<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/kesehatan-lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2026 04:09:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alzheimer Bisa Terdeteksi Sebelum Lupa Ingatan, Tes Darah Jadi Harapan Baru</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan-lifestyle/207022/alzheimer-bisa-terdeteksi-sebelum-lupa-ingatan-tes-darah-jadi-harapan-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 04:09:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207022</guid>

					<description><![CDATA[Penyakit Alzheimer selama ini kerap baru diketahui setelah seseorang mulai mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir. Namun, perkembangan penelitian terbaru]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Penyakit Alzheimer selama ini kerap baru diketahui setelah seseorang mulai mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir. Namun, perkembangan penelitian terbaru membuka peluang untuk mengenali tanda-tanda penyakit tersebut jauh lebih awal, bahkan ketika seseorang belum menunjukkan gejala.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu terobosan yang tengah mendapat perhatian adalah penggunaan <strong>tes darah untuk mendeteksi biomarker Alzheimer</strong>. Peneliti menemukan bahwa perubahan kadar protein tertentu di dalam darah dapat memberikan petunjuk mengenai proses biologis yang terjadi di otak sebelum gangguan kognitif terlihat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu biomarker yang paling banyak diteliti adalah <strong>p-tau217</strong>, yaitu bentuk protein tau yang mengalami perubahan dan berkaitan dengan proses penyakit Alzheimer. Penelitian yang didukung National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pemeriksaan p-tau217 dalam darah tidak hanya dapat membantu mengidentifikasi perubahan yang berkaitan dengan Alzheimer, tetapi juga berpotensi memperkirakan kapan gejala penyakit mulai muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengembangkan model yang disebut sebagai “jam Alzheimer”. Model ini dibuat berdasarkan pemeriksaan kadar p-tau217 secara berulang pada ratusan orang lanjut usia. Hasilnya menunjukkan bahwa usia ketika kadar p-tau217 mulai meningkat memiliki hubungan dengan usia ketika seseorang mulai mengalami gejala Alzheimer.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti memperkirakan usia munculnya gejala dengan tingkat kesalahan median sekitar tiga hingga empat tahun. Artinya, metode tersebut belum dapat menentukan tanggal atau waktu pasti seseorang akan mengalami Alzheimer, tetapi memberikan gambaran mengenai rentang waktu yang mungkin terjadi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan tersebut menjadi penting karena perubahan terkait Alzheimer sebenarnya dapat berlangsung bertahun-tahun sebelum gangguan daya ingat atau kemampuan berpikir mulai terasa. Penumpukan protein amyloid dan perubahan protein tau di otak dapat terjadi pada fase yang disebut praklinis, ketika seseorang masih tampak sehat dan tidak mengalami gangguan kognitif yang jelas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penelitian terbaru dari Columbia University yang diterbitkan pada September 2026 bahkan mencoba meningkatkan kemampuan prediksi tersebut dengan menggabungkan <strong>tes darah p-tau217 dan pemeriksaan genetik APOE</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Studi yang melibatkan sekitar 8.500 peserta dari berbagai latar belakang menemukan bahwa kombinasi kedua informasi tersebut dapat membantu memperkirakan kapan gejala Alzheimer kemungkinan mulai muncul pada orang yang saat ini belum mengalami gangguan kognitif.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan variasi genetik yang dimiliki seseorang. Setelah kadar p-tau217 meningkat, peserta yang membawa satu atau lebih salinan varian <strong>APOE4</strong>, yang diketahui berkaitan dengan risiko Alzheimer yang lebih tinggi, diperkirakan dapat mengalami gejala dalam sekitar tiga sampai empat tahun. Sementara itu, peserta dengan varian APOE lainnya diperkirakan mengalami gejala dalam rentang sekitar lima sampai enam tahun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti tes darah saat ini dapat memastikan seseorang pasti akan terkena Alzheimer. Pemeriksaan biomarker lebih tepat dipahami sebagai alat untuk memberikan informasi mengenai proses penyakit dan kemungkinan perkembangannya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal tersebut penting karena keberadaan biomarker Alzheimer tidak selalu berarti seseorang akan segera mengalami gangguan kognitif. Seseorang dapat memiliki perubahan biologis yang berkaitan dengan Alzheimer selama bertahun-tahun sebelum gejala muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti juga terus mencari biomarker lain yang dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai perkembangan penyakit. Salah satunya adalah <strong>circular RNA atau circRNA</strong>, yakni molekul RNA berbentuk lingkaran yang relatif stabil dan dapat ditemukan dalam darah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine pada 2026 menganalisis data lebih dari 1.200 individu dan menemukan sejumlah circRNA yang berkaitan dengan status Alzheimer. Model yang menggunakan 34 circRNA menunjukkan kemampuan untuk mengklasifikasikan kondisi Alzheimer berbasis biomarker dan memberikan hasil yang menjanjikan ketika dikombinasikan dengan p-tau217.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tes darah berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam deteksi Alzheimer pada masa mendatang. Dibandingkan metode pemeriksaan yang lebih invasif atau mahal, tes darah menawarkan proses pengambilan sampel yang relatif sederhana sehingga berpotensi digunakan secara lebih luas apabila akurasi dan penggunaannya telah memenuhi standar klinis.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, masyarakat perlu berhati-hati dalam memahami perkembangan teknologi ini. Tes darah untuk Alzheimer tidak sama dengan tes yang dapat meramalkan masa depan kesehatan seseorang secara pasti.</p>
<p class="isSelectedEnd">National Institutes of Health menjelaskan bahwa tes darah berbasis biomarker saat ini sudah dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi tanda biologis Alzheimer pada pasien tertentu, khususnya mereka yang mengalami gangguan kognitif. Tetapi penggunaannya untuk memprediksi secara pasti kapan seseorang yang masih sehat akan mengalami gejala masih menjadi bidang penelitian yang terus berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para ahli juga menyoroti risiko penggunaan hasil tes secara sembarangan pada orang yang belum mengalami gejala. Hasil biomarker dapat menimbulkan kecemasan dan belum selalu dapat memberikan kepastian mengenai perjalanan penyakit seseorang. Karena itu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap membutuhkan konteks klinis dan penilaian tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika teknologi ini terus berkembang, manfaat terbesarnya mungkin bukan sekadar mengetahui seseorang memiliki tanda biologis Alzheimer lebih awal. Informasi tersebut dapat membantu peneliti merekrut peserta uji klinis pada fase penyakit yang tepat dan membuka peluang bagi pengembangan terapi yang ditujukan untuk memperlambat atau mencegah munculnya gejala.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal ini menjadi semakin relevan karena sejumlah terapi Alzheimer modern dirancang untuk bekerja pada tahap penyakit yang relatif awal. Semakin cepat perubahan biologis teridentifikasi, semakin besar peluang penelitian untuk menguji apakah intervensi tertentu dapat diberikan sebelum kerusakan kognitif berkembang lebih jauh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski begitu, perjalanan menuju pemeriksaan yang benar-benar dapat digunakan untuk memprediksi Alzheimer pada masyarakat umum masih panjang. Peneliti perlu memastikan bahwa hasil tes konsisten pada populasi yang lebih luas, termasuk kelompok dengan latar belakang genetik dan karakteristik kesehatan yang berbeda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, kabar mengenai tes darah yang mampu mendeteksi Alzheimer sebelum gejala muncul memang menunjukkan perkembangan penting dalam penelitian neurologi. Namun, teknologi tersebut saat ini lebih tepat dipandang sebagai <strong>alat deteksi dan prediksi yang sedang dikembangkan</strong>, bukan sebagai tes yang dapat memastikan seseorang akan mengalami Alzheimer pada waktu tertentu.</p>
<p>Jika penelitian terus menghasilkan hasil yang konsisten, pemeriksaan darah di masa depan berpotensi mengubah cara Alzheimer dideteksi. Penyakit yang selama ini sering dikenali setelah daya ingat mulai terganggu mungkin suatu hari dapat diidentifikasi ketika proses biologisnya masih berlangsung diam-diam, jauh sebelum gejala terlihat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alzheimer Bisa Terdeteksi Sebelum Lupa Ingatan, Tes Darah Jadi Harapan Baru</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan-lifestyle/207074/alzheimer-bisa-terdeteksi-sebelum-lupa-ingatan-tes-darah-jadi-harapan-baru-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 04:09:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=207022</guid>

					<description><![CDATA[Penyakit Alzheimer selama ini kerap baru diketahui setelah seseorang mulai mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir. Namun, perkembangan penelitian terbaru]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Penyakit Alzheimer selama ini kerap baru diketahui setelah seseorang mulai mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir. Namun, perkembangan penelitian terbaru membuka peluang untuk mengenali tanda-tanda penyakit tersebut jauh lebih awal, bahkan ketika seseorang belum menunjukkan gejala.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu terobosan yang tengah mendapat perhatian adalah penggunaan <strong>tes darah untuk mendeteksi biomarker Alzheimer</strong>. Peneliti menemukan bahwa perubahan kadar protein tertentu di dalam darah dapat memberikan petunjuk mengenai proses biologis yang terjadi di otak sebelum gangguan kognitif terlihat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu biomarker yang paling banyak diteliti adalah <strong>p-tau217</strong>, yaitu bentuk protein tau yang mengalami perubahan dan berkaitan dengan proses penyakit Alzheimer. Penelitian yang didukung National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pemeriksaan p-tau217 dalam darah tidak hanya dapat membantu mengidentifikasi perubahan yang berkaitan dengan Alzheimer, tetapi juga berpotensi memperkirakan kapan gejala penyakit mulai muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengembangkan model yang disebut sebagai “jam Alzheimer”. Model ini dibuat berdasarkan pemeriksaan kadar p-tau217 secara berulang pada ratusan orang lanjut usia. Hasilnya menunjukkan bahwa usia ketika kadar p-tau217 mulai meningkat memiliki hubungan dengan usia ketika seseorang mulai mengalami gejala Alzheimer.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti memperkirakan usia munculnya gejala dengan tingkat kesalahan median sekitar tiga hingga empat tahun. Artinya, metode tersebut belum dapat menentukan tanggal atau waktu pasti seseorang akan mengalami Alzheimer, tetapi memberikan gambaran mengenai rentang waktu yang mungkin terjadi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan tersebut menjadi penting karena perubahan terkait Alzheimer sebenarnya dapat berlangsung bertahun-tahun sebelum gangguan daya ingat atau kemampuan berpikir mulai terasa. Penumpukan protein amyloid dan perubahan protein tau di otak dapat terjadi pada fase yang disebut praklinis, ketika seseorang masih tampak sehat dan tidak mengalami gangguan kognitif yang jelas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penelitian terbaru dari Columbia University yang diterbitkan pada September 2026 bahkan mencoba meningkatkan kemampuan prediksi tersebut dengan menggabungkan <strong>tes darah p-tau217 dan pemeriksaan genetik APOE</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Studi yang melibatkan sekitar 8.500 peserta dari berbagai latar belakang menemukan bahwa kombinasi kedua informasi tersebut dapat membantu memperkirakan kapan gejala Alzheimer kemungkinan mulai muncul pada orang yang saat ini belum mengalami gangguan kognitif.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan variasi genetik yang dimiliki seseorang. Setelah kadar p-tau217 meningkat, peserta yang membawa satu atau lebih salinan varian <strong>APOE4</strong>, yang diketahui berkaitan dengan risiko Alzheimer yang lebih tinggi, diperkirakan dapat mengalami gejala dalam sekitar tiga sampai empat tahun. Sementara itu, peserta dengan varian APOE lainnya diperkirakan mengalami gejala dalam rentang sekitar lima sampai enam tahun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti tes darah saat ini dapat memastikan seseorang pasti akan terkena Alzheimer. Pemeriksaan biomarker lebih tepat dipahami sebagai alat untuk memberikan informasi mengenai proses penyakit dan kemungkinan perkembangannya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal tersebut penting karena keberadaan biomarker Alzheimer tidak selalu berarti seseorang akan segera mengalami gangguan kognitif. Seseorang dapat memiliki perubahan biologis yang berkaitan dengan Alzheimer selama bertahun-tahun sebelum gejala muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti juga terus mencari biomarker lain yang dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai perkembangan penyakit. Salah satunya adalah <strong>circular RNA atau circRNA</strong>, yakni molekul RNA berbentuk lingkaran yang relatif stabil dan dapat ditemukan dalam darah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine pada 2026 menganalisis data lebih dari 1.200 individu dan menemukan sejumlah circRNA yang berkaitan dengan status Alzheimer. Model yang menggunakan 34 circRNA menunjukkan kemampuan untuk mengklasifikasikan kondisi Alzheimer berbasis biomarker dan memberikan hasil yang menjanjikan ketika dikombinasikan dengan p-tau217.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tes darah berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam deteksi Alzheimer pada masa mendatang. Dibandingkan metode pemeriksaan yang lebih invasif atau mahal, tes darah menawarkan proses pengambilan sampel yang relatif sederhana sehingga berpotensi digunakan secara lebih luas apabila akurasi dan penggunaannya telah memenuhi standar klinis.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, masyarakat perlu berhati-hati dalam memahami perkembangan teknologi ini. Tes darah untuk Alzheimer tidak sama dengan tes yang dapat meramalkan masa depan kesehatan seseorang secara pasti.</p>
<p class="isSelectedEnd">National Institutes of Health menjelaskan bahwa tes darah berbasis biomarker saat ini sudah dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi tanda biologis Alzheimer pada pasien tertentu, khususnya mereka yang mengalami gangguan kognitif. Tetapi penggunaannya untuk memprediksi secara pasti kapan seseorang yang masih sehat akan mengalami gejala masih menjadi bidang penelitian yang terus berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para ahli juga menyoroti risiko penggunaan hasil tes secara sembarangan pada orang yang belum mengalami gejala. Hasil biomarker dapat menimbulkan kecemasan dan belum selalu dapat memberikan kepastian mengenai perjalanan penyakit seseorang. Karena itu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap membutuhkan konteks klinis dan penilaian tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika teknologi ini terus berkembang, manfaat terbesarnya mungkin bukan sekadar mengetahui seseorang memiliki tanda biologis Alzheimer lebih awal. Informasi tersebut dapat membantu peneliti merekrut peserta uji klinis pada fase penyakit yang tepat dan membuka peluang bagi pengembangan terapi yang ditujukan untuk memperlambat atau mencegah munculnya gejala.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal ini menjadi semakin relevan karena sejumlah terapi Alzheimer modern dirancang untuk bekerja pada tahap penyakit yang relatif awal. Semakin cepat perubahan biologis teridentifikasi, semakin besar peluang penelitian untuk menguji apakah intervensi tertentu dapat diberikan sebelum kerusakan kognitif berkembang lebih jauh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski begitu, perjalanan menuju pemeriksaan yang benar-benar dapat digunakan untuk memprediksi Alzheimer pada masyarakat umum masih panjang. Peneliti perlu memastikan bahwa hasil tes konsisten pada populasi yang lebih luas, termasuk kelompok dengan latar belakang genetik dan karakteristik kesehatan yang berbeda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, kabar mengenai tes darah yang mampu mendeteksi Alzheimer sebelum gejala muncul memang menunjukkan perkembangan penting dalam penelitian neurologi. Namun, teknologi tersebut saat ini lebih tepat dipandang sebagai <strong>alat deteksi dan prediksi yang sedang dikembangkan</strong>, bukan sebagai tes yang dapat memastikan seseorang akan mengalami Alzheimer pada waktu tertentu.</p>
<p>Jika penelitian terus menghasilkan hasil yang konsisten, pemeriksaan darah di masa depan berpotensi mengubah cara Alzheimer dideteksi. Penyakit yang selama ini sering dikenali setelah daya ingat mulai terganggu mungkin suatu hari dapat diidentifikasi ketika proses biologisnya masih berlangsung diam-diam, jauh sebelum gejala terlihat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Sumber Probiotik Alami yang Baik untuk Kesehatan Tubuh</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/206133/kenali-sumber-probiotik-alami-yang-baik-untuk-kesehatan-tubuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 23:47:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206133</guid>

					<description><![CDATA[Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pencernaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu topik yang semakin banyak dibicarakan adalah probiotik alami, yakni]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="399">Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pencernaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu topik yang semakin banyak dibicarakan adalah probiotik alami, yakni mikroorganisme baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri dalam usus dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.</p>
<p data-start="401" data-end="675">Probiotik alami umumnya berasal dari makanan dan minuman hasil fermentasi yang dikonsumsi secara turun-temurun di berbagai budaya. Tanpa perlu suplemen mahal, sumber probiotik sebenarnya mudah ditemukan di dapur sehari-hari dan memiliki manfaat besar bagi sistem pencernaan.</p>
<h3 data-start="677" data-end="705">Apa Itu Probiotik Alami?</h3>
<p data-start="707" data-end="1058">Probiotik alami adalah bakteri baik yang hidup secara alami dalam makanan fermentasi. Bakteri ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan manusia. Ketika keseimbangan mikrobiota terjaga, fungsi pencernaan, metabolisme, hingga sistem imun dapat bekerja lebih optimal.</p>
<p data-start="1060" data-end="1273">Berbeda dengan probiotik dalam bentuk kapsul, probiotik alami cenderung lebih mudah diserap tubuh karena berasal dari sumber makanan yang juga mengandung nutrisi tambahan seperti vitamin, mineral, dan enzim alami.</p>
<h3 data-start="1275" data-end="1322">Sumber Probiotik Alami yang Mudah Ditemukan</h3>
<p data-start="1324" data-end="1547">Beberapa makanan tradisional dan populer yang dikenal kaya probiotik alami antara lain yogurt, tempe, kimchi, kefir, dan tape. Di Indonesia, tempe dan tape menjadi contoh probiotik alami yang sangat familiar dan terjangkau.</p>
<p data-start="1549" data-end="1776">Selain itu, makanan fermentasi seperti asinan sayur, acar, dan minuman fermentasi juga mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan mikroorganisme probiotik yang aktif.</p>
<h3 data-start="1778" data-end="1820">Manfaat Probiotik Alami bagi Kesehatan</h3>
<p data-start="1822" data-end="2042">Salah satu manfaat utama probiotik alami adalah menjaga kesehatan sistem pencernaan. Konsumsi probiotik secara rutin dapat membantu mengurangi masalah seperti sembelit, diare, kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya.</p>
<p data-start="2044" data-end="2245">Tidak hanya itu, probiotik juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Usus yang sehat berkontribusi besar terhadap sistem imun karena sebagian besar sel imun berada di saluran pencernaan.</p>
<p data-start="2247" data-end="2496">Penelitian juga menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu menjaga kesehatan mental melalui hubungan antara usus dan otak atau yang dikenal sebagai gut-brain axis. Keseimbangan bakteri usus yang baik dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat stres.</p>
<h3 data-start="2498" data-end="2543">Membantu Penyerapan Nutrisi Lebih Optimal</h3>
<p data-start="2545" data-end="2762">Probiotik alami membantu tubuh dalam menyerap nutrisi penting seperti vitamin B, vitamin K, dan mineral tertentu. Dengan pencernaan yang lebih efisien, tubuh dapat memanfaatkan makanan yang dikonsumsi secara maksimal.</p>
<p data-start="2764" data-end="2898">Selain itu, probiotik juga dapat membantu memecah laktosa, sehingga bermanfaat bagi individu yang memiliki intoleransi laktosa ringan.</p>
<h3 data-start="2900" data-end="2940">Probiotik Alami dan Gaya Hidup Sehat</h3>
<p data-start="2942" data-end="3234">Dalam pola hidup modern yang sering dipenuhi makanan olahan, keseimbangan bakteri usus rentan terganggu. Konsumsi probiotik alami menjadi salah satu cara sederhana untuk menyeimbangkan kembali flora usus yang mungkin terganggu akibat stres, pola makan tidak sehat, atau penggunaan antibiotik.</p>
<p data-start="3236" data-end="3417">Menggabungkan probiotik alami dengan makanan tinggi serat (prebiotik) seperti sayur, buah, dan biji-bijian juga dapat meningkatkan efektivitasnya dalam menjaga kesehatan pencernaan.</p>
<h3 data-start="3419" data-end="3468">Cara Mengonsumsi Probiotik Alami dengan Benar</h3>
<p data-start="3470" data-end="3688">Untuk mendapatkan manfaat optimal, probiotik alami sebaiknya dikonsumsi secara rutin dalam jumlah seimbang. Hindari mengolah makanan fermentasi dengan suhu terlalu tinggi karena dapat membunuh bakteri baik di dalamnya.</p>
<p data-start="3690" data-end="3883">Penting juga untuk memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan fermentasi agar tetap aman dikonsumsi. Pilih produk yang segar, tidak berbau menyengat berlebihan, dan diproses secara higienis.</p>
<h3 data-start="3885" data-end="3934">Aman dan Alami untuk Kesehatan Jangka Panjang</h3>
<p data-start="3936" data-end="4190">Dibandingkan suplemen sintetis, probiotik alami dinilai lebih aman untuk konsumsi jangka panjang karena berasal dari bahan pangan alami. Selama dikonsumsi dalam batas wajar, probiotik dari makanan fermentasi umumnya tidak menimbulkan efek samping serius.</p>
<p data-start="4192" data-end="4345">Namun, bagi individu dengan kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan sebelum mengonsumsi probiotik dalam jumlah besar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sulit Gemuk? Ini Tips Bulking Efektif agar Tubuh Lebih Berisi</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205975/sulit-gemuk-ini-tips-bulking-efektif-agar-tubuh-lebih-berisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 03:43:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205975</guid>

					<description><![CDATA[Memiliki tubuh kurus sering kali membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menambah berat badan, mulai dari]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="265" data-end="657">Memiliki tubuh kurus sering kali membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menambah berat badan, mulai dari makan berlebihan hingga konsumsi suplemen tanpa panduan yang jelas. Padahal, menambah berat badan secara sehat tidak bisa asal banyak makan, melainkan perlu strategi yang tepat. Di sinilah konsep bulking menjadi solusi yang efektif.</p>
<p data-start="659" data-end="882">Bulking adalah metode menaikkan berat badan dengan fokus pada penambahan massa otot, bukan sekadar lemak. Jika dilakukan dengan benar, bulking tidak hanya membuat tubuh lebih berisi, tetapi juga lebih kuat dan proporsional.</p>
<h3 data-start="884" data-end="922">1. Pahami Dulu Apa Itu Bulking</h3>
<p data-start="923" data-end="1212">Bulking merupakan fase dalam pembentukan tubuh (body transformation) di mana seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak dari kebutuhan harian (<em data-start="1065" data-end="1082">calorie surplus</em>), dikombinasikan dengan latihan beban teratur. Tujuannya adalah memberi energi dan nutrisi cukup bagi tubuh untuk membangun otot.</p>
<p data-start="1214" data-end="1359">Bagi pemilik tubuh kurus, bulking sangat dianjurkan karena membantu menaikkan berat badan secara bertahap dan sehat, bukan instan namun berisiko.</p>
<h3 data-start="1361" data-end="1409">2. Tambah Kalori, Tapi Tetap Berkualitas</h3>
<p data-start="1410" data-end="1582">Kesalahan paling umum saat bulking adalah menganggap semua makanan boleh dikonsumsi tanpa batas. Padahal, kualitas kalori jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya.</p>
<p data-start="1584" data-end="1605">Fokuskan asupan pada:</p>
<ul data-start="1606" data-end="1775">
<li data-start="1606" data-end="1659">
<p data-start="1608" data-end="1659">Karbohidrat kompleks: nasi, kentang, oatmeal, ubi</p>
</li>
<li data-start="1660" data-end="1718">
<p data-start="1662" data-end="1718">Protein tinggi: telur, ayam, ikan, daging, tempe, tahu</p>
</li>
<li data-start="1719" data-end="1775">
<p data-start="1721" data-end="1775">Lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1777" data-end="1924">Idealnya, tambahkan sekitar 300–500 kalori per hari dari kebutuhan normal. Kenaikan yang terlalu cepat justru berisiko menumpuk lemak berlebih.</p>
<h3 data-start="1926" data-end="1963">3. Protein Adalah Kunci Utama</h3>
<p data-start="1964" data-end="2071">Tanpa protein yang cukup, bulking tidak akan optimal. Protein berperan sebagai bahan baku pembentukan otot.</p>
<p data-start="2073" data-end="2090">Rekomendasi umum:</p>
<ul data-start="2091" data-end="2151">
<li data-start="2091" data-end="2151">
<p data-start="2093" data-end="2151">1,6–2,2 gram protein per kilogram berat badan per hari</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2153" data-end="2331">Contoh: jika berat badan 50 kg, maka kebutuhan protein sekitar 80–110 gram per hari. Protein bisa didapat dari makanan alami maupun suplemen seperti whey protein jika diperlukan.</p>
<h3 data-start="2333" data-end="2383">4. Latihan Beban Wajib, Jangan Hanya Makan</h3>
<p data-start="2384" data-end="2524">Bulking tanpa latihan beban hanya akan membuat berat badan naik karena lemak. Untuk tubuh kurus, latihan beban justru menjadi senjata utama.</p>
<p data-start="2526" data-end="2550">Latihan yang disarankan:</p>
<ul data-start="2551" data-end="2620">
<li data-start="2551" data-end="2560">
<p data-start="2553" data-end="2560">Squat</p>
</li>
<li data-start="2561" data-end="2573">
<p data-start="2563" data-end="2573">Deadlift</p>
</li>
<li data-start="2574" data-end="2589">
<p data-start="2576" data-end="2589">Bench press</p>
</li>
<li data-start="2590" data-end="2601">
<p data-start="2592" data-end="2601">Pull up</p>
</li>
<li data-start="2602" data-end="2620">
<p data-start="2604" data-end="2620">Shoulder press</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2622" data-end="2783">Latihan ini melibatkan banyak otot sekaligus dan sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan massa otot. Lakukan 3–5 kali seminggu dengan progres beban bertahap.</p>
<h3 data-start="2785" data-end="2837">5. Jangan Takut Lemak, Tapi Tetap Terkontrol</h3>
<p data-start="2838" data-end="3000">Sedikit penambahan lemak saat bulking adalah hal yang normal. Namun, jika perut mulai membesar sementara otot tidak berkembang, berarti strategi perlu dievaluasi.</p>
<p data-start="3002" data-end="3020">Kuncinya ada pada:</p>
<ul data-start="3021" data-end="3093">
<li data-start="3021" data-end="3039">
<p data-start="3023" data-end="3039">Kontrol kalori</p>
</li>
<li data-start="3040" data-end="3063">
<p data-start="3042" data-end="3063">Konsistensi latihan</p>
</li>
<li data-start="3064" data-end="3093">
<p data-start="3066" data-end="3093">Asupan protein yang cukup</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3095" data-end="3181">Bulking yang baik bukan soal cepat gemuk, tetapi tubuh bertambah berisi dan padat.</p>
<h3 data-start="3183" data-end="3237">6. Tidur dan Istirahat Itu Bagian dari Bulking</h3>
<p data-start="3238" data-end="3366">Banyak orang fokus makan dan latihan, tapi lupa istirahat. Padahal, otot tumbuh saat tubuh beristirahat, bukan saat latihan.</p>
<p data-start="3368" data-end="3377">Usahakan:</p>
<ul data-start="3378" data-end="3480">
<li data-start="3378" data-end="3405">
<p data-start="3380" data-end="3405">Tidur 7–9 jam per malam</p>
</li>
<li data-start="3406" data-end="3437">
<p data-start="3408" data-end="3437">Hindari begadang berlebihan</p>
</li>
<li data-start="3438" data-end="3480">
<p data-start="3440" data-end="3480">Beri jeda istirahat antar latihan otot</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3482" data-end="3574">Tanpa istirahat cukup, tubuh sulit membangun otot meskipun makan dan latihan sudah maksimal.</p>
<h3 data-start="3576" data-end="3627">7. Konsistensi Lebih Penting dari Segalanya</h3>
<p data-start="3628" data-end="3773">Bulking bukan proses instan. Perubahan nyata biasanya baru terlihat setelah 2–3 bulan, bahkan lebih. Karena itu, konsistensi menjadi kunci utama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heartburn Bikin Tak Nyaman, Tapi Bukan Penyebab Kematian Mendadak</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205933/heartburn-bikin-tak-nyaman-tapi-bukan-penyebab-kematian-mendadak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 05:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205933</guid>

					<description><![CDATA[Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kondisi yang sering disebut sebagai asam lambung naik, belakangan menjadi topik hangat di berbagai forum kesehatan dan media]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="140" data-end="487"><em data-start="152" data-end="185">Gastroesophageal Reflux Disease</em> (GERD), kondisi yang sering disebut sebagai asam lambung naik, belakangan menjadi topik hangat di berbagai forum kesehatan dan media sosial. Meski banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada atau tenggorokan, para dokter menegaskan bahwa GERD bukan penyebab langsung kematian mendadak.</p>
<p data-start="489" data-end="643">Menurut para ahli, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu GERD, bagaimana gejalanya, serta kapan gejala tersebut harus benar-benar diwaspadai.</p>
<p data-start="680" data-end="930">GERD adalah kondisi kronis ketika asam lambung sering mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan iritasi pada jaringan. Sensasi yang paling umum dirasakan adalah heartburn, yaitu rasa panas di dada yang bisa menjalar hingga ke tenggorokan.</p>
<p data-start="932" data-end="999">Beberapa faktor yang bisa memicu atau memperparah GERD antara lain:</p>
<ul data-start="1000" data-end="1211">
<li data-start="1000" data-end="1049">
<p data-start="1002" data-end="1049">Makanan pedas, asam, berlemak, atau bersantan</p>
</li>
<li data-start="1050" data-end="1106">
<p data-start="1052" data-end="1106">Minuman berkafein, minuman berkarbonasi, dan alkohol</p>
</li>
<li data-start="1107" data-end="1128">
<p data-start="1109" data-end="1128">Kebiasaan merokok</p>
</li>
<li data-start="1129" data-end="1167">
<p data-start="1131" data-end="1167">Obesitas dan kelebihan berat badan</p>
</li>
<li data-start="1168" data-end="1211">
<p data-start="1170" data-end="1211">Keposituran tubuh, terutama setelah makan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1245" data-end="1378">Gejala GERD dapat muncul secara berkala atau lebih sering bagi sebagian orang. Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan meliputi:</p>
<ul data-start="1379" data-end="1611">
<li data-start="1379" data-end="1412">
<p data-start="1381" data-end="1412">Rasa pedih atau panas di dada</p>
</li>
<li data-start="1413" data-end="1482">
<p data-start="1415" data-end="1482">Regurgitasi (muntahnya kembali makanan atau cairan asam ke mulut)</p>
</li>
<li data-start="1483" data-end="1549">
<p data-start="1485" data-end="1549">Nyeri dada yang kadang disalahartikan sebagai gangguan jantung</p>
</li>
<li data-start="1550" data-end="1611">
<p data-start="1552" data-end="1611">Batuk kronis, suara serak, atau radang tenggorokan berulang</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1613" data-end="1755">Meski dapat terasa tidak nyaman, gejala-gejala ini tidak sama dengan kondisi medis yang langsung mengancam jiwa, seperti serangan jantung.</p>
<h3 data-start="2543" data-end="2589">Kapan Harus Segera Berkonsultasi ke Dokter</h3>
<p data-start="2591" data-end="2683">Masyarakat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke tenaga medis jika mengalami gejala berikut:</p>
<ul data-start="2684" data-end="2868">
<li data-start="2684" data-end="2722">
<p data-start="2686" data-end="2722">Nyeri dada hebat yang tidak hilang</p>
</li>
<li data-start="2723" data-end="2738">
<p data-start="2725" data-end="2738">Sesak napas</p>
</li>
<li data-start="2739" data-end="2784">
<p data-start="2741" data-end="2784">Nyeri yang menjalar ke lengan atau rahang</p>
</li>
<li data-start="2785" data-end="2823">
<p data-start="2787" data-end="2823">Sulit menelan atau muntah berdarah</p>
</li>
<li data-start="2824" data-end="2868">
<p data-start="2826" data-end="2868">Penurunan berat badan yang tak terjelaskan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2870" data-end="3038">Gejala-gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang lebih serius daripada GERD, seperti gangguan jantung atau gangguan pencernaan lain yang memerlukan penanganan cepat.</p>
<h3 data-start="3040" data-end="3075">Cara Mengelola GERD Sehari-hari</h3>
<p data-start="3077" data-end="3162">Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup dapat signifikan meredakan gejala GERD:</p>
<ul data-start="3163" data-end="3369">
<li data-start="3163" data-end="3224">
<p data-start="3165" data-end="3224">Hindari makanan pemicu seperti pedas, asam, dan berminyak</p>
</li>
<li data-start="3225" data-end="3261">
<p data-start="3227" data-end="3261">Konsumsi makanan berserat tinggi</p>
</li>
<li data-start="3262" data-end="3305">
<p data-start="3264" data-end="3305">Jangan langsung berbaring setelah makan</p>
</li>
<li data-start="3306" data-end="3339">
<p data-start="3308" data-end="3339">Pertahankan berat badan ideal</p>
</li>
<li data-start="3340" data-end="3369">
<p data-start="3342" data-end="3369">Tinggikan kepala saat tidur</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3371" data-end="3459">Perubahan sederhana ini sering kali membantu menurunkan frekuensi dan intensitas gejala.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205871/tren-lari-di-kalangan-gen-z-kian-populer-dari-olahraga-jadi-gaya-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 08:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205871</guid>

					<description><![CDATA[Olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Di kalangan Generasi Z, lari berkembang menjadi tren gaya hidup yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Di kalangan Generasi Z, lari berkembang menjadi tren gaya hidup yang memadukan kesehatan, ekspresi diri, hingga ruang sosial baru. Dari taman kota hingga event fun run, semakin banyak anak muda memilih lari sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.</p>
<p>Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah komunitas lari Gen Z di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Malang. Komunitas tersebut bukan hanya tempat berlatih, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, motivasi, serta memperluas pertemanan.</p>
<p>Media sosial menjadi salah satu pendorong utama tren ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Strava digunakan untuk membagikan aktivitas lari, jarak tempuh, hingga gaya berpakaian saat berlari. Konten seputar olahraga lari kini tampil lebih estetik dan menarik bagi anak muda.</p>
<p>“Olahraga lari itu sudah bukan cuma olahraga, tapi lifestyle. Banyak event seperti fun run, night run, sampai marathon yang bikin anak muda tertarik ikut. Posting foto after run di media sosial juga jadi kepuasan tersendiri,” ujar Tika, warga Malang yang aktif membagikan aktivitas larinya di Instagram, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Tagar seperti #MorningRun, #StravaAddict, dan #RunnerStyle ikut meramaikan tren ini. Dalam banyak kasus, unggahan tersebut mendorong orang lain untuk mencoba lari meski sebelumnya tidak tertarik olahraga.</p>
<p>Motivasi Gen Z untuk berlari pun tidak hanya soal kesehatan fisik. Banyak yang menjadikan lari sebagai sarana healing, mengurangi stres pekerjaan atau kuliah, sekaligus menjaga kesehatan mental.</p>
<p>“Motivasi saya sederhana, pengin hidup sehat dan menjadikan lari sebagai pelarian yang positif. Setelah lari, stres berkurang dan tidur lebih nyenyak,” lanjut Tika.</p>
<p>Daya tarik lain datang dari perkembangan fashion olahraga. Berbagai merek merilis sportwear dan sepatu lari yang nyaman sekaligus stylish. Sneakers lari bahkan kini menjadi bagian dari tren fesyen anak muda.</p>
<p>Lonjakan minat juga terlihat dari ramainya event lari seperti fun run, night run, charity run, hingga marathon amatir. Namun bagi Gen Z, kebersamaan dan pengalaman menjadi fokus utama, bukan sekadar kompetisi.</p>
<p>“Sekarang lari sudah seperti me time versi aktif. Bisa refleksi diri, jaga mental, dan ketemu orang-orang positif. Jadi bukan cuma olahraga, tapi cara menjaga mood tetap stabil,” jelasnya.</p>
<p>Tren ini menunjukkan bahwa olahraga lari telah bertransformasi menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda. Dukungan komunitas, media sosial, serta meningkatnya kesadaran akan kesehatan fisik dan mental membuat tren lari diperkirakan terus berkembang.</p>
<p>“Lari itu simpel, tidak perlu alat ribet atau tempat khusus. Cukup pakai sepatu dan mulai. Hasilnya terasa, badan lebih fit dan pikiran lebih segar, apalagi kalau pagi,” tutup Tika.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berenang Dinilai Efektif Redakan Nyeri Syaraf Terjepit, Ini Cara yang Aman dan Dianjurkan</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205806/berenang-dinilai-efektif-redakan-nyeri-syaraf-terjepit-ini-cara-yang-aman-dan-dianjurkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 03:13:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205806</guid>

					<description><![CDATA[Syaraf terjepit menjadi salah satu keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama mereka yang banyak duduk, kurang bergerak, atau memiliki riwayat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="206" data-end="643">Syaraf terjepit menjadi salah satu keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama mereka yang banyak duduk, kurang bergerak, atau memiliki riwayat cedera tulang belakang. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat, kesemutan, hingga keterbatasan gerak. Di tengah berbagai pilihan terapi, olahraga renang dinilai sebagai salah satu metode aman dan efektif untuk membantu meredakan gejala syaraf terjepit.</p>
<p data-start="645" data-end="1027">Berbeda dengan olahraga berdampak tinggi, berenang tergolong <em data-start="706" data-end="727">low impact exercise</em> yang minim tekanan pada tulang belakang dan sendi. Daya apung air membantu mengurangi beban tubuh, sehingga tulang belakang dapat bergerak lebih bebas tanpa tekanan berlebih. Karena itu, banyak dokter dan fisioterapis merekomendasikan renang sebagai terapi pendamping bagi penderita syaraf terjepit.</p>
<h3 data-start="1029" data-end="1077">Mengapa Berenang Baik untuk Syaraf Terjepit?</h3>
<p data-start="1079" data-end="1476">Saat berada di dalam air, tubuh hanya menanggung sekitar 10–30 persen dari berat aslinya. Kondisi ini memungkinkan otot dan sendi bekerja tanpa tekanan berlebih, sekaligus membantu memperbaiki postur dan fleksibilitas tulang belakang. Selain itu, gerakan renang yang terkontrol dapat meningkatkan sirkulasi darah ke area saraf yang tertekan, sehingga membantu mengurangi peradangan dan rasa nyeri.</p>
<p data-start="1478" data-end="1695">Tak hanya itu, berenang juga memperkuat otot inti (<em data-start="1529" data-end="1543">core muscles</em>) yang berperan penting dalam menopang tulang belakang. Otot yang kuat dan seimbang dapat mengurangi risiko kekambuhan syaraf terjepit di kemudian hari.</p>
<h3 data-start="1697" data-end="1728">Gaya Renang yang Dianjurkan</h3>
<p data-start="1730" data-end="1855">Tidak semua gaya renang cocok untuk penderita syaraf terjepit. Beberapa gaya berikut dinilai lebih aman dan direkomendasikan:</p>
<p data-start="1857" data-end="2125"><strong data-start="1857" data-end="1877">1. Gaya Punggung</strong><br data-start="1877" data-end="1880" />Gaya punggung dianggap paling ideal karena menjaga tulang belakang tetap lurus dan sejajar. Posisi telentang membantu mengurangi tekanan pada leher dan punggung bawah, sehingga cocok untuk penderita saraf terjepit di area lumbar maupun servikal.</p>
<p data-start="2127" data-end="2356"><strong data-start="2127" data-end="2156">2. Gaya Bebas (Freestyle)</strong><br data-start="2156" data-end="2159" />Gaya bebas aman dilakukan selama posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tubuh. Pengambilan napas sebaiknya dilakukan bergantian ke kiri dan kanan agar tidak menimbulkan ketegangan pada leher.</p>
<p data-start="2358" data-end="2587"><strong data-start="2358" data-end="2395">3. Jalan di Air atau Aqua Therapy</strong><br data-start="2395" data-end="2398" />Bagi pemula atau penderita dengan nyeri cukup berat, berjalan perlahan di kolam renang dangkal bisa menjadi alternatif awal. Gerakan sederhana ini membantu melatih otot tanpa risiko cedera.</p>
<p data-start="2589" data-end="2731">Sebaliknya, gaya dada dan gaya kupu-kupu umumnya tidak dianjurkan karena berpotensi memberikan tekanan berlebih pada leher dan punggung bawah.</p>
<h3 data-start="2733" data-end="2786">Tips Aman Berenang bagi Penderita Syaraf Terjepit</h3>
<p data-start="2788" data-end="2886">Agar manfaat berenang optimal dan terhindar dari cedera, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:</p>
<ul data-start="2888" data-end="3217">
<li data-start="2888" data-end="2939">
<p data-start="2890" data-end="2939">Lakukan pemanasan ringan sebelum masuk ke kolam</p>
</li>
<li data-start="2940" data-end="3025">
<p data-start="2942" data-end="3025">Mulai dengan durasi singkat, sekitar 10–15 menit, lalu tingkatkan secara bertahap</p>
</li>
<li data-start="3026" data-end="3084">
<p data-start="3028" data-end="3084">Hindari gerakan tiba-tiba atau terlalu memaksakan diri</p>
</li>
<li data-start="3085" data-end="3143">
<p data-start="3087" data-end="3143">Gunakan alat bantu seperti <em data-start="3114" data-end="3125">kickboard</em> bila diperlukan</p>
</li>
<li data-start="3144" data-end="3217">
<p data-start="3146" data-end="3217">Hentikan aktivitas jika nyeri meningkat atau muncul rasa tidak nyaman</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3219" data-end="3391">Selain itu, penderita disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis untuk menyesuaikan jenis dan intensitas latihan dengan kondisi masing-masing.</p>
<h3 data-start="3393" data-end="3429">Bukan Pengganti Pengobatan Medis</h3>
<p data-start="3431" data-end="3735">Meski bermanfaat, berenang bukanlah pengganti pengobatan medis. Pada kasus syaraf terjepit yang berat, terapi medis, fisioterapi intensif, atau tindakan lanjutan tetap dibutuhkan. Namun, sebagai terapi pendukung, berenang terbukti membantu mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup penderita.</p>
<p data-start="3737" data-end="3920">Dengan teknik yang tepat dan dilakukan secara rutin, berenang dapat menjadi solusi olahraga yang aman, menyehatkan, sekaligus membantu mengurangi keluhan nyeri akibat syaraf terjepit.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205670/makanan-yang-dianjurkan-untuk-anak-saat-diare-orang-tua-diminta-tidak-panik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 14:03:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205670</guid>

					<description><![CDATA[Diare masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami anak-anak, terutama balita. Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir, terutama]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="287" data-end="524">Diare masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami anak-anak, terutama balita. Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir, terutama terkait asupan makanan yang aman dan tepat selama anak sakit.</p>
<p data-start="526" data-end="747">Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa anak yang mengalami diare tidak dianjurkan untuk dipuasakan. Justru, anak tetap perlu mendapatkan makanan agar tubuh memiliki energi untuk melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.</p>
<p data-start="749" data-end="996">Makanan yang diberikan sebaiknya bertekstur lembut, mudah dicerna, dan rendah lemak. Salah satu pilihan utama adalah bubur nasi atau nasi tim. Jenis makanan ini tidak memberatkan kerja saluran pencernaan dan membantu menstabilkan kondisi usus.</p>
<p data-start="998" data-end="1262">Selain itu, pisang matang juga dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang sedang diare. Buah ini mengandung kalium yang berperan penting dalam mengganti elektrolit yang hilang akibat sering buang air besar. Teksturnya yang lunak juga relatif aman untuk pencernaan anak.</p>
<p data-start="1264" data-end="1550">Sup bening, seperti kaldu ayam atau sayuran tanpa santan dan minyak berlebih, turut disarankan. Sup membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan nutrisi dasar bagi tubuh anak. Wortel rebus dan kentang rebus juga bisa menjadi pilihan karena kaya serat larut dan mudah dicerna.</p>
<p data-start="1552" data-end="1786">Di sisi lain, orang tua diminta menghindari pemberian makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, serta minuman manis dan bersoda. Jenis makanan dan minuman tersebut berpotensi memperparah diare dan memperlambat proses penyembuhan.</p>
<p data-start="1788" data-end="2050">Selain makanan, pencegahan dehidrasi menjadi perhatian utama. Anak dianjurkan minum air putih secara bertahap dan rutin. Oralit juga perlu diberikan sesuai aturan, terutama jika frekuensi diare cukup sering. Untuk bayi, pemberian ASI tetap harus dilanjutkan.</p>
<p data-start="2052" data-end="2312">Tenaga medis mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila diare berlangsung lebih dari tiga hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, feses berdarah, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti lemas dan jarang buang air kecil.</p>
<p data-start="2314" data-end="2474">Penanganan yang tepat sejak awal diharapkan dapat mencegah komplikasi serius akibat diare serta membantu anak pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas normal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Asal Beli, Ini Tips Memilih Camilan Sehat untuk Bayi</title>
		<link>https://samarindanews.com/lifestyle/205635/jangan-asal-beli-ini-tips-memilih-camilan-sehat-untuk-bayi-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 01:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205635</guid>

					<description><![CDATA[Banyak orang tua menjadikan camilan sebagai pelengkap makanan untuk bayi. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan agar orang tua tidak sembarangan memilih snack,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="123" data-end="399">Banyak orang tua menjadikan camilan sebagai pelengkap makanan untuk bayi. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan agar orang tua tidak sembarangan memilih snack, karena kesalahan dalam memilih bisa berdampak pada kesehatan bahkan memicu risiko tersedak pada bayi.</p>
<p data-start="401" data-end="625">Dokter anak menegaskan bahwa camilan untuk bayi tidak hanya harus enak, tetapi juga aman, bergizi, dan sesuai usia. Orang tua perlu memahami bahwa setiap tahap usia bayi memiliki kebutuhan tekstur dan kandungan gizi berbeda.</p>
<p data-start="627" data-end="872">Hal pertama yang harus diperhatikan adalah label usia pada kemasan. Snack untuk bayi usia 6–8 bulan berbeda dengan bayi 9–12 bulan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengunyah dan menggigit bayi berkembang, sehingga camilan harus disesuaikan.</p>
<p data-start="874" data-end="1201">Selain itu, orang tua disarankan teliti membaca kandungan gizi. Snack bayi idealnya <strong data-start="958" data-end="1053">rendah gula, rendah garam, tanpa pemanis buatan, tanpa pengawet, dan tanpa pewarna sintetis</strong>. Kandungan gula dan garam yang tinggi berisiko mengganggu kesehatan ginjal, memicu obesitas, bahkan memengaruhi kebiasaan makan anak di masa depan.</p>
<p data-start="1203" data-end="1507">Pilihan snack sehat yang disarankan antara lain biskuit khusus bayi yang mudah lumer, yoghurt tanpa gula, buah lembut seperti pisang atau alpukat, keju dalam jumlah wajar, serta sayuran kukus lembut seperti wortel dan kentang. Camilan ini dinilai lebih aman sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.</p>
<p data-start="1509" data-end="1828">Selain kandungan gizi, faktor keamanan tekstur juga penting. Snack keras, licin, atau berukuran kecil seperti kacang utuh, permen keras, jelly, serta makanan bulat kecil sangat berisiko menyebabkan bayi tersedak. Karena itu, bayi harus selalu didampingi saat makan dan tidak dibiarkan makan sambil bermain atau berlari.</p>
<p data-start="1830" data-end="2064">Kebersihan pun menjadi perhatian utama. Orang tua perlu memastikan tangan bersih, peralatan makan steril, serta bahan makanan segar. Untuk produk kemasan, pastikan kemasan utuh, tanggal kedaluwarsa jelas, dan disimpan sesuai petunjuk.</p>
<p data-start="2066" data-end="2321">Meski penting, camilan tidak boleh menggantikan makanan utama. Fungsinya hanya sebagai pelengkap nutrisi, bukan pengganti ASI, susu formula, atau MPASI utama. Jadwal pemberian snack juga perlu diatur agar bayi tidak kenyang sebelum waktu makan utama tiba.</p>
<p data-start="2323" data-end="2605">Dengan pemilihan snack yang tepat, orang tua tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Edukasi, ketelitian, dan pendampingan orang tua menjadi kunci agar camilan benar-benar aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba</title>
		<link>https://samarindanews.com/kesehatan-lifestyle/205175/daun-bidara-tanaman-herbal-yang-kaya-antioksidan-dan-antimikroba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 02:45:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=205175</guid>

					<description><![CDATA[Daun bidara dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman yang tumbuh di daerah tropis ini telah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="299" data-end="709">Daun bidara dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman yang tumbuh di daerah tropis ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan alaminya yang kaya nutrisi. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas daun bidara semakin meningkat karena berbagai penelitian menunjukkan adanya sifat antioksidan dan antimikroba yang kuat di dalamnya.</p>
<p data-start="711" data-end="1230">Antioksidan dalam daun bidara berperan penting melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas ini berasal dari polusi, stres, makanan tidak sehat, hingga paparan sinar matahari berlebihan. Dengan adanya antioksidan, tubuh mendapat perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko kerusakan sel dan berbagai penyakit degeneratif. Mengonsumsi olahan daun bidara, seperti teh atau ekstraknya, membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh dan mendukung sistem kekebalan tubuh agar bekerja lebih optimal.</p>
<p data-start="1232" data-end="1727">Selain antioksidan, daun bidara juga mengandung senyawa antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kandungan ini membuat daun bidara banyak digunakan sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan kulit. Beberapa orang memanfaatkannya untuk meredakan iritasi, mengurangi gatal, hingga mempercepat penyembuhan luka ringan. Penggunaan daun bidara sebagai masker atau air rebusan juga dipercaya dapat membantu membersihkan kulit dari kotoran dan bakteri yang menyebabkan jerawat.</p>
<p data-start="1729" data-end="2169">Manfaat lain yang tak kalah penting adalah efek menenangkan yang dihasilkan oleh daun bidara. Tanaman ini sering digunakan untuk membantu meredakan stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Aroma serta kandungan alaminya memberikan efek relaksasi sehingga banyak orang memanfaatkannya sebagai bahan rendaman atau teh herbal sebelum tidur. Tradisi penggunaan daun bidara untuk menenangkan pikiran pun sudah dikenal sejak lama di berbagai budaya.</p>
<p data-start="2171" data-end="2522">Tak hanya bagi kesehatan, daun bidara juga dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Kandungan nutrisinya membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Rambut dan kulit kepala pun mendapat manfaat dari daun bidara karena sifat antimikrobanya membantu mengatasi ketombe, kulit kepala kering, serta menjaga kesehatan akar rambut.</p>
<p data-start="2524" data-end="2928">Meski kaya manfaat, penggunaan daun bidara tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi orang yang memiliki alergi terhadap tanaman tertentu atau sedang menjalani pengobatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan sebelum mengonsumsinya secara rutin. Dengan pemanfaatan yang tepat, daun bidara dapat menjadi solusi herbal alami yang memberikan banyak manfaat tanpa efek samping berat.</p>
<p data-start="2930" data-end="3259">Sebagai tanaman yang mudah ditemui dan diolah, daun bidara menjadi salah satu pilihan herbal terbaik untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Kandungan antioksidan dan antimikrobanya menjadikannya tanaman serbaguna yang patut menjadi bagian dari gaya hidup sehat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan alami yang aman dan efektif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
