica MD Celluli</strong> (PT Herca Cipta Dermai Perdana)</li>
<li><strong>Mesologica MD Celluli-D</strong> (PT Herca Cipta Dermai Perdana)</li>
<li><strong>Mesologica MD Hair Crum Powder</strong> (PT Herca Cipta Dermai Perdana)</li>
<li><strong>Mesologica MD Exomatrix</strong> (PT Herca Cipta Dermai Perdana)</li>
<li><strong>Sappire Aqua Drop</strong> (PT Cawandra Jaya Indonesia)</li>
<li><strong>Curenex Lipo</strong> (PT Cawandra Jaya Indonesia)</li>
<li><strong>Lipo Lab PPC Solution</strong> (PT Cawandra Jaya Indonesia)</li>
<li><strong>MCCM Deoxycholic</strong> (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosystem SA, Spanyol)</li>
<li><strong>MCCM Organic Silicon</strong> (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosystem)</li>
<li><strong>MCCM Cellulite Cocktails</strong> (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosystem)</li>
<li><strong>MCCM Hyaluronic Acid 1%</strong> (PT Redo Marketing Indonesia)</li>
<li><strong>MCCM Vitamin C</strong> (PT Redo Marketing Indonesia)</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Luar Biasa Bayam Merah untuk Kesehatan Anda</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan/801/manfaat-luar-biasa-bayam-merah-untuk-kesehatan-anda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 01:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=801</guid>

					<description><![CDATA[Bayam merah, salah satu sayuran yang sering diabaikan namun memiliki kandungan gizi yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Terlepas dari warnanya yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.halodoc.com/artikel/4-manfaat-bayam-merah-yang-jarang-diketahui"><b>Bayam merah</b></a>, salah satu sayuran yang sering diabaikan namun memiliki kandungan gizi yang luar biasa untuk kesehatan tubuh.</p>
<p>Terlepas dari warnanya yang mencolok, bayam merah menyimpan beragam nutrisi penting yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.</p>
<p>Lantas apa saja kandungan gizi yang terdapat pada bayam merah? Bayam merah kaya akan berbagai nutrisi penting, termasuk:</p>
<ol>
<li aria-level="1">Vitamin A: Memiliki kandungan vitamin A yang tinggi, yang penting untuk kesehatan mata, pertumbuhan sel, dan sistem kekebalan tubuh.</li>
<li aria-level="1">Vitamin C: Mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu penyembuhan luka, dan meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang sehat.</li>
<li aria-level="1">Zat Besi: Merupakan sumber zat besi yang baik, penting untuk pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen dalam tubuh.</li>
<li aria-level="1">Serat: Bayam merah mengandung serat larut dan tidak larut, yang membantu pencernaan, mengontrol gula darah, dan menjaga kesehatan jantung.</li>
<li aria-level="1">Antioksidan: Mengandung antioksidan seperti flavonoid dan beta-karoten, yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.</li>
</ol>
<p>Kandungan gizi tersebut tentu saja sangat diperlukan tubuh, sehingga akan berdampak terhadap kesehatan, seperti:</p>
<ol>
<li aria-level="1">Meningkatkan Kesehatan Mata: Kandungan vitamin A yang tinggi dalam bayam merah dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata.</li>
<li aria-level="1">Meningkatkan Kekebalan Tubuh**: Kombinasi vitamin C dan antioksidan dalam bayam merah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi dan penyakit.</li>
<li aria-level="1">Meningkatkan Kesehatan Jantung: Serat dan antioksidan dalam bayam merah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, menjaga tekanan darah normal, dan mengurangi risiko penyakit jantung.</li>
<li aria-level="1">Membantu Pencernaan: Kandungan serat dalam bayam merah membantu meningkatkan pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus.</li>
<li aria-level="1">Meningkatkan Kesehatan Tulang: Kandungan vitamin K dalam bayam merah membantu dalam pembentukan tulang yang kuat dan menjaga kesehatan tulang secara keseluruhan.</li>
</ol>
<h4><b>Cara Menikmati Bayam Merah</b></h4>
<p>Ada berbagai cara untuk menikmati bayam merah dalam makanan sehari-hari, termasuk:</p>
<ul>
<li aria-level="1">Tambahkan ke Salad: Campur bayam merah segar ke dalam salad untuk meningkatkan kandungan nutrisi makanan Anda.</li>
<li aria-level="1">Sajikan sebagai Sayuran Pendamping: Rebus atau tumis bayam merah sebagai sayuran pendamping untuk hidangan utama Anda.</li>
<li aria-level="1">Jus Sayuran: Buat jus sayuran sehat dengan mencampur bayam merah bersama buah-buahan dan sayuran lainnya.</li>
</ul>
<p>Dengan kandungan gizi yang luar biasa dan manfaat kesehatan yang tak terbantahkan, tidak ada alasan untuk tidak menambahkan bayam merah ke dalam pola makan sehari-hari Anda.</p>
<p>Jadi, jadikan bayam merah sebagai bagian penting dari rencana diet sehat Anda dan rasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh Anda.***</p>
<p><i>Artikel kesehatan ini dilansir dari berbagai sumber sesuai dengan panduan kesehatan yang telah banyak dipublikasikan.</i></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan/750/sudah-1-000-kasus-terinfeksi-heboh-wabah-bakteri-pemakan-daging-stss-di-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2024 07:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=750</guid>

					<description><![CDATA[Jepang saat ini menghadapi wabah bakteri pemakan daging yang dikenal sebagai Sindrom Toksik Syok Streptokokus (STSS). Otoritas kesehatan setempat telah melaporkan hampir 1.000 kasus infeksi, memicu kewaspadaan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jepang"><b>Jepang </b></a>saat ini menghadapi wabah bakteri pemakan daging yang dikenal sebagai <i>Sindrom Toksik Syok Streptokokus </i>(STSS). Otoritas kesehatan setempat telah melaporkan hampir 1.000 kasus infeksi, memicu kewaspadaan tinggi di seluruh negeri.</p>
<p>Menurut Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo, infeksi ini dapat mematikan dalam waktu singkat.</p>
<p>“Kebanyakan kematian terjadi dalam waktu 48 jam,” kata Kikuchi. “Segera setelah pasien melihat pembengkakan di kaki di pagi hari, itu dapat membesar hingga mencapai lutut pada siang hari, dan mereka bisa meninggal dalam waktu 48 jam.”</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peningkatan kasus ini terjadi setelah berakhirnya pembatasan Covid-19.</p>
<p>Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri pemakan daging (STSS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri <i>Streptococcus </i>kelompok A.</p>
<p>Bakteri ini masuk ke jaringan dalam dan aliran darah, melepaskan racun yang menyebabkan respons tubuh yang cepat dan berbahaya. Meski jarang, infeksi STSS dapat menular dari manusia ke manusia.</p>
<p>STSS dimulai dengan gejala awal seperti demam, menggigil, nyeri otot, mual, dan muntah. Dalam waktu 24 hingga 48 jam, infeksi ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah, kegagalan organ, detak jantung cepat, dan pernapasan cepat.</p>
<p><i>Streptococcus </i>kelompok A (GAS) biasanya menyebabkan radang tenggorokan pada anak-anak, tetapi pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala serius seperti nyeri dan pembengkakan pada anggota tubuh, demam, dan tekanan darah rendah.</p>
<p>Infeksi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi kematian jaringan, masalah pernapasan, kegagalan organ, dan kadang-kadang kematian, terutama pada orang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>Perawatan medis dini sangat penting untuk mengobati gejala serius ini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.</p>
<p>Mengobati STSS melibatkan pemberian antibiotik kuat melalui infus untuk membunuh bakteri. Pasien juga menerima cairan untuk menstabilkan tekanan darah dan membantu organ mereka berfungsi dengan baik.</p>
<p>Pada kasus yang parah, operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan mencegah masalah lebih lanjut. Mendapatkan perawatan dengan cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi serius atau kematian akibat STSS.</p>
<p>Jepang terus memantau situasi ini dengan ketat dan berupaya meningkatkan kesadaran serta respons cepat terhadap wabah ini guna melindungi warganya.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Sumber: Bloomberg Technoz</i></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diagnosa Penyakit dengan AI Picu Pro-Kontra</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan/684/diagnosa-penyakit-dengan-ai-picu-pro-kontra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 14:04:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=684</guid>

					<description><![CDATA[Semakin banyak orang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengetahui penyebab penyakit atau mendiagnosis diri sendiri. Namun, meskipun AI memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Semakin banyak orang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengetahui penyebab penyakit atau <a href="https://id.wiktionary.org/wiki/mendiagnosis"><b>mendiagnosis</b></a> diri sendiri. Namun, meskipun AI memiliki potensi besar dalam bidang <a href="https://bertuahpos.com/lifestyle/kesehatan"><b>kesehatan</b></a>, terdapat berbagai tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan, sehingga membuat hal ini memicu pro-kontra.</p>
<p>Menurut laporan <i>Channel News Asia </i>(CNA), fitur baru Google yang bernama AI Overviews telah menunjukkan berbagai ketidakakuratan dan jawaban aneh pada berbagai topik. Para ahli mengingatkan bahwa ketika AI digunakan untuk menjawab pertanyaan kesehatan, taruhannya sangat tinggi.</p>
<p>Dicky Budiman, seorang pakar kesehatan dan epidemiolog, menilai bahwa perkembangan teknologi di dunia kesehatan tidak bisa dihindari, namun AI tidak bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya.</p>
<p>“AI bisa memperkuat kepintaran manusia, namun tidak menggantikan. Posisi manusia tetap tidak bisa diganti secara emosional dan analisa komprehensif yang tidak bisa diberikan oleh komputer atau AI,” ujarnya.</p>
<p>Dicky juga menekankan pentingnya literasi masyarakat dalam menggunakan AI untuk kesehatan. Ia menyatakan bahwa AI bisa memudahkan pekerjaan jika digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi awal tentang kesehatan, tetapi tidak untuk menggantikan diagnosis komprehensif dari dokter.</p>
<p>“Pemeriksaan penyakit bukan hanya bicara tentang yang dirasakan, tetapi perlu ada pemeriksaan fisik dan mental yang ditunjang dengan laboratorium,” tambahnya.</p>
<p>Dicky mengimbau pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait penggunaan AI dalam kesehatan. “Walaupun secara teoritis AI mungkin bisa memberikan jawaban yang benar, dalam praktiknya di dunia nyata akan berbeda,” katanya.</p>
<p><b>Bagaimana Respon Kementerian Kesehatan?</b></p>
<p>Dalam sebuah diskusi dengan Google di awal Juni 2024, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa AI sangat membantu dan akan membawa perubahan signifikan bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>“Saya percaya bahwa teknologi terus berkembang, yang pada akhirnya juga akan mengubah humanitas,” ujarnya dalam acara “Google AI untuk Indonesia Emas” di Jakarta, dilansir dari <i>Bloomberg Technoz</i>, Kamis, 13 Juni 2024.</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa penggunaan teknologi AI di bidang kesehatan akan memberikan dukungan yang lebih akurat.</p>
<p>Mengingat kompleksitas tubuh manusia dengan lebih dari 30 juta gen, 87 miliar neuron, 300 triliun sel, dan 37 triliun microbiome yang saling terhubung, metode empirik tradisional tidak lagi memadai. “AI harus digunakan secara maksimal untuk memahami sistem tubuh secara ilmiah,” katanya.</p>
<p>Teknologi dalam kesehatan telah berkembang pesat, dari elektrokardiografi hingga CT Scan, dan kini pemeriksaan gen untuk mendeteksi mutasi yang dapat menyebabkan penyakit jantung. “Teknologi AI akan mengubah sektor kesehatan secara besar-besaran,” tutup Menkes.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
