<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>finance &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/finance/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2026 05:14:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>finance &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206994/masalah-hunian-makin-kompleks-btn-tantang-1-500-inovator-bikin-gebrakan-lewat-btn-housingpreneur-batch-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206969</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 yang pendaftarannya resmi dibuka mulai 28]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211; </strong><a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 yang pendaftarannya resmi dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung wirausaha di sektor perumahan dengan melibatkan mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, hingga pelaku usaha dalam ekosistem perumahan.</p>
<p>Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan bahwa semangat utama BTN Housingpreneur berangkat dari semakin beragamnya tantangan pemenuhan kebutuhan hunian yang membutuhkan inovasi di seluruh mata rantai industri.</p>
<p>“Persoalan di ekosistem perumahan saat ini semakin beragam dan dinamis. Karena itu, BTN ingin menjadikan BTN Housingpreneur sebagai ruang lahirnya ide, inovasi, dan model bisnis baru yang mampu memberikan solusi nyata. Kami mengajak para inovator melihat setiap tantangan perumahan sebagai peluang besar untuk dieksplorasi dan dikembangkan,” ujar Ramon.</p>
<p>Dalam penyelenggaraan tahun ini, peserta dapat berkompetisi melalui dua kategori utama, yakni Design &amp; Architecture serta Housing Related Innovation. Rangkaian pendaftaran ini diawali dengan kegiatan Kick-Off di Universitas Indonesia yang dimeriahkan oleh musisi Sal Priadi, dan dilanjutkan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, hingga Universitas Udayana di Bali.</p>
<p>Ramon menjelaskan, penyelenggaraan roadshow di sejumlah perguruan tinggi bertujuan memperluas jangkauan program sekaligus menggali potensi inovasi dari berbagai daerah.</p>
<p>“BTN ingin menjangkau sebanyak mungkin talenta dan inovator dari berbagai latar belakang. Melalui rangkaian roadshow ini, kami berharap dapat menemukan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam ekosistem perumahan,” kata Ramon.</p>
<p>Setelah masa pendaftaran ditutup, kompetisi akan memasuki tahap penjurian hingga puncaknya pada kegiatan BTN Expo pada awal 2027. Selain total hadiah miliaran rupiah, BTN Housingpreneur Batch 3 juga membuka akses inkubasi bisnis dan business matching bagi peserta agar gagasan yang lahir dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi ekosistem perumahan nasional.</p>
<p>“BTN Housingpreneur bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi para inovator dari kalangan akademisi maupun profesional untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan membawa gagasannya naik ke level berikutnya. Kami ingin ide-ide terbaik yang lahir dari program ini memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekosistem perumahan Indonesia,” pungkas Ramon. Informasi selengkapnya mengenai pendaftaran, persyaratan peserta, dan panduan kompetisi BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diakses melalui laman resmi <a href="https://btnhousingpreneur.com">https://btnhousingpreneur.com</a>.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206966/ekspansi-bisnis-perbankan-digital-btn-perkuat-kemitraan-strategis-dengan-universitas-lampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 07:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206966</guid>

					<description><![CDATA[Bandar Lampung – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat ekspansi bisnis perbankan digital melalui perluasan sinergi di sektor pendidikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandar Lampung –</strong><a href="https://www.btn.co.id/id"> PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat ekspansi bisnis perbankan digital melalui perluasan sinergi di sektor pendidikan. Langkah strategis ini diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta pelaksanaan program BTN Goes to Campus 2026 yang dihelat di Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, pada Kamis (17/9).</p>
<p>Kemitraan ini dirancang sebagai landasan bisnis yang kokoh untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan digitalisasi ekosistem di lingkungan kampus. Melalui kerja sama tersebut, BTN membidik penguatan captive market serta memperluas penetrasi produk dan layanan perbankan digital kepada ribuan civitas akademika Unila.</p>
<p>Rangkaian kegiatan bisnis dan sosial ini turut diisi dengan penyerahan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN berupa bantuan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Unila. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, dan disambut oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan tinggi Unila.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi edukasi dan pengenalan solusi finansial, Hermita juga membawakan Kuliah Umum bertajuk &#8220;Transformational Leadership to Drive Innovation in the Banking Industry&#8221;. Di hadapan para mahasiswa, Hermita memaparkan bagaimana transformasi korporasi menjadi kunci sukses BTN dalam mengalihkan model bisnis konvensional menuju era perbankan digital yang berorientasi pada pengalaman nasabah (customer-centric).</p>
<p>&#8220;Perjalanan BTN sejak menjadi pelopor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga kini menghadirkan super app Balé by BTN dan akselerasi BTN Digital Store adalah bukti nyata ekspansi bisnis yang didorong oleh transformasi visi dan budaya kerja. Kami ingin membawa nilai-nilai inovasi ini kepada generasi muda Unila sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem digital jangka panjang,&#8221; ujar Hermita.</p>
<p>Lebih lanjut, Hermita menegaskan bahwa akselerasi layanan digital—seperti efisiensi transaksi melalui super app dan optimalisasi Digital Store—harus dikawal oleh kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Kepemimpinan transformatif dipandang sebagai motor penggerak utama untuk menciptakan pola pikir inovatif di dalam organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis di tengah ketatnya kompetisi industri modern.</p>
<p>Melalui sinergi ini, BTN optimis dapat terus memperkuat penetrasi pasar segmen muda dan institusi pendidikan, sekaligus menghadirkan solusi perbankan terintegrasi yang memberikan nilai tambah nyata bagi pertumbuhan bisnis perseroan kedepan.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206968/peminat-membludak-obligasi-sosial-btn-oversubscribed-29-kali-mencapai-rp29-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 06:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206963</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali mendapat respon positif dari investor melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk atau BTN kembali mendapat respon positif dari investor melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026. Selama periode bookbuilding pada 1–14 September 2026, mencatatkan total pemesanan mencapai Rp2,9 triliun atau oversubscribe 2,9 kali dari target awal penerbitan sebesar Rp1 triliun. Tingginya indikasi permintaan tersebut menunjukkan kuatnya minat investor terhadap obligasi yang diterbitkan BTN.</p>
<p>Respon positif tersebut mendorong <a href="https://www.btn.co.id/id">BTN</a> menetapkan final size penerbitan menjadi Rp 2 triliun. Obligasi diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan tenor 3 tahun. Obligasi tersebut menawarkan kupon 7,05% untuk tenor 370 hari dan tenor 3 tahun dengan kupon 7,25%.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan tingginya minat investor menunjukkan adanya kepercayaan terhadap BTN sekaligus meningkatnya perhatian investor terhadap instrumen pembiayaan yang memberikan manfaat sosial.</p>
<p>“Minat yang masuk mencapai Rp2,9 triliun dari target awal Rp1 triliun, sehingga kami menetapkan final size penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun. Bagi kami, respon positif ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” ujar Nixon, Jumat (18/9).</p>
<p>Penerbitan Social Bond tersebut, lanjut Nixon, sejalan dengan visi keberlanjutan BTN yang telah dituangkan dalam roadmap jangka panjang perseroan. Melalui penerbitan ini, BTN terus mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environment, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan usaha perseroan.</p>
<p>Dana yang diperoleh dari penerbitan Social Bond akan diarahkan untuk membiayai berbagai proyek yang memiliki dampak sosial signifikan antara lain berupa penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang perumahan rakyat, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program lain yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Social Bond ini menjadi bagian dari perjalanan BTN dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui dana yang dihimpun, kami ingin memastikan bahwa pembiayaan yang kami salurkan dapat berkontribusi terhadap akses perumahan, inklusi ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Nixon.</p>
<p>Adapun setelah melalui proses bookbuilding, BTN menargetkan tanggal penerbitan dan penerimaan dana hasil penerbitan pada 6 Oktober 2026. Penerbitan ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat sumber pendanaan sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat dan pembangunan nasional.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laba Bersih BTN  Konsolidasi Tumbuh 35,89%,  Kredit dan Pembiayaan yang Tembus Rp431 Triliun</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206959/laba-bersih-btn-konsolidasi-tumbuh-3589-kredit-dan-pembiayaan-yang-tembus-rp431-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206959</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026, meningkat 35,89% secara]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,71 triliun hingga Agustus 2026, meningkat 35,89% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasian yang mencapai Rp431,60 triliun atau tumbuh 14,98% yoy dari Rp375,38 triliun pada Agustus 2025. Total aset konsolidasian juga tumbuh 16,60% yoy menjadi Rp561,84 triliun dari Rp481,85 triliun.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut memperbesar kapasitas BTN untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.</p>
<p>“Pertumbuhan ini memberikan ruang bagi BTN untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan, tidak hanya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan. Kami ingin pertumbuhan bisnis BTN memberikan dampak yang semakin luas terhadap sektor perumahan dan perekonomian,” ujar Nixon.</p>
<p>Penguatan peran BTN dalam ekosistem perumahan antara lain dilakukan melalui pembiayaan dari sisi supply maupun demand. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP), sejak diluncurkan BTN telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2,0 triliun KPP Demand.</p>
<p>Dari sisi kepemilikan rumah, BTN juga terus mendorong skema pembiayaan yang meningkatkan keterjangkauan. Pada Agustus 2026, BTN antara lain mendukung pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Manggarai yang direncanakan menghadirkan 3.784 unit hunian dalam delapan tower dan terintegrasi dengan transportasi publik.</p>
<p>Upaya mempertemukan pasokan hunian dengan kebutuhan masyarakat juga dilakukan melalui Danantara Housing Expo 2026. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta, sekaligus akses terhadap berbagai skema pembiayaan perumahan.</p>
<h4>Pendanaan Tumbuh Double Digit</h4>
<p>Ekspansi kredit dan pembiayaan ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, DPK konsolidasian BTN termasuk BSN mencapai Rp446,06 triliun, tumbuh 11,11% yoy dibandingkan Rp401,45 triliun pada Agustus 2025. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun, dan deposito Rp225,05 triliun.</p>
<p>Pada saat yang sama, BTN mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Beban bunga konsolidasian hingga Agustus 2026 turun 8,21% yoy menjadi Rp11,28 triliun, dibandingkan sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga di tengah ekspansi intermediasi turut menopang pertumbuhan laba BTN.</p>
<p>“Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta terus memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN. Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar,” kata Nixon.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRK Syariah Raih Runner Up Aulia Padel Tournament 2026</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206879/brk-syariah-raih-runner-up-aulia-padel-tournament-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 05:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Riau Kepri Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[BRK Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[BRKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206879</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU &#8211; Tim padel PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) berhasil membawa pulang gelar runner up pada Aulia Padel Tournament 2026]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU &#8211;</strong> Tim padel <a href="https://www.brksyariah.co.id/brkweb_syariah/">PT Bank Riau Kepri Syariah</a> (BRK Syariah) berhasil membawa pulang gelar runner up pada Aulia Padel Tournament 2026 yang digelar di Grand Central Padel, 12 September 2026.</p>
<p>Prestasi tersebut diraih melalui pasangan ganda campuran Yopi Azmar dan Melia Utami yang tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. BRK Syariah mengawali perjalanan dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas BPJS Ketenagakerjaan dan kembali menang 4-0 atas Taspen Group.</p>
<p>Pada laga ketiga, BRK Syariah menundukkan Astra Credit Companies dengan skor 3-2 sekaligus memastikan tiket ke semifinal. Performa positif berlanjut ketika Yopi dan Melia mengalahkan PLN dengan skor telak 5-0 untuk melaju ke partai final.</p>
<p>Di babak final, BRK Syariah harus mengakui keunggulan PHR dengan skor 2-5. Hasil tersebut menempatkan BRK Syariah sebagai runner up Aulia Padel Tournament 2026.</p>
<p>Sementara itu, pada kategori ganda putra, <a href="https://www.brksyariah.co.id/brkweb_syariah/">BRK Syariah</a> diperkuat Agri Hilmar dan Fabel Maulana. Mereka mencatat kemenangan atas PLN dengan skor 4-0 dan Taspen Group 3-1, namun kalah 1-3 dari Astra Credit Companies.</p>
<p>Hasil tersebut menempatkan BRK Syariah di posisi kedua klasemen grup, hanya terpaut satu poin dari Astra Credit Companies sehingga belum berhasil melaju ke babak berikutnya.</p>
<p>Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, yang hadir didampingi Ketua Padel BRK Syariah Edi Wardana dan Manager Padel Nanda Zulwensyah, menyampaikan apresiasi atas semangat pegawai dalam mengembangkan olahraga padel di lingkungan perusahaan.</p>
<p>Fajar mengatakan, olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, kekompakan, dan komunikasi antarkaryawan. Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diwujudkannya dengan ikut aktif dalam latihan yang dijadwalkan pengurus Padel BRK Syariah.</p>
<p>“Kami sangat mendukung kegiatan olahraga seperti padel ini. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, kegiatan bersama seperti ini juga memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antarpegawai. Saya sendiri berusaha ikut aktif dalam latihan yang dijadwalkan pengurus, karena semangat berolahraga akan lebih terasa ketika kita menjalaninya bersama-sama,” ujar Fajar.</p>
<p>Menurut Fajar, capaian runner up yang diraih BRK Syariah patut diapresiasi karena menunjukkan semangat kompetitif sekaligus kerja sama tim yang baik. Ia berharap kegiatan olahraga di lingkungan BRK Syariah dapat terus berkembang dan semakin banyak diikuti pegawai.</p>
<p>Keikutsertaan BRK Syariah dalam ajang ini menjadi bagian dari semangat perusahaan untuk membangun kebersamaan dan sportivitas sekaligus memperluas silaturahmi melalui kegiatan olahraga. Pencapaian runner up menjadi bukti semangat kompetitif dan kekompakan tim BRK Syariah di lapangan.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206875/kuasa-hukum-btn-siap-layangkan-somasi-terkait-klaim-dana-nasabah-ungkap-fakta-di-balik-isu-rp17-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206872</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Kuasa Hukumnya, Widodo Sigit Pudjianto, memberikan tanggapan tegas atas konten unggahan di]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA —</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) melalui Kuasa Hukumnya, Widodo Sigit Pudjianto, memberikan tanggapan tegas atas konten unggahan di media sosial Instagram oleh selebgram Shabrina Adfi mengenai klaim dana nasabah. Perseroan menilai narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan fakta, mengandung informasi menyesatkan, serta telah merugikan reputasi BTN.</p>
<p>&#8220;Kami melihat ada upaya menggiring opini publik yang tidak berimbang melalui media sosial. Konten yang disebarkan saudari Shabrina Adfi jelas-jelas menyesatkan, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, dan merugikan nama baik institusi kami. Atas dasar itu, kami bersiap melayangkan somasi terbuka serta menempuh langkah-langkah hukum yang diperlukan demi melindungi kepentingan dan reputasi Perseroan,&#8221; ujar Widodo di Jakarta, Minggu (13/9).</p>
<p>Terkait substansi permasalahan, Widodo Sigit Pudjianto menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari permasalahan saudari Linawati yang merupakan ibu mertua dari Shabrina. Dalam perkembangannya, BTN menegaskan komitmen penuh terhadap penegakan hukum dan tidak menoleransi fraud dalam bentuk apa pun. Ketika menemukan adanya pelanggaran, Perseroan telah mengambil langkah hukum tegas dengan melaporkan mantan pegawainya sendiri ke Polda Metro Jaya pada 4 Mei 2023. Laporan tersebut berujung pada vonis hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 13 Maret 2024.</p>
<p>Kendati demikian, Widodo Sigit Pudjianto menyoroti adanya perbedaan material terkait angka klaim yang disebarkan di ruang publik. Berdasarkan data, klaim Rp17 miliar yang digaungkan di media sosial tidak sesuai dengan dokumen resmi yang ada. Dalam gugatan terbaru yang diajukan oleh pihak penggugat sendiri di pengadilan, nilai pokok dana yang dituntut tercantum sekitar Rp7,26 miliar, ditambah tuntutan bunga sekitar Rp1,68 miliar. Nilai tersebut pun merupakan dalil pihak penggugat dan bukan pengakuan BTN mengenai nilai kerugian atau kewajiban pembayaran Perseroan.</p>
<p>Saat ini, proses hukum perdata terkait perkara tersebut masih berjalan dan berlangsung di pengadilan. Pada perkara pertama, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Februari 2025 telah menyatakan gugatan tidak dapat diterima dan putusan tersebut tidak memuat amar yang memerintahkan BTN melakukan pembayaran. Karena gugatan kembali dilayangkan dan proses persidangan masih berlangsung, Widodo meminta seluruh pihak untuk menghormati jalannya peradilan yang sah serta tidak membangun opini sepihak.</p>
<p>&#8220;Proses perdata terkait klien kami dengan saudari Linawati saat ini masih berjalan di pengadilan. Kami mengimbau semua pihak agar bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, bukan justru membangun asumsi sepihak di ruang digital,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebagai institusi perbankan yang taat hukum, BTN memastikan senantiasa kooperatif dan menjunjung tinggi prinsip kepatuhan serta perlindungan hak nasabah. Widodo menegaskan bahwa jika nantinya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) memerintahkan Perseroan untuk melakukan pembayaran, maka pihaknya akan dengan patuh dan bertanggung jawab memenuhinya sesuai dengan amar putusan hakim.</p>
<p>Melalui pernyataan ini, BTN berharap publik dan media dapat melihat permasalahan secara objektif berdasarkan koridor hukum, serta menegaskan bahwa Perseroan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan terhadap penyampaian informasi atau tuduhan yang tidak didukung fakta demi melindungi reputasi institusi.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206869/developer-nakal-rugikan-konsumen-dan-bank/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206869</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Perkembangan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menyeret PT Bumi Arta Sedayu (BAS) dalam proyek perumahan Citra]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> Perkembangan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menyeret PT Bumi Arta Sedayu (BAS) dalam proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence di Karawang dinilai menunjukkan adanya praktik yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak.</p>
<p>CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai, apabila dugaan manipulasi data dan penggunaan identitas calon debitur dalam proses pengajuan KPR terbukti, praktik tersebut tidak dapat dibenarkan. Menurut dia, tindakan semacam itu berpotensi menjadi modus penipuan sekaligus melanggar hukum.</p>
<p>&#8220;Dari pengembang ini tidak bisa dibenarkan karena bisa menjadi modus penipuan dan melanggar hukum. Tapi ini menjadi rangkaian proses yang terstruktur dan terorganisasi dari pengembang melibatkan banyak pihak terkait,&#8221; ujar Ali di Jakarta, Minggu (13/9).</p>
<p>Ali mengatakan, praktik semacam ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru dalam industri properti. Dalam skala lebih kecil, modus serupa disebut sudah beberapa kali terjadi, terutama dalam proses pengajuan KPR.</p>
<p>Karena itu, kasus PT BAS juga perlu dilihat dari sisi mitigasi risiko perbankan. Harus memastikan kualitas debitur dan kewajaran transaksi yang diajukan. &#8220;Praktek ini sudah sering terjadi sebenarnya dalam skala kecil, mitigasi risiko dari perbankannya perlu diperketat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ali mencontohkan, salah satu praktik yang perlu diwaspadai adalah manipulasi data calon debitur agar memenuhi persyaratan KPR. Data penghasilan atau status pekerjaan calon debitur dapat dibuat seolah-olah lebih baik agar pengajuan kredit disetujui.</p>
<p>&#8220;Banyak praktik seperti ini seperti data karyawan yang diganti lebih bagus, make up, agar bisa disetujui KPR-nya, bisa juga dengan meminjam KTP, dan lain-lain,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dalam konteks kasus PT BAS, Ali menilai posisi bank perlu dilihat secara proporsional. Apabila dugaan manipulasi data dan penggunaan identitas debitur dilakukan oleh pihak developer serta pihak-pihak terkait untuk memperoleh pencairan KPR, maka bank pada dasarnya berada pada posisi yang dirugikan.</p>
<p>Dengan demikian, kasus tersebut tidak semata-mata dapat dilihat sebagai persoalan antara bank dan debitur, tetapi juga sebagai dugaan penyalahgunaan mekanisme pembiayaan perumahan oleh pihak yang memanfaatkan sistem KPR.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206871/btn-percepat-beyond-mortgage-porsi-kredit-non-perumahan-dibidik-30/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 04:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206865</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat strategi Beyond Mortgage dengan memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis perumahan. Perseroan menargetkan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA –</strong> <a href="https://www.btn.co.id/id">PT Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) mempercepat strategi Beyond Mortgage dengan memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis perumahan. Perseroan menargetkan porsi kredit non-perumahan mencapai sekitar 30% dari total kredit pada 2030, dari posisi 20,4% pada Juni 2026 dan 18,0% pada akhir 2025.</p>
<p>Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pengembangan bisnis non-perumahan bukan berarti BTN meninggalkan kompetensi utamanya di sektor perumahan. Sebaliknya, strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat model bisnis BTN dengan membangun sumber-sumber pertumbuhan baru yang masih memiliki keterkaitan dengan basis nasabah dan ekosistem Perseroan.</p>
<p>“BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9).</p>
<p>Untuk mempercepat diversifikasi tersebut, BTN menempuh pertumbuhan secara organik maupun anorganik. Salah satunya melalui akuisisi portofolio kredit secara selektif untuk memperbesar basis nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis non-perumahan. Hingga Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN telah meningkat menjadi 20,4% dari total kredit, dan diproyeksikan terus meningkat secara bertahap menuju 30% pada 2030.</p>
<p>Pada saat yang sama, BTN mengembangkan pendekatan bisnis berbasis ekosistem dengan memperluas kemitraan di luar sektor perumahan. Hingga Juni 2026, BTN telah bekerja sama dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, serta 26 rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga mulai memperluas penetrasi ke ekosistem pariwisata dengan menggarap transaksi di merchant, kuliner, resor, properti hingga kawasan wisata.</p>
<p>“Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata,” tutur Nixon.</p>
<p>Strategi tersebut didukung pengembangan ekosistem digital BTN. Hingga Juni 2026, balé by BTN telah memiliki 4,3 juta pengguna, sedangkan balé Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna. Ekosistem BTN juga telah mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll.</p>
<p>Di sektor kesehatan, misalnya, BTN menghadirkan Healthcare Dashboard melalui balé Korpora yang dapat membantu institusi rumah sakit melihat kinerja secara real-time, termasuk produktivitas dokter dan arus kas. Sementara di sektor pariwisata, BTN menyediakan solusi pembayaran, transaksi dan layanan finansial terintegrasi di sejumlah kawasan destinasi wisata.</p>
<p>Selain pendapatan berbasis bunga, ekspansi Beyond Mortgage juga mulai diarahkan untuk memperbesar sumber pendapatan berbasis komisi. Salah satunya melalui bancassurance yang hingga semester I-2026 menghasilkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar, setara sekitar 1,5% dari total fee-based income BTN. Perseroan juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang.</p>
<p>Nixon mengatakan, perluasan bisnis tersebut akan tetap berjalan berdampingan dengan penguatan bisnis perumahan yang menjadi kompetensi utama BTN. Dengan demikian, Beyond Mortgage tidak mengubah identitas BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, tetapi memperbesar ruang bagi Perseroan untuk menangkap kebutuhan finansial nasabah di sepanjang siklus kehidupannya.</p>
<p>“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” tutup Nixon.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206862/bale-by-btn-bkin-generasi-muda-makin-gampang-miliki-rumah-impian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 13:47:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206862</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Berburu hunian kini tak sekadar soal menemukan rumah idaman. Kemampuan mencicil, pilihan pembiayaan, hingga kemudahan mendapatkan informasi menjadi pertimbangan yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211;</strong> Berburu hunian kini tak sekadar soal menemukan rumah idaman. Kemampuan mencicil, pilihan pembiayaan, hingga kemudahan mendapatkan informasi menjadi pertimbangan yang tak kalah penting. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang didukung oleh by balé by <a href="https://www.btn.co.id/id">BTN </a>dan Runah123 yang resmi dibuka Rabu (9/9).</p>
<p>Digelar pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, ajang yang telah diinisiasi sejak 2018 itu menghadirkan pengalaman online-to-offline bagi masyarakat yang tengah mencari hunian. Beragam pilihan properti ditawarkan. Mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.</p>
<p>Di tengah tantangan kepemilikan hunian, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu aspek penting. Terutama bagi generasi Z dan milenial yang mulai memasuki fase mencari rumah, meski masih perlu menyesuaikan pilihan hunian dengan kemampuan finansial.</p>
<p>SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi BTN dan Rumah123 menjadi salah satu terobosan untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat. Konsumen tidak hanya dapat mencari rumah. Tetapi juga mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.</p>
<p>&#8220;Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,&#8221; ungkap Thomas.</p>
<p>Menurut dia, BTN dan Rumah123 membangun ekosistem yang memungkinkan calon pembeli mengetahui kemampuan mencicil sekaligus kelayakan memperoleh KPR. Dengan begitu, keputusan membeli rumah tidak hanya didasarkan pada keinginan memiliki hunian, tetapi juga kesiapan finansial.</p>
<p>Thomas menuturkan, calon pembeli perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR. Mulai dari lokasi, biaya hidup, transportasi, hingga cicilan rumah. Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Meski besaran tersebut tetap menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing calon debitur.</p>
<p><strong>Dari Cari Rumah hingga Ajukan KPR</strong></p>
<p>Kemudahan akses pembiayaan juga didorong melalui digitalisasi layanan. Thomas mengatakan, BTN tidak hanya mengandalkan jaringan kantor cabang dan service center, melainkan juga menyediakan layanan secara digital. Pendekatan tersebut menggabungkan konsep online-to-offline dan offline-to-online.</p>
<p>&#8220;Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,&#8221; jelas Thomas.</p>
<p>Penguatan kanal digital tersebut salah satunya diwujudkan melalui balé by BTN. Super app tersebut memiliki fitur Bale Properti yang dikembangkan sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi. Melalui fitur tersebut, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan. Termasuk perlengkapan dan furnitur melalui mitra yang tersedia.</p>
<p>Thomas menegaskan, pengembangan layanan tersebut tidak semata-mata berangkat dari produk yang dimiliki BTN. Melainkan dari kebutuhan nasabah yang terus berubah. Terutama di kalangan generasi muda.</p>
<p>&#8220;Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Thomas, pendekatan tersebut penting karena proses kepemilikan rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada pencarian properti. Mereka juga membutuhkan informasi mengenai kemampuan pembiayaan serta solusi yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.</p>
<p><strong>Temani Perjalanan Menuju Kepemilikan Rumah</strong></p>
<p>CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, kepemilikan rumah merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup. Karena itu, Rumah123 berupaya tidak sekadar menjadi platform pencarian properti, tetapi mendampingi masyarakat sejak mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga menemukan solusi pembiayaan.</p>
<p>&#8220;Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,&#8221; kata Darius.</p>
<p>CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan setiap calon pemilik rumah berbeda. Ada yang baru mulai mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga membutuhkan solusi untuk KPR yang telah berjalan.</p>
<p>&#8220;Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses hunian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Bukan Sekadar Pameran Properti</strong></p>
<p>Selain pameran properti dan konsultasi pembiayaan, Harpropnas Fest 2026 menghadirkan sejumlah aktivitas publik. Di antaranya talkshow, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, hingga pertunjukan musik. Pengunjung juga dapat mengikuti lelang peralatan rumah tangga setiap hari mulai pukul 19.00 WIB dengan harga pembukaan Rp10 ribu.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Restog Krisna Kusuma mengatakan, hunian yang layak dan lingkungan yang mendukung menjadi salah satu fondasi bagi masyarakat, termasuk pelaku ekonomi kreatif, untuk mengembangkan potensi.</p>
<p>&#8220;Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mencari properti dan solusi pembiayaan, tetapi juga tempat masyarakat mendapatkan informasi, berkonsultasi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga,&#8221; pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi</title>
		<link>https://samarindanews.com/finance/206956/hadiri-pembukaan-sna-xxix-brk-syariah-tegaskan-komitmen-dukung-pendidikan-dan-dunia-akuntansi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 11:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Riau Kepri Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[BRK Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[BRKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206956</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU — Sebagai bentuk dukungan bank dalam pengembangan dunia pendidikan serta profesi akuntansi nasional, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Riau]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU — </strong>Sebagai bentuk dukungan bank dalam pengembangan dunia pendidikan serta profesi akuntansi nasional, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama <a href="https://www.brksyariah.co.id/brkweb_syariah/">PT Bank Riau Kepri Syariah</a> (Perseroda) Helwin Yunus bersama Komisaris Independen Roy Prakoso menghadiri pembukaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXIX Tahun 2026, bertempat di Gedung Student Center Universitas Riau, Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Kehadiran pemimpin BRK Syariah dalam forum ilmiah tersebut bertujuan untuk melihatkan bahwa bank daerah punya peran nyata dalam menghubungkan dunia bisnis keuangan dengan dunia pendidikan.</p>
<p>SNA XXIX sendiri merupakan perhelatan tahunan yang digagas oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) bekerja sama dengan Universitas Riau (Unri). Tahun ini, forum tersebut mengusung tema &#8220;Building Future-Ready Accountants: Driving AI-Enabled Sustainability and Integrity for Indonesia 2045&#8221;.</p>
<p>Rektor Universitas Riau, Sri Indarti dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Unri sebagai tuan rumah perhelatan akuntansi terbesar di Indonesia tersebut.</p>
<p>&#8220;SNA XXIX menjadi ajang strategis bagi para akademisi, praktisi, dan regulator untuk bertukar pemikiran serta merumuskan arah pengembangan ilmu akuntansi yang relevan dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) tanpa mengesampingkan nilai integritas,&#8221; ujar Sri Indarti.</p>
<p>Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, yang hadir memberikan sambutan mewakili Plt Gubernur Riau, mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri yang terjalin dalam acara ini.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung terselenggaranya perhelatan nasional ini. Sinergi antara universitas, organisasi profesi, dan lembaga keuangan seperti BRK Syariah sangat dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,&#8221; tegas Erisman.</p>
<p>Turut hadir dalam perhelatan nasional tersebut Pemimpin Divisi Dana dan Jasa <a href="https://www.brksyariah.co.id/brkweb_syariah/">BRK Syariah,</a> Edi Wardana, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Prov Riau, Ninno Wastikasari, sejumlah tokoh penting dan pimpinan organisasi profesi akuntansi, di antaranya Ketua Panitia SNA XXIX, Arumega Zarefar, Dekan FEB Unri, Alvi Furwanti Alwie, Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik Dian Agustia, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, serta Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI/Dewan Pengawas IAI, Akhsanul Khaq, Bupati Bengkalis, Kasmarni beserta ratusan akademisi dan praktisi akuntansi dari seluruh Indonesia.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
