<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Headline - SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/headline/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 06:23:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita</title>
		<link>https://samarindanews.com/internasional/18289/cendana-dan-gaharu-di-malaka-wanginya-tinggal-cerita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 04:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cyberpos.co.id/?p=154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wangi gaharu dan cendana memantik bangsa Eropa menjejak Pulau Timor. Tapi, kini dua benda yang beraroma wangi dan harganya mahal itu cuma</p>
<p>The post <a href="https://samarindanews.com/internasional/18289/cendana-dan-gaharu-di-malaka-wanginya-tinggal-cerita/">Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wangi gaharu dan cendana memantik bangsa Eropa menjejak Pulau Timor. Tapi, kini dua benda yang beraroma wangi dan harganya mahal itu cuma tinggal cerita di Malaka.</p>
<p>Cendana yang dijuluki king plant of plant parfume itu tumbuh di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Malaka yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan memiliki pintu keluar masuk resmi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Pohon cendana (Santalum album) diambil kayu dan minyak kemudian digunakan sebagai rempa-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, dan sarung keris.</p>
<p>Gaharu juga tumbuh merata di NTT. Gaharu merupakan gumpalan padat berwarna coklat kehitaman yang memiliki aroma khusus saat dibakar. Gumpalan itu merupakan hasil infeksi oleh jamur dan telah melewati proses kimiawi di batang atau akar pohon tertentu, salah satunya grynops. Pohon inilah yang kemudian disebut sebagai gaharu.</p>
<p>Tapi, gaharu dan cendana itu tidak mudah ditemukan lagi di Pulau Timor. Harumnya tinggal kenangan sejak 1986.</p>
<p>Saat itu, terbit Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16/1986 yang mengatur tata niaga cendana. Dalam perda tersebut disebutkan pohon cendana yang tumbuh di pekarangan warga adalah milik pemerintah sehingga masyarakat dilarang menebang dan menjual cendana.</p>
<p>Perda itu juga menyebutkan, pemerintah berhak atas 80 persen hasil penjualan cendana dan 20 persen diberikan kepada warga.</p>
<p>Dalam prosesnya, Perda itu dicabut namun pohon cendana sudah terlanjur menghilang dari tanah Pulau Timor. Perda itu kemudian diganti dengan Perda nomor 2 Tahun 1999 yang memberikan porsi lebih besar kepada masyarakat yakni 80 persen pendapatan yang diperoleh dari penjualan cendana, dan 20 persen menjadi bagian pemerintah.</p>
<p>&#8220;Sudah sulit untuk menemukan cendana. Beberapa warga masih menanam, namun karena cendana termasuk tanaman dilindungi maka tidak bisa diperjualbelikan,&#8221; kata raja Likurai di Malaka, Dominicus Kloit Tey Seran, dalam wawancara dengan detikTravel dalam ekspedisi tapal batas detikcom yang didukung oleh BRI.</p>
<p>Raja Kloit menyebut saat ini tanah-tanah adat tidak lagi memiliki cendana dan grynops yang memiliki gaharu, namun ditanami kenari dan asam. Kloit beralasan tanaman itu memiliki risiko kecil diincar penebang liar dan bisa mengikat air lebih banyak.</p><p>The post <a href="https://samarindanews.com/internasional/18289/cendana-dan-gaharu-di-malaka-wanginya-tinggal-cerita/">Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aparat Gagalkan Pengiriman 23.942 Benih Lobster, Paket Disamarkan Jadi Seprai</title>
		<link>https://samarindanews.com/headline/18294/aparat-gagalkan-pengiriman-23-942-benih-lobster-paket-disamarkan-jadi-seprai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 10:11:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cyberpos.co.id/?p=140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aparat gabungan menggagalkan pengiriman 23.942 benih bening lobster (BBL) atau benur dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Paket disamarkan sebagai seprai dan kaus</p>
<p>The post <a href="https://samarindanews.com/headline/18294/aparat-gagalkan-pengiriman-23-942-benih-lobster-paket-disamarkan-jadi-seprai/">Aparat Gagalkan Pengiriman 23.942 Benih Lobster, Paket Disamarkan Jadi Seprai</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aparat gabungan menggagalkan pengiriman 23.942 benih bening lobster (BBL) atau benur dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Paket disamarkan sebagai seprai dan kaus ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.</p>
<p>Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina mengungkapkan, benur tersebut akan dikirimkan ke Tanjung Pinang melalui kargo pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA286.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat sinergi koordinasi, kerja sama dan komunikasi, dukungan dari instansi terkait serta stakeholder (pemangku kepentingan) di lingkungan bandara, kami berhasil menggagalkan pengiriman benih bening lobster pada Jumat, 5 Maret kemarin,&#8221; kata Rina, Minggu (7/3/2021).</p>
<p>Rina menyebut pengirim menyamarkan aksinya dengan menuliskan produk garmen seperti seprai, kaus dan celana pada karung kemasan yang hendak dikirim.</p>
<p>Namun, lanjut Kepala BKIPM, petugas menemukan sesuatu yang mencurigakan saat paket tersebut melewati sinar x-ray.</p>
<p>Alhasil, petugas membuka karung tersebut dan ditemukan benur yang dikemas dengan kardus dan koper. Saat dibuka, ditemukan 30 kantong BBL dan 5 botol es batu.</p>
<p>&#8220;Masing-masing kantong berisi 800 ekor benur yang terbagi dalam 1 kantong berisi 584 ekor jenis pasir dan 158 ekor jenis mutiara,&#8221; ujar Rina.</p>
<p>Petugas BKIPM langsung menyita dan melakukan penanganan BBL tersebut lebih lanjut untuk disegarkan (reoksigen).</p>
<p>Rina memastikan bahwa jajarannya bersama aparat kepolisian masih memburu pengirim komoditas yang dilarang untuk dilalulintaskan tersebut.</p>
<p>&#8220;Terduga yang mengirim benih bening lobster masih dalam pencarian,&#8221; urainya.</p><p>The post <a href="https://samarindanews.com/headline/18294/aparat-gagalkan-pengiriman-23-942-benih-lobster-paket-disamarkan-jadi-seprai/">Aparat Gagalkan Pengiriman 23.942 Benih Lobster, Paket Disamarkan Jadi Seprai</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Warganet Voting Ketum Demokrat AHY atau Moeldoko, Ini Hasilnya</title>
		<link>https://samarindanews.com/politik/18290/ribuan-warganet-voting-ketum-demokrat-ahy-atau-moeldoko-ini-hasilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 09:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cyberpos.co.id/?p=126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus bergulir. Suasana &#8216;panas&#8217; pun terasa hingga ke media sosial. Melalui sebuah postingan, warganet mempercai Agus Harimurti</p>
<p>The post <a href="https://samarindanews.com/politik/18290/ribuan-warganet-voting-ketum-demokrat-ahy-atau-moeldoko-ini-hasilnya/">Ribuan Warganet Voting Ketum Demokrat AHY atau Moeldoko, Ini Hasilnya</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus bergulir. Suasana &#8216;panas&#8217; pun terasa hingga ke media sosial. Melalui sebuah postingan, warganet mempercai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Demokrat secara konstitusional.</p>
<p>Voting warganet sendiri bermula saat akun twitter, @adriCB88 mencuitnya dengan memposting voting ketum demokrat secara konstisional. Jika memilih AHY tekan tombol retweet, jika pilih Moeldoko tekan tombol ‘love/suka’.</p>
<p>“Menurut Anda siapakah diantara kedua Tokoh ini yang bnr2 secara Konstitusional sebagai Ketua Partai Demokrat? Pilihan Anda”,” tanya akun tersebut.</p>
<p>Lebih dari 2.000 pengguna Twitter telah memberikan pilihan. Kebanyakan mereka memilih AHY sebagai Ketum Demokrat, yakni 2.100 retweet, sementara Moeldoko disukai 231 kali.</p>
<p>Di antara warganet yang memilih ada pula yang mengomentari sikap Menko Polhukam Mahfud MD yang dinilai sebagai wasit kekisruhan ini.</p>
<p>“Putra mahkota cikeas lawan bapak mahkota istana ,,, serulah nunggu bola panas menkumham,” tulis akun Twitter bernama Aditya G.</p>
<p>Serangan terhadap sikap Mahfud sendiri bukanlah yang pertama. Sejak semalam, Mahfud dikomentari warganet usai mencuit KLB PD. Dua cuitannya kemudian dipenuhi oleh ribuan komentar.</p>
<p>Mahfud mengatakan, sejak Era Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi), pemerintah tak pernah melarang adanya KLB. Masalah hukum baru akan muncul jika hasil KLB didaftarkan ke Kemenkum HAM.</p>
<p>“Saat itu Pemerintah akan meneliti keabsahannya berdasar UU dan AD/ART parpol. Keputusan Pemerintah bs digugat ke Pengadilan. Jd pengadilanlah pemutusnya. Dus, skrng tdk/blm ada mslh hukum di PD,” ujarnya.</p><p>The post <a href="https://samarindanews.com/politik/18290/ribuan-warganet-voting-ketum-demokrat-ahy-atau-moeldoko-ini-hasilnya/">Ribuan Warganet Voting Ketum Demokrat AHY atau Moeldoko, Ini Hasilnya</a> first appeared on <a href="https://samarindanews.com">SamarindaNews</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
