<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edukasi &#8211; SamarindaNews</title>
	<atom:link href="https://samarindanews.com/category/edukasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<description>Samarindanews.Com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2026 07:05:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://samarindanews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>Edukasi &#8211; SamarindaNews</title>
	<link>https://samarindanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fosil di Sulawesi Bongkar Rahasia Manusia Purba Konsumsi Zat Psikoaktif 25.000 Tahun Lalu</title>
		<link>https://samarindanews.com/edukasi/206913/fosil-di-sulawesi-bongkar-rahasia-manusia-purba-konsumsi-zat-psikoaktif-25-000-tahun-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 07:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=206913</guid>

					<description><![CDATA[Sejarah penggunaan zat psikoaktif oleh manusia ternyata jauh lebih tua dari yang selama ini diketahui. Jejaknya ditemukan di Sulawesi melalui pemeriksaan sisa-sisa]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Sejarah penggunaan zat psikoaktif oleh manusia ternyata jauh lebih tua dari yang selama ini diketahui. Jejaknya ditemukan di Sulawesi melalui pemeriksaan sisa-sisa manusia purba yang diperkirakan hidup hingga sekitar 25.000 tahun lalu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan tersebut berasal dari penelitian tim arkeolog dan ilmuwan yang meneliti dua individu pemburu-peramu dari Sulawesi. Analisis terhadap gigi mereka menemukan pola kerusakan yang tidak biasa serta jejak senyawa arekolin, zat psikoaktif yang terdapat dalam biji pinang (<em>Areca catechu</em>).</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal <em>Science Advances</em> ini menjadi salah satu bukti paling awal mengenai penggunaan rutin tanaman yang memiliki efek terhadap sistem saraf manusia.</p>
<p class="isSelectedEnd">Petunjuk utama penelitian berasal dari kondisi gigi kedua manusia purba tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti menemukan alur dan keausan yang dalam pada permukaan gigi. Pola tersebut dinilai konsisten dengan kebiasaan mengulum atau mengunyah biji pinang secara berulang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan menjadi semakin kuat setelah analisis kimia mendeteksi keberadaan arekolin, senyawa neuroaktif yang secara alami terdapat pada pinang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan menggabungkan bukti kerusakan gigi dan temuan kimia tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat pemburu-peramu di Sulawesi kemungkinan telah mengonsumsi pinang secara rutin jauh sebelum manusia mengenal pertanian.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu individu yang diteliti diperkirakan hidup antara 25.000 hingga 16.000 tahun lalu. Individu lainnya berasal dari periode yang lebih muda, sekitar 7.600 hingga 6.300 tahun lalu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa tradisi mengonsumsi pinang telah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Yang menarik, keduanya hidup sebelum berkembangnya pertanian di Sulawesi. Artinya, penggunaan tanaman dengan efek psikoaktif tidak harus menunggu munculnya masyarakat agraris.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan dari Sulawesi bahkan mendorong mundur catatan arkeologis mengenai penggunaan zat psikoaktif manusia hingga ribuan tahun dibandingkan bukti sebelumnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Para peneliti menduga penggunaan pinang pada masa itu mungkin tidak semata-mata bertujuan mendapatkan efek psikoaktif.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu kemungkinan yang diajukan adalah penggunaannya untuk meredakan rasa sakit pada gigi. Pinang mengandung senyawa yang dapat memberikan efek tertentu pada sistem saraf, sehingga mungkin memberikan sensasi mati rasa atau perubahan persepsi rasa sakit.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, kebiasaan tersebut ternyata memiliki konsekuensi terhadap kesehatan gigi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penggunaan pinang secara berulang dapat menyebabkan kerusakan gigi yang parah. Para peneliti bahkan mengajukan kemungkinan adanya semacam siklus: pinang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, tetapi konsumsi terus-menerus justru dapat memperburuk kondisi gigi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan di Sulawesi menjadi penting karena bukti penggunaan zat psikoaktif oleh manusia sebelumnya diketahui berasal dari periode yang jauh lebih muda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu contoh bukti penggunaan minuman beralkohol dari masa prasejarah diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun. Sementara itu, bukti penggunaan berbagai tanaman psikoaktif lainnya juga banyak ditemukan dalam konteks masyarakat yang sudah mengenal pertanian.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan Sulawesi menunjukkan bahwa manusia pemburu-peramu pada Zaman Es sudah mengenal dan memanfaatkan tanaman yang memengaruhi sistem saraf.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, hubungan manusia dengan tanaman psikoaktif ternyata memiliki akar sejarah yang sangat panjang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pinang bukan tanaman asing di kawasan Asia dan Pasifik. Praktik mengunyah atau mengonsumsi pinang masih ditemukan di berbagai wilayah hingga masa kini.</p>
<p class="isSelectedEnd">Biji dari pohon <em>Areca catechu</em> mengandung arekolin yang memiliki efek stimulan terhadap sistem saraf. Dalam praktik tradisional modern, pinang kerap dikombinasikan dengan bahan lain, meskipun konsumsi dalam jangka panjang dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kesamaan antara praktik masa kini dan bukti arkeologis tersebut memberikan gambaran mengenai panjangnya sejarah interaksi manusia dengan tanaman pinang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penemuan ini menambah daftar temuan penting dari Sulawesi dalam penelitian mengenai kehidupan manusia masa lalu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain menyimpan bukti keberadaan manusia purba dan seni cadas yang sangat tua, wilayah tersebut kini memberikan petunjuk mengenai bagaimana manusia prasejarah memanfaatkan sumber daya tumbuhan di sekitarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jejak pada gigi yang semula tampak sebagai kerusakan ternyata membuka cerita yang lebih besar tentang kebiasaan, pengobatan, dan penggunaan tanaman yang memiliki efek psikoaktif.</p>
<p>Temuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perilaku manusia yang berkaitan dengan zat psikoaktif kemungkinan telah berkembang jauh sebelum munculnya peradaban, pertanian, maupun catatan sejarah tertulis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tengah Tekanan Ekonomi Global, BTN Luncurkan Program Rumah untuk Guru</title>
		<link>https://samarindanews.com/edukasi/1896/di-tengah-tekanan-ekonomi-global-btn-luncurkan-program-rumah-untuk-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 03:47:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[btn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1896</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211; </strong>PT <a href="https://www.btn.co.id/">Bank Tabungan Negara</a> (Persero) Tbk (BTN) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS), dan BP Tapera resmi meluncurkan <i>Program Rumah untuk Guru Indonesia</i>, Selasa (25/3/2025). Program ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk membantu para guru di seluruh Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau.</p>
<p>Program tersebut berawal dari pertemuan tiga kementerian dan lembaga pada 7 Februari 2025, yang membahas kebutuhan perumahan bagi guru, dengan dukungan data dari BPS. Dalam pelaksanaannya, BTN ditunjuk sebagai bank pelaksana tunggal.</p>
<p>Peluncuran program ditandai dengan akad kredit serentak di delapan kota, yakni Bogor, Banda Aceh, Medan, Pontianak, Makassar, Bangkalan, Kupang, dan Jayapura. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Dirut BTN Nixon LP Napitupulu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.</p>
<p><b>20.000 Rumah untuk Guru, Petani, Nelayan, dan Buruh</b></p>
<p>Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian bukan hanya kepada investor, tetapi juga kepada masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk guru.</p>
<p>“Kami sudah mengalokasikan 20.000 unit rumah subsidi untuk guru. Selain itu, 20.000 unit untuk para pahlawan devisa (TKI), 10.000 unit untuk bidan, 15.000 unit untuk perawat, dan 5.000 unit untuk tenaga kesehatan masyarakat. Petani, nelayan, dan buruh juga sudah kami siapkan alokasinya. Dengan bantuan BPS, penyaluran akan lebih tepat sasaran,” kata Maruarar.</p>
<p>Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan bahwa kualitas guru adalah kunci pembangunan SDM Indonesia. “Sebanyak 438.816 guru di Indonesia masih belum memiliki rumah. Program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan mereka agar dapat mengajar dengan lebih baik,” jelas Abdul.</p>
<p><b>BPS Pastikan Data Tepat Sasaran</b></p>
<p>Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, BPS bertugas menyiapkan data akurat untuk program ini. “Kami memadukan data administrasi guru dari Kementerian Dikdasmen dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan program,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan komitmen untuk mengawal penyediaan pembiayaan rumah terjangkau bagi MBR. “Kami akan menjaga agar 20.000 unit untuk guru benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai yang tidak berhak ikut menikmati fasilitas subsidi ini,” tegas Heru.</p>
<p><b>BTN Targetkan 20.000 Unit untuk Guru di 2025</b></p>
<p>Dirut BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa Program Rumah untuk Guru Indonesia adalah kolaborasi nyata lintas kementerian dan lembaga. “Tahun depan, saya berharap kita juga menyasar guru-guru dari Muhammadiyah, NU, dan sekolah swasta. Masih banyak guru yang belum punya rumah layak,” kata Nixon.</p>
<p>BTN menargetkan penyaluran 20.000 unit rumah subsidi bagi guru pada 2025 dengan nilai pembiayaan Rp3,4 triliun. Program ini menyasar guru PNS, PPPK, honorer, maupun guru swasta yang memenuhi kriteria KPR subsidi.</p>
<p>Pembiayaan menggunakan skema KPR FLPP untuk guru non-PNS dan KPR Tapera untuk guru PNS. Skemanya meliputi bunga tetap 5 persen sepanjang tenor, uang muka minimal 1 persen dari harga rumah, masa pinjaman maksimal 20 tahun, serta mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta.</p>
<p>Sebagai tahap awal, akad kredit serentak digelar pada 25 Maret 2025 untuk 300 debitur dari delapan kota, dengan mayoritas guru berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang sudah bekerja minimal dua tahun.</p>
<p>“BTN bersama Kementerian Dikdasmen akan terus melakukan verifikasi dan konsolidasi data untuk memperluas program ini secara nasional,” tutup Nixon.</p>
<p>Sejak 2021, BTN telah menyalurkan pembiayaan rumah kepada 22.768 tenaga pendidik. Hingga triwulan pertama 2025, BTN sudah menyalurkan 1.507 unit rumah untuk guru.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 yang Mulai Dibuka per 1 April Ini</title>
		<link>https://samarindanews.com/edukasi/1863/syarat-pendaftaran-beasiswa-indonesia-bangkit-2025-yang-mulai-dibuka-per-1-april-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 02:24:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1863</guid>

					<description><![CDATA[Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) akan segera membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Menurut Sekretaris Jenderal]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) akan segera membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025.</p>
<p>Menurut Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA, PhD, pengumuman resmi pendaftaran akan dilakukan pada 21 Maret 2025. Sementara itu, proses pendaftaran akan dibuka mulai 1 April 2025.</p>
<p>BIB merupakan program beasiswa hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, dan keagamaan.</p>
<p>Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 ini diberikan kepada masyarakat luas agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, tanpa terkendala biaya. Beasiswa akan diberikan untuk jenjang S1, S2, dan S3 dengan skema pembiayaan penuh (<i>fully funded</i>).</p>
<p>Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis beasiswa yang bisa dipilih pendaftar. Pertama, beasiswa umum, yang ditujukan bagi keluarga besar Kementerian Agama seperti santri, siswa, mahasiswa, guru, ustadz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag.</p>
<p>Kedua, beasiswa prestasi, diperuntukkan bagi pendaftar yang memiliki capaian akademik atau non-akademik, seperti hafalan Al-Qur’an (tahfidz) atau juara olimpiade di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Ketiga, beasiswa target, yaitu beasiswa afirmasi yang disalurkan melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).</p>
<p><b>Berikut ini syarat pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025:</b></p>
<ol>
<li aria-level="1">Memiliki kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL).</li>
<li aria-level="1">Berusia maksimal 40 tahun untuk pendaftar S2 dan 45 tahun untuk S3.</li>
<li aria-level="1">Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus.</li>
<li aria-level="1">Termasuk dalam keluarga besar Kementerian Agama.</li>
<li aria-level="1">Melengkapi persyaratan administrasi lainnya.</li>
</ol>
<p>Ruchman Basori mengimbau seluruh keluarga besar Kemenag untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dan segera mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan.</p>
<p>Informasi lengkap dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi:<a href="http://www.beasiswa.kemenag.go.id/"> www.beasiswa.kemenag.go.id</a>.</p>
<p>***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk Simak Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025 melalui SE Tiga Menteri</title>
		<link>https://samarindanews.com/edukasi/1440/yuk-simak-jadwal-libur-sekolah-ramadhan-2025-melalui-se-tiga-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 09:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1440</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah secara resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SE) Tiga Menteri yang mengatur jadwal libur dan pembelajaran selama bulan Ramadhan 2025. SE dengan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah secara resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SE) Tiga Menteri yang mengatur jadwal libur dan pembelajaran selama bulan Ramadhan 2025.</p>
<p>SE dengan Nomor 2 Tahun 2025/Nomor 400.1/320/SJ ini diumumkan pada Selasa 21 Januari 2025 dan menjadi panduan bagi sekolah, madrasah, serta lembaga pendidikan keagamaan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar selama bulan suci.</p>
<p>Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh siswa, sekolah, dan orang tua terkait jadwal libur dan pembelajaran selama Ramadhan:</p>
<p>1. Pembelajaran Mandiri: 27 Februari – 5 Maret 2025</p>
<p>Pada tanggal 27 dan 28 Februari serta 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilakukan secara mandiri. Siswa tidak perlu datang ke sekolah tetapi tetap melaksanakan tugas belajar di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan masyarakat sesuai dengan arahan sekolah.</p>
<p>“Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan,” bunyi Surat Edaran tersebut.</p>
<p>2. Pembelajaran di Sekolah: 6 – 25 Maret 2025</p>
<p>Pada tanggal 6 hingga 25 Maret 2025, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah, madrasah, atau lembaga pendidikan keagamaan. Selama periode ini, siswa dianjurkan mengikuti berbagai kegiatan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.</p>
<p>Bagi siswa beragama Islam, kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman sangat dianjurkan. Sementara itu, siswa non-Muslim diimbau untuk mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai dengan agama masing-masing.</p>
<p>3. Libur Bersama Idul Fitri: 26 Maret – 8 April 2025</p>
<p>Libur bersama Idul Fitri ditetapkan pada tanggal 26, 27, dan 28 Maret serta 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025. Siswa diharapkan memanfaatkan waktu libur ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat demi mempererat persaudaraan dan persatuan.</p>
<p>4. Kembali ke Sekolah: 9 April 2025</p>
<p>Setelah libur Idul Fitri, kegiatan pembelajaran di sekolah akan dimulai kembali pada 9 April 2025.</p>
<p>Peran Orang Tua Selama Ramadhan</p>
<p>Surat Edaran ini juga menekankan pentingnya peran orang tua atau wali dalam mendukung kegiatan belajar dan ibadah siswa selama bulan Ramadhan. Beberapa peran yang diharapkan, antara lain:</p>
<p>1. Membimbing dan mendampingi siswa dalam melaksanakan ibadah.</p>
<p>2. Memantau kegiatan belajar mandiri siswa di rumah.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna, mendukung pembentukan karakter siswa, serta mempererat nilai-nilai persaudaraan di masyarakat.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Pemerintah Mengapa Mapel Matematika Masuk di Kurikulum TK</title>
		<link>https://samarindanews.com/edukasi/1111/ini-alasan-pemerintah-mengapa-mapel-matematika-masuk-di-kurikulum-tk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 02:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://salisma.com/export/?p=1111</guid>

					<description><![CDATA[Mata pelajaran matematika, tengah diupayakan masuk dalam kurikulum pembelajaran di tingkat Taman Kanak-kanan atau TK. Alasan pemerintah, untuk meningkatkan literasi numerasi dan teknologi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mata pelajaran <a href="https://hu.wikipedia.org/wiki/Matematika">matematika</a>, tengah diupayakan masuk dalam kurikulum pembelajaran di tingkat Taman Kanak-kanan atau TK. Alasan pemerintah, untuk meningkatkan literasi numerasi dan teknologi bagi anak-anak Indonesia sejak dini.</p>
<p>Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan kebijakan seperti ini diharapkan dapat memperkuat dasar pendidikan bagi anak-anak Indonesia.</p>
<p>“Kami sudah merancang, <i>insya Allah</i> pendidikan matematika akan dimulai sejak taman kanak-kanak,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2024.</p>
<p>Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk meningkatkan literasi numerasi dan teknologi bagi anak-anak Indonesia sejak dini. Dia mengklaim bahwa langkah ini menjadi terobosan baru dalam sistem pendidikan nasional.</p>
<p>Selain memperkenalkan matematika sejak dini, Abdul juga menegaskan pentingnya mengintegrasikan pendidikan sains dan teknologi di jenjang usia dini.</p>
<p>“Penguatan pendidikan unggul di bidang literasi numerasi dan teknologi mencakup pendidikan matematika, sains, dan teknologi sejak usia dini,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Abdul, pihaknya telah melakukan uji coba penerapan pendidikan matematika untuk anak usia dini di salah satu taman kanak-kanak di Palembang.</p>
<p>“Kami pilih TK Angkatan Udara sebagai simbol agar pendidikan di Indonesia bisa terbang tinggi setinggi pesawat kita,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai informasi, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Abdul Mu’ti akan mengimplementasikan sejumlah kebijakan baru, termasuk memasukkan kurikulum tambahan di berbagai jenjang pendidikan.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
